4 Jenis Investasi Menguntungkan Untuk Gaji Kecil

Artikel terkait : 4 Jenis Investasi Menguntungkan Untuk Gaji Kecil

Banyak orang mengira bahwa investasi itu sulit. Banyak pula yang menyangka untuk investasi butuh modal besar. Ada juga yang ingin berinvestasi tapi tidak tahu harus kemana dan bagaimana memulainya.

Saya ingin menegaskan bahwa investasi itu sangat mudah dan bisa dimulai dari Rp 5000,-an saja.

Tidak percaya? Percaya saja deh...

Investasi tapi gaji kecil? Bukan masalah. 

4 JENIS INVESTASI MENGUNTUNGKAN UNTUK GAJI KECIL 2

Memahami Investasi

Investasi memiliki arti penanaman modal dengan tujuan modal tersebut berkembang dan memberikan keuntungan dimasa depan.

Penanaman modal dilakukan dengan mengeluarkan sejumlah uang...

Uang tersebut dapat diarahkan ke pembelian aset berupa tanah, rumah, atau emas. Atau pembelian surat berharga berupa saham, obligasi, dan reksadana. Selain memberikan pasive income, dimasa depan produk-produk ini akan memberikan keuntungan kepada pemiliknya.

Harga tanah, rumah, dan emas tetap naik dari tahun ke tahun. Jika tahun ini beli tanah seharga Rp 5juta, maka 3 tahun ke depan harganya sudah Rp 10juta, lalu menjualnya, maka kita dapat profit.

Atau menyewakan tanah/rumah akan memberikan penghasilan juga.

Begitu juga dengan surat berharga, harga cenderung naik dari tahun ke tahun. Tapi tidak menutup kemungkinan pergerakannya negatif dengan resiko relatif kecil.

Saya sudah investasi tanah, saat itu saya memiliki tabungan dan menemukan tanah yang cocok untuk dibeli, maka saya langsung membelinya. Nah, jika kamu sudah punya uang yang cukup dan menemukan tanah atau rumah yang tepat silahkan beli saja. Dijamin tidak akan rugi.

Sementara itu saya juga memiliki saham, asuransi unitlink dan tabungan emas. Hitung-hitung sebagai pasive income dan kebutuhan dana di masa depan.

Menabung Saja Tidak Cukup

Menabung pangkal kaya

Sebenarnya pepatah ini sudah tidak berlaku lagi. Menabung tidak akan membuat kita kaya. Secara ekonomis menabung juga tidak menguntungkan.

Saya ingat tahun 2000-an 1 butir telur dihargai Rp 500, namun sekarang harganya sudah Rp 1.000.

Seandainya saya nabung Rp 500 pada tahun tersebut, lalu membelikan telur di masa sekarang, maka uangnya tidak cukup, kurang Rp 500 lagi bukan?

Apakah karena harga telur yang semakin mahal?

Bukan.
Tetapi nilai uang yang turun akibat inflasi.

Nilai uang terus turun. Akan terus turun semakin ke depannya.

Saya beri contoh...

Misal kamu menabung di bank 50 juta selama setahun dengan bunga 4% per tahun, ternyata pada tahun tersebut tingkat inflasi 5%. Artinya, nilai uang yang kamu simpan berkurang nilainya sebesar 1%.

Meskipun secara fisik jumlahnya bertambah, namun secara nilai uang tersebut berkurang.

Nah,,,, rugi kan??

Berikut ini saya tampilkan grafik tingkat inflasi 5 tahun terakhir, 2012 s.d 2016.

data inflasi 5 tahun terakhir 2012 sampai dengan 2016

Misalkan pada tahun 2011 saya punya uang Rp 1.000.000, maka nilai uang saya pada tahun...

⇒  2012 inflasi 4.30% menjadi Rp 957.000
⇒  2013 inflasi 8.38% menjadi Rp 876.803
⇒  2014 inflasi 8.36% menjadi Rp 868.478
⇒  2015 inflasi 3.35% menjadi Rp 839.383
⇒  2016 inflasi 3.02% menjadi Rp 814.033

Nilai uang yang kita miliki tidak akan sama lagi.

Hayooo yang masih belum sadar nilai uangnya tergerus oleh inflasi segera cabut dari menabung.

Maka dari itu kita butuh instrumen lain yang pertumbuhan nilainya lebih besar daripada tingkat inflasi.

Jawabannya adalah investasi.

It's not how much money you make, but how much money you keep, how hard it works for you, and how many generations you keep it for.
- Robert Kiyosaki


Memulai Investasi

Teman saya, mbak Anesa Nisa seorang ibu rumah tangga hebat berbagi lima kiat dalam memulai investasi di blognya.

Ke-5 hal ini harus dipahami oleh calon investor, jangan sampai salah memilih produk investasi. Berikut 5 kiat sebelum memulai investasi :

  1. Pahami profil resiko investasi
  2. Tentukan jangka waktu
  3. Ragamkan harta investasi
  4. Lakukan investasi secara bertahap dan berkala
  5. Evaluasi dan lakukan perubahan alokasi bila perlu

Saya akan jelaskan satu per satu setiap poin diatas.
1. Pahami profil resiko investasi
Jenis investasi yang diinginkan oleh banyak orang adalah investasi tanpa resiko dan yang menawarkan keuntungan tinggi.

Namun sayangnya sulit menemukan model investasi seperti itu. Bagaimanapun investasi pasti memiliki resiko.

Tanah dan properti resikonya hampir 0 dan menjanjikan keuntungan yang maksimal. Hanya saja banyak orang yang tidak mampu untuk membeli produk investasi ini karena harganya mahal.

Saya juga belum mampu sepenuhnya investasi jenis ini.

Maka dari itu kita beralih ke investasi surat berharga yang menjadi pilihan favorite dan banyak orang.

Investasi surat berharga punya resiko. Ada low, medium dan high.

Resiko berbanding lurus dengan keuntungan. Semakin kecil resiko, maka kecil juga keuntungannya. Sebaliknya semakin tinggi resiko, maka semakin besar keuntungannya.

resiko investasi berdasarkan return


Saya beri contoh...

Deposito BNI, saya bukan endorse ya

Deposito BNI besaran suku bunga sekitar 5% / tahun. Suku bunga ini tetap, tidak akan berubah sejak awal kamu mendepositokan uang tersebut sampai dengan jangka waktu berakhir.

Nah, kamu langsung bisa memproyeksikan berapa jumlah keuntungan yang didapat diakhir jangka waktu. Tinggal dikalikan saja antara suku bunga dengan uang yang didepositokan.

Apakah mungkin deposito rugi?

Sangat mungkin. Cukup bandingkan antara suku bunga deposito dan tingkat inflasi. Jika inflasi lebih tinggi dari suku bunga maka kamu rugi, berlaku pula sebaliknya.

Suku bunga dikurang inflasi.
5% - 4% (contoh) = 1 %.
Maka keuntungan kamu adalah 1%.

Resiko deposito : low. Reksadana : medium. Saham dan forex: high

Untuk deskripsinya akan saya jelaskan terperinci pada bagian 4 Jenis Investasi di bawah.

Pada bagian ini saya ingin menyampaikan bahwa investasi memiliki resiko. Sekarang dikembalikan ke orang pribadi, berani ambil resiko atau tidak? Ingin untung rendah atau tinggi? Silahkan pilih.

Jika dikelompokan berdasarkan resiko, investor dapat digolongkan menjadi tiga tipe profil :
  • Investor konserfativ (100% defensif)    
  • Investor moderat (60% defensif, 40% agresif)   
  • Investor agresif (30% defensif, 70% agresif)

2. Tentukan jangka waktu
Mudahnya untuk penjelasan jangka waktu, mbak Anesa membuat permisalan investasi sama dengan sapi.

Ada dua pilihan.

Sapi yang digemukkan kemudian dijual atau sapi yang dipelihara untuk diperah susunya.

Sapi yang digemukkan itu ibarat investasi jangka pendek. Kita perlu merawat beberapa tahun saja, jika dirasa cukup maka langsung menjualnya dan dapat profit. Hanya saja setelah menjualnya kita tidak memiliki sapi lagi. Artinya tidak punya investasi, kecuali kita memulai dari awal lagi.

Sapi yang dipelihara untuk diperah susunya disamakan dengan investasi jangka panjang. Kita akan merawat sapi tersebut selamanya (kalau bisa). Hasil perahan susunya ibarat profit investasi yang jumlahnya kecil tapi manfaatnya terasa lebih lama. Bahkan, pada suatu saat kita dapat menjual sapinya juga.

Maka dari itu tentukan tujuan yang ingin dicapai terlebih dahulu, baru bisa diputuskan pilihan waktu investasi, jangka pendek atau jangka panjang.

Saya beri contoh...

Dalam 2-3 tahun kedepan saya akan menikah. Jadi saya akan mempersiapkan investasi untuk dana menikah.

Karena hanya beberapa tahun saja, maka termasuk jangka pendek. Adapun investasi yang cocok adalah deposito atau tabungan emas.

Contoh...

Misalkan saya pilih tabungan emas. Saya menabung emas dengan mencicil 1 gram emas setiap bulan. Nah, disaat hari H, saya tinggal menjualnya saja. Harga emas di masa depan pasti lebih mahal. Seperti menjual seekor sapi yang gemuk.

Sedangkan untuk jangka panjang, di hari saya butuh biaya pendidikan anak-anak dan jaminan hari tua, saya dapat menyiapkan reksadana, saham atau asuransi unitlink. Seperti memanfaatkan hasil perahan susu yang telah disimpan bertahun-tahun.


3. Ragamkan harta investasi
 "Don't put all your eggs in one basket"

Pepatah ini sangat terkenal dalam dunia investasi yang memiliki pengertian untuk memiliki lebih dari satu jenis instrumen investasi.

Misal, jika kamu sudah memiliki satu jenis investasi, sangat disarankan untuk berinvestasi di tempat lainnya. Hindari semua dana yang ada berada dalam 1 jenis investasi.

Jika sudah punya reksadana, silahkan buka tabungan emas, saham atau jenis investasi lainnya.

Silahkan buka jenis investasi yang berbeda, lalu alokasikan dana yang ada. Makin beragam, makin bagus.

Mengapa?

Meminimalkan resiko 
Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan pasar di masa depan. Dengan beragam jenis investasi akan meminimalkan resiko kerugian.

Jika investasi yang satu rugi, kita masih memiliki investasi lainnya yang memberikan keuntungan.
Menyesuaikan kebutuhan
Didasarkan pada poin ke-2 Tentukan Jangka Waktu diatas. Investasi sebaiknya dilengkapi dengan jangka pendek dan jangka panjang.

Setiap orang pasti memiliki tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

Jika kita memiliki beragam investasi, kita dapat mengambil manfaatnya sesuai dengan kebutuhan jenis waktunya.

Misal, kita sudah memiliki tabungan emas dan reksadana. Jika butuh dana dalam waktu dekat, maka kita dapat mengambil tabungan emas saja, sementara reksadana dibiarkan untuk jangka waktu yang lebih lama.  

4. Lakukan investasi secara bertahap dan berkala
Ingat, bahwa investasi itu untuk masa depan. Maka dapat dipastikan hasilnya tidak akan bisa dirasakan dalam waktu dekat. Paling cepat kita dapat merasakan manfaatnya 2-3 tahun ke depan.

Investasi juga dilakukan dalam waktu yang relatif lama. Maka dari itu dibutuhkan kekonsistenan dan harus rela menyisihkan penghasilan untuk porsi investasi selama bertahun-tahun.

Konsisten
Disiplin berinvestasi setiap bulan dan jangan mudah terpengaruh dengan pasar. Jika produk yang diambil low risk, malah tidak perlu khawatir dengan kondisi pasar.

Biasanya yang khawatir itu mereka yang ambil investasi saham. Itupun mereka yang golongan trader bukan investor.

Dengan berinvestasi rutin, kemungkinan terkena imbas kejatuhan market yang dalam semakin kecil.

Dengan berinvestasi rutin, kita bisa mencicil investasi. Kita tidak perlu menyiapkan dana dalam jumlah banyak sekaligus.

Berinvestasi rutin merupakan strategi sederhana dan cukup tepat bagi investor pemula karena tidak perlu memikirkan market timing dalam berinvestasi.

Long term
Risiko berinvestasi tidak dapat dihindari, tetapi pada umumnya dapat diminimalisir dengan lamanya jangka investasi.

Investasi adalah alat terbaik membantu Anda untuk meraih long term goal.


5. Evaluasi dan lakukan perubahan alokasi bila perlu
Jika sudah berinvestasi, maka ini adalah tindakan yang tepat tetapi melakukan evaluasi juga perlu. Kita harus selalu meneliti kembali, apa tujuan berinvestasi, apakah jenis investasi yang dilakukan sudah tepat, apakah uang kita sudah cukup untuk mencapai keinginan.

Inilah ke-5 kiat yang disarankan mbak Anesa Nisa dalam memulai investasi. Kira-kira sudah paham?

Berikutnya saya akan membahas 3 jenis investasi untuk gaji kecil.

Gaji kecil itu berapa ya? Sekitar Rp 5 juta-an kebawah.

Sekali lagi, saya menegaskan bahwa investasi itu sangat mudah dan bisa dimulai dari Rp 5000,-an saja. 

4 Jenis Investasi Menguntungkan Untuk Gaji Kecil

Jika kamu belum menikah, maka ini saat yang tepat untuk memulai investasi. Apalagi yang masih kuliah bahkan SMA.

Berinvestasilah...

Dimulai dari Rp 5000 saja!

Saya memulai investasi surat berharga termasuk telat.  Saat itu saya langsung belajar saham di tahun 2015, memulai di 2016, dan memantapkan diri di 2017. Asuransi unitlink baru saya lakukan di awal tahun 2016.

Sementara itu investasi tanah saya mulai tahun 2014 dan 2015.

Sebelum memulai investasi, pastikan kamu memiliki dana untuk diinvestasikan.

Ya, kalau tidak cukup, langkah nol yang harus kamu lakukan adalah menaikkan penghasilan terlebih dahulu agar memiliki alokasi investasi.

Jika gaji kamu sangat kecil, namun masih mampu menyisihkan lima ribu saja. Selamat, kamu sudah bisa investasi emas!

Jika kamu tidak memiliki porsi investasi, tapi memiliki alokasi menabung. Baiknya, menabung diganti ke investasi saja.

Investasi dilakukan secara rutin setiap bulan. Sebaiknya kamu harus mempersiapkan diri terlebih dahulu, karena penghasilan kamu akan dialokasikan ke investasi selama bertahun-tahun. 

1.Tabungan Emas
Resiko : low
Keuntungan : maksimal

harga emas dari tahun ke tahun
harga emas dari tahun ke tahun


Emas sangat liquid.

Jika uang nilainya berubah karena inflasi, sementara emas nilainya akan tetap sama.

Harganya akan terus naik. Oleh sebab itu emas tetap jadi produk investasi idola dan menjanjikan.

Saya kira kamu tahu tentang investasi emas yang menjanjikan ini.

Yang jadi pertanyaan bagaimana cara investasinya? Emas kan mahal... Masak harus beli 1 gram setiap mau beli. Uang tidak cukup.

Saat ini, produk tabungan emas terbaik yang saya temukan adalah Tabungan Emas Pegadaian. Ini bukan endorse.

Konsepnya sangat sederhana, setiap uang yang ditabung langsung dikonversikan menjadi emas sesuai harga saat itu. Buku tabungannya pun bukan rupiah melainkan gram.

Minimal menabung 0,01 gram. Contoh, harga emas tanggal 16 Oktober 2017 Rp 590.800/gram, maka minimal menabung Rp 5.908 yang akan dikonversi ke 0,01 gram emas.

Syarat buka tabungan emas cukup ktp dan membayar biaya administrasi sebesar Rp 10.000 dan biaya fasilitas biaya titip Rp 30.000/tahun.

Emas dapat ditarik dalam bentuk uang atau dicetak dalam bentuk emas. Tergantung suka yang mana.

Kelebihan tabungan emas. Kita dapat menabung dengan uang yang sangat kecil, seharga 0,01 gram saja. Selain itu fisiknya disimpan di Pegadaian, jadi aman dari kehilangan.

Saya kira ini saja cukup penjelasan tentang tabungan emas. Harga emas dari tahun ke tahun akan meningkat. Resiko juga kecil. Pasti untung.

TABUNGAN EMAS PEGADAIAN


2.Reksadana
Resiko : medium

Berdasarkan pengertiannya...

Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi. 

Dari pengertiannya, kita ambil 3 item penting, yaitu masyarakat pemodal, portofolio efek, dan Manajer Investasi.

→ Masyarakat pemodal adalah kita sendiri yang mengambil produk reksadana. Kita akan menyetorkan sejumlah uang.

Portofolio efek adalah intrumen investasi yang digunakan, bisa saham, pasar uang, obligasi dan lain sebagainya.

Manager Investasi adalah lembaga pengelola reksadana. 

Bagaimana membuka reksadana ? Silahkan mendaftar di bareksa.com, siapkan ktp dan npwp (jika ada), nanti akan dihubungi oleh pihak Bareksa.

Berapa yang harus disetor? Minimal Rp 100.000. 

Satuan yang biasa digunakan dalam reksadana adalah NAB (Nilai aktiva Bersih) dan UP (Unit Pernyetaan).

Untuk lebih jelasnya, begitu perhitungan reksadana...

Saya membeli reksadana AAA senilai Rp 100.000 ketika NAB per UP Rp 1.000.
Rp 100.000/1000 = 100 UP
Maka, UP yang saya miliki sejumlah 100.

Setahun kemudian, NAB per UP reksadana AAA naik menjadi Rp 1.100.

Untuk perhitungan keuntungannya, 
Selisih harga UP dikali jumlah UP. (Rp 1.100 - Rp 1.000) x 100 UP = Rp 10.000

Sebelum melakukan pembelian reksadana, pastikan kamu paham tentang produk tersebut dan cek pertumbuhannya beberapa tahun terakhir.

Reksadana dapat tumbuh negatif ataupun postif. Jadi, resikonya medium.

3.Saham
Resiko : high
grafik ihsg 10 tahun terakhir

Masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa saham itu judi/gambling. Padahal kenyataannya tidak. Mereka tidak tahu cara kerja saham dalam menghasilkan profit.


Memiliki saham layaknya memiliki sebuah perusahaan. Tidak seluruh perusahaan, melainkan sejumlah bagian sesuai jumlah saham yang dimiliki.

Sesuai pengertiannya, saham adalah surat berharga sebagai bukti kepemilikian suatu perusahaan.

Contoh mudahnya seperti ini...

Perusahaan A menjual 50% sahamnya. Lalu kamu membeli 20% saham tersebut. Nah, maka kamu sudah dapat dikatakan sebagai pemilik perusahaan dan 20% bagian adalah milik kamu. Keuntungan yang diberikan pun hanya 20% dari total laba yang diperoleh perusahaan dalam 1 tahun pembukuan.

Dimana beli saham? Di pasar saham.

Bagaimana memulai transaksi? Buka rekening di perusahaan sekuritas. Bawa ktp dan npwp ke perusahaan sekuritas di kota kamu. Bilang saja, mau buka rekening saham.

2 Jenis profit saham
--Deviden
pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki.

Contoh...

Saya memiliki saham A sebanyak 500 lot (1 lot = 100 lembar). Pada tahun 2017, perusahaan membagikan laba sebesar Rp 100/lembar saham.

Total deviden yang saya terima 500 lot x 100 lembar x Rp 100 = Rp 5.000.000

--Perbedaan harga beli dan jual
 
Membeli disaat murah dan menjualnya kembali saat harga naik, maka jadilah profit.

Hari ini saya beli saham A seharga Rp 500, seminggu kemudian harganya naik menjadi Rp 600, lalu saya menjualnya. Maka keuntungan saya adalah Rp 100.

Rp 100 itu keuntungan per lembar sahamnya. Jika saya punya 100 lot, maka keuntungannya menjadi Rp 1.000.000.



Pertanyaanya, mengapa harga saham bisa naik dan turun?

Contoh, perusahaan minyak.
Jika perusahaan ini buka 3 perusahaan cabang yang baru, pasti harga sahamnya ikut naik. Pelaku saham pasti berpikir, dengan 3 cabang yang baru, pasti akan menghasilkan laba lebih besar.

Jika harga minyak dunia naik, pasti harga sahamnya ikut naik. Pelaku saham berpikir, pasti akan menghasilkan laba lebih besar.

JIka perusahaan ini mendapat dana segar dari investor, pasti harga sahamnya ikut naik. Pelaku saham pasti berpikir, dana segar akan mendorong perusahaan membuat inovasi atau meningkatkan produktifitas sehingga menghasilkan laba besar.

Sebaliknya, harga sahamnya bisa turun karena ada pejabatnya yang terlibat kasus, harga minyak dunia turun, salah satu cabangnya mengalami kebakaran, pergantian direksi dan lainnya.

Untuk mempredisksi pergerakan saham berdasarkan kejadian-kejadian seperti contoh diatas dikenal sebagai analisis fundamental.

Harga saham naik atau turun bisa juga disebabkan pengaruh teknikal. Untuk memprediksi pergerakan harganya dikenal dengan analisis teknikal.

Contoh...

Masih ingat pelajaran ekonomi SMA? Saat pembeli lebih banyak dari penjual maka harga naik, sebaliknya saat penjual lebih banyak dari pembeli maka harga turun. Nah, di pasar saham juga berlaku hal ini.

2 Jenis Pelaku Saham
Trader
Pelaku saham yang memperoleh profit berdasarkan selisih harga beli-jual saham. Sifatnya ada harian, mingguan, bulanan, dan 3 bulanan.

Investor
Pelaku saham yang memperoleh profit dari deviden dan menyimpan saham dalam waktu relatif lama, biasanya tahunan. Suatu saat, jika harga saham sudah sangat tinggi, maka dapat menjualnya.

Jika dahulu untuk jual-beli saham mengharuskan kita menghubungi pialang atau broker, sekarang proses jual-beli dapat dilakukan secara online melalui aplikasi pada smartphone atau komputer, dapatkan demo trading saham gratis dengan modal virtual pada tulisan saya Simulasi Trading Saham.

Menabung saham bagi penghasilan kecil
Bagi yang gaji kecil, saya sarankan untuk menjadi investor saja. Membeli saham dengan mencicil setiap bulan tergantung harga sahamnya. Harga saham di pasar modal beragam, mulai dari Rp 50 s.d Rp 50.000/lembarnya. Minimal pembelian 1 lot.

Setelah membeli saham, simpan selama 5 hingga 10 tahun. Setiap tahun kamu akan kebagian deviden dan suatu saat butuh dana, maka dapat menjual sahamnya langsung.

Belilah saham perusahaan yang sudah mapan, misal Unilever atau Indofood. Kita tahu  kedua perusahaan raksasa ini memproduksi barang kebutuhan sehari-hari yang tak bisa dihindari keberadaannya dan memiliki konsumen setia.

Kunjungi Belajar Investasi Saham untuk belajar lebih lanjut.

4. Asuransi Unitlink
Resiko : Low
Keuntungan : Medium
Masih banyak orang yang tidak mau mengambil produk asuransi. Pasalnya, mereka tidak tahu kinerjanya.
Ada yang komplain, kok dapat segini? Kan saya nyetor tiap bulan segini.

Ada pula yang merasa rugi karena di  awal mengambil asuransi tidak membaca syarat dan ketentuannya.

Tergantung jenis asuransi yang diambil. Jika ambil kesehatan, jangan harap duitnya kembali, tetapi akan bermanfaat saat jatuh sakit. Jika ambil jiwa, tunggu hingga meninggal lalu uang pertanggungannya bisa cair. Eh, tapi kini asuransi tidak se-flat itu kok.

Sekarang banyak asuransi menggunakan unitlink.

Unitlink artinya sebagian dana dialokasikan ke investasi melalui reksadana, pasar uang atau saham. Hasil investasi yang terbentuk dapat diambil oleh pemiliknya.

Saya kurang mengetahui tentang produk-produk asuransi, tetapi saya akan berikan satu contoh asuransi yang menurut saya menguntungkan, tidak ribet, dan mudah dipahami.

Saya ambil asurasi jiwa dan investasi.

Saya bayar pertahun sebesar Rp 5.000.000 atau Rp 417.000/bulan.

Asuransi jiwanya Rp 100.000.000. Jika saya meninggal maka otomatis asuransi jiwa ini bisa diklaim dan diberikan ke ahli waris.

Alokasi dana, Rp 4.000.000 sebagai kontribusi dasar, Rp 1.000.000 sebagai investasi.



alokasi berkah savelink
Contoh alokasi dana asuransi unitlink syariah


Setiap tahun, kontribusi dasar yang Rp 4.000.000 tersebut akan dipotong sebesar 70% (lihat tabel) pada tahun pertama untuk pengelola, 30% (lihat table) dialokasikan ke investasi. Bisa dibilang potongan tersebut sebagai fee untuk pengelola.

Perhitungan investasi tahun pertama :
Rp 4.000.000 x 30% + Rp 1.000.000 = Rp 2.200.000

Sejumlah Rp 2.200.000 akan diinvestasikan.

Pada tahun ke-2, dipotong 65% (lihat tabel) dan seterusnya hingga tahun ke 5 dst sampai akhirnya yang dipotong 0%, semua uang yang kita setor akan dialokasikan ke investasi.

Dari hitung-hitungan ini kita dapat seperti ini :

Asuransi jiwa + nilai investasi yang terbentuk.

Rp 100.000.000 + nilai investasi yang terbentuk.

Makin lama kita menyetor, tentu nilai investasi yang terbentuk semakin besar (jika kondisi ekonomi stabil) bukan?

Maka dari itu saya katakan bahwa asuransi unitlink itu untung. Nilai investasi yang terbentuk bisa diambil oleh pemiliknya.

Bagaimana cara mendaftar? Cukup cari produk di perusahaan asuransinya saja atau temui agennya.

Penutup

Investasi lebih baik daripada menabung karena menghasilkan return yang tinggi.
Perhatikan kiat-kiat sebelum berinvestasi
Ada 3 jenis investasi menguntungkan untuk gaji kecil, yaitu tabungan emas, reksadana dan saham.
Jangan lupa tinggalkan komentar untuk berdiskusi atau hubungi saya melalui email.


Catatan :
Islam melarang bunga karena termasuk riba. Penyebutan kata bunga atau suku bunga pada tulisan ini hanya untuk memudahkan penyampaian saja agar mengerti.

Saya sendiri mengambil produk-peroduk investasi syariah.

Image source :
  1. http://www.bluehavencapital.com (header image)
  2. http://www.goldprice.org (grafik emas)
  3. http://www.ihsg-idx.com (grafik IHSG)

Artikel Blogger Finansial dan Pekerjaan Lainnya :

25 komentar:

  1. Lengkap sekali semua dikupas tentang perencanaan keuangan dan jadi pengen untuk berinvestasi dan terima kasih informasinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. berinvestasilah segera, lebih cepat lebih baik lho

      Hapus
  2. dari dulu aku pengen banget maen saham
    tapi gak paham2
    tak book mark dulu siapa tahu bisa jadi acuan
    tfs

    BalasHapus
    Balasan
    1. nanti akan saya buatkan yang lebih lengkap panduan saham untuk pemula

      Hapus
  3. Pengen ikut reksadana. Masih baca2 info soalnya maunya jangka panjang gitu. Apalagi katanya mulai 100 rb, murah kan? Izin suami dulu lah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, jangka panjang lebih baik di reksadana saja. Benar sekali bisa dimulai dari Rp 100k, daripada ditabung mending ikut RD saja.

      Hapus
  4. Memang ya, kalau dipikir-pikir, nabung uang di bangk itu rugi, ya itu masalahnya, nalai yang semakin tidak ada harganya. Sedangkan potongan administrasi semakin besar saja, sedangkan bunganya tidak cukup untuk menutupi potongan adminitrasi tersebut. Lebih aman atau malas-malasnya, investasi emas lebih menarik kalau buat saya. Kalau saham, harus pintar-pintar memprediksi keadaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. investasi emas juga pilihan yang bagus mas, daripada menabung. yahh, kalau bisa ditabungan cuma tempat uang "lewat" saja, sementara menabungnya di instrumen investasi

      Hapus
  5. tertarik sih tapi masih takut untuk memulainya hehehe aku belum punya keyakinan mainin saham hahaha

    BalasHapus
  6. saya nabung emas di Pegadaian, walau dikit2 tapi lebih nyaman investasi di sini :D nice article

    BalasHapus
  7. kerja sambil berbisnis memang menyenangkan lah, selain memiliki gaji income sebagai gaji tepat setiap bulannya, adakalanya memiliki gaji pasif income, maksudnya kita tidak bekerja tapi tetap memiliki penghasilkan dari investasi atau meletakkan modal kita atau berinvestasi di tempat orang lain, bisa juga membeli saham dll..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah saatnya memulai, mau tidak mau, kita akan menghadapi masa depan yang mana butuh investasi

      Hapus
  8. jadi pingin investasi cepat-cepat :D

    BalasHapus
  9. terimakasih infonya.
    saya berminat membangun kerjasama dgn perusahaan tertentu, tapi blm tau caranya. mungkin ada info/masukan untuk saya memulai nya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kerjasama dalam bentuk apa ya? mohon di perjelas kakaa

      Hapus
  10. Ternyata, inflasi bisa sangat berpengaruh kepada jumlah uang yang kita tabung ya, mas.

    Dari semuasemua jenis investasi di atas, saya kok rasanya lebih condong ke menabung emas ya. Sementara ini, saya mencoba investasi ke pertanian mas. Lumayan, bisa dapat uang per musim.

    Kedepan, akan saya coba salah satu dari beberapa investasi yang mas share tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. investasi emas memang pilihan favorite, soalnya investor ga pusing memikirkan pasar, tinggal beli emas, lalu simpan. kapan dibuthukan tinggal dijual saja

      Hapus
  11. Blognya baru ya MAS! Baru lihat lagi nih!

    BalasHapus
  12. Nggak hanya menabung secara konvensional, investasi instrumen pasar modal juga perlu untuk memaksimalkan return yang diharapkan. Thanks buat sharing komprehensifnya, mas.

    BalasHapus
  13. Satu hal dalam investasi yg ditakutkan adalah >> bangkrut!

    BalasHapus
  14. Artikelnya keren, jadi semakin faham tentang investasi.
    Harus segera action, biar tidak terlambat untuk berinvestasi

    Thank you Gan :)

    BalasHapus
  15. Saya orang yang sangat awam soal investasi, setelah membaca postingan ini jadi mulai punya gambaran seperti apa investasi yang baik itu.

    Terimakasih mas atas sharingnya.

    BalasHapus
  16. Bener banget Mas, nabung emas kalau diitung-itu memang lebih menguntungkan karena harganya gak bakalan turun. Kalo nabung duit kena inflasi. Nabung emas juga minim risiko, bisa dicicil lagi. Aku juga sudah mulai nabung emas sejak beberapa tahun lalu. Hehe

    BalasHapus
  17. investasi emas dari dulu sampai sekarang memang paling menjanjikan ya. thanks. nice threat :)

    BalasHapus

Komentar spam tidak akan di-approve.

Copyright © 2017 Blogger Finansial dan Pekerjaan by Sabda Awal