Empat Tahun Bekerja Sudah Punya Apa?

Artikel terkait : Empat Tahun Bekerja Sudah Punya Apa?

Ini tulisan pertama saya, agak deg-degan. Sebenarnya saya memberanikan diri untuk menulisnya. Bisa dilihat dari judulnya saja sudah menantang...

...apalagi saya sebagai penulisnya....mefmikirkan cara yang tepat untuk menyampaikan curhatan pertama ini.

*tarik nafas*

Saya tulis ini di bulan Oktober 2017 genap sudah 4 tahun bekerja, tepat pula saya menginjak usia ke-24 tahun.

*Selamat hari lahir* 

Saya bekerja di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, pada salah satu kantor pelayanan di Sumatera Utara. Bea Cukai sendiri dibawah naungan Kementerian Keuangan. Untuk bisa masuk ke instansi ini, dulu saya menghabiskan 10 bulan belajar di Kampus STAN untuk meraih gelar Diploma I.

Saya wisuda tahun 2012. Secara resmi bekerja 1 Oktober 2013.

sistem pangkat dan golongan bea cukai

"Empat tahun bekerja sudah punya apa?"
Pertanyaan ini sangat menyudutkan diri. Saya sendiri bercermin pada diri sendiri,- saya sudah punya apa?

Tulisan ini bukan bercerita tentang saya, bukan juga tentang Anda, tetapi ini tentang kita...

...kita yang sudah bekerja selama beberapa tahun... sudah punya apa? 

Memang sih ukuran kebahagian itu bukan berapa banyak uang atau harta yang kita kumpulkan, tapi terkadang muncul pertanyaan menggelitik : selama kerja saya sudah punya apa saja?

Bukan soal berapa banyak, kadang miris juga : lha gaji selama ini yang dikumpulkan kok tidak kelihatan ya? Kemana aja larinya?

Perbandingan Saya

Saya sudah bisa menebak, pasti nanti akan ada yang membandingkan antara pekerjaan saya dengan orang lain.

Hmm, mereka berdalih,"Anda enak, gajinya besar, lha kami? Jangan coba banding-bandingkanlah".

Saya membenarkan. Mungkin untuk level pekerja yang sama, gaji saya termasuk besar...Ada gaji pokok, tunjangan, tunjangan khusus, uang makan, uang lembur dan tunjangan lainnya. *abaikan ini*

Jadi benar bahwa gaji saya besar. tapi...
Apakah Anda pernah punya teman satu pekerjaan dan memulai bekerja bersama, tetapi kemudian di tahun ke 4 si teman sudah punya A, B, C, D dan E, sementara Anda tidak punya apa-apa.

Ingat, gaji sama, pekerjaan sama, waktu mulai kerja sama. Lalu kenapa hasilnya bisa berbeda?

Hey kawan, ini bukan soal besarnya gaji, tetapi seberapa pandai Anda.

Ada juga yang bilang,"Anda ASN, gaji tetap, pensiunan ada, lha kami? Jangan coba banding-bandingkanlah!

*ASN (aperatur sipil negara) a.k.a PNS* 
Pernah tidak mendapati seorang yang sama-sama ASN, tetapi yang satu banyak hutang, yang satu finansialnya baik-baik saja? Yang satu pensiunannya kesulitan, yang satu pensiunannya merasa nyaman?

Pernah tidak mendapati seorang yang bukan ASN tetapi memiliki kehidupan yang lebih baik daripada ASN padahal berada pada level pekerja yang sama?

Ini bukan soal status ASN, swasta atau freelance, tetapi soal kepandaian mengatur uang hingga masa tua, kawan! Empat tahun bekerja sudah punya apa?

Pertama, saya mau mengajak pembaca untuk menyamakan pandangan bahwa pekerjaan itu bukan soal besaran gaji, status maupun jabatan, tetapi soal kepandaian.

Jika setuju, silahkan baca selanjutnya. Jika tidak maka Anda butuh pelukan. 

Perbandingan Margin

Ada satu perbandingan lagi yang tidak boleh dilewatkan, yaitu perbandingan margin.

๐Ÿ‘‰Tingkat keberhasilan yang disesuaikan dengan batasan maksimum.

Saya tahu, Anda tidak paham dengan yang diatas. Saya berikan satu contoh...

Misal, saya memiliki penghasilan 3 juta/bulan, sementara si B bergaji 10 juta/bulan. Kami berada dilevel pekerja yang berbeda, status yang berbeda dan jabatan yang berbeda. Tetapi kami memiliki satu kesamaan, yaitu pandai mengatur penghasilan.

Di tahun ke 4, saya berhasil membeli sepeda motor, sementara si B berhasil membeli mobil.

Apakah saya gagal sementara B berhasil?

Jawabannya kami sama-sama berhasil. Saya mencapai batasan (kemampuan) maksimum untuk membeli sepeda motor dengan tingat keberhasilan maksimal. Begitu juga dengan si B yang membeli mobil tingkat keberhasilan maksimal.

Saya tidak bisa paksakan untuk dapat mobil dengan kemampuan dan jangka waktu seperti itu, karena sudah mencapai batasan maksimum. Walapun yang dihasilkan berbeda, antara sepeda motor yang nilainya lebih kecil dari pada mobil, namun tingkat keberhasilan sama-sama maksimal.

๐Ÿ‘†Inilah yang saya maksud dengan perbandingan margin.

Bagaimana jika tiba-tiba saya dapat hadiah Rp 100juta yang saya gunakan usaha sehingga penghasilan saya menjadi 15 juta/bulan, lalu pada tahun ke-4 saya berhasil membeli sepeda motor dan mobil?

Tetap saja, tingkat keberhasilan maksimal. Bukan dari barang apa yang dihasilkan, tetapi tingkat keberhasilan maksimal saat mencapai batasan maksimum.


Bagaimana mengetahui tingkat keberhasilan dan batasan maksimum? Silahkan bandingkan sendiri dengan orang lain. Maka kita bisa menafsirkan level keberhasilan.

Pada kenyataanya tidak ada nilai pasti untuk tingkat keberhasilan dan batasan maksimum. Kita sendiri yang tahu dengan dasar perbandingan dengan orang lain. Biasanya diungkapkan dengan perkataan seperti ini...

"Ternyata saya lebih berhasil dari fulan." atau "Saya lebih sukses dari fulani."

 Jika tidak setuju, silahkan tinggalkan komplen di kolom komentar. 

Fakta Bekerja

Saya pernah melontarkan pertanyaan bodoh, "apa bisa seseorang tidak perlu bekerja?" Berdiam diri dirumah dan kemudian dia merasa tidak nyaman karena menganggur.

Pada kenyataannya setiap orang di dunia wajib bekerja. Sekalipun bagi orang-orang terkaya di dunia, mereka tetap bekerja.

bekerja sudah menghasilkan apa saja

Sebut saja Mark Zuckeberg si pendiri Facebook. Apakah dia punya uang? Ya, banyak sekali bahkan dapat menyokong beberapa generasi setelahnya. Lalu kenapa dia masih bekerja? Dia masih datang ke kantor, menghadiri rapat, dan mengevaluasi perusahaanya.

Jack Ma yang memiliki Ali Baba group, apakah dia bekerja? Ya, dia masih tetap bekerja.

Fakta, sekaya apapun orangnya, dia tetap bekerja.

Minimal dia mengecek kondisi perusahaannya, mengarahkan para pimpinan perusahaan dan kegiatan lain yang bersifat managerial.

Bagaimana dengan ini?
Misalkan, saya memiliki uang 5 milyar, lalu saya mendepositokannya. Dari deposito tersebut saya dapat uang setiap tahun yang dapat memenuhi biaya sehari-hari. Saya tidak punya pekerjaan, hanya deposito itu saja. Apakah saya termasuk bekerja?

Jawabnya iya, saya bekerja. Saat akan mendepositokannya, saya 'bekerja' memilih deposito terbaik. Lalu saya 'bekerja' mengajukan deposito ke bank. Saya bekerja beberapa kali untuk mendapatkan penghasilan selamanya.

Mulai paham sekarang? Ada orang yang bekerja setiap hari untuk mendapatkan penghasilan secara mingguan/bulanan. Ada orang yang bekerja satu kali untuk mendapatkan penghasilan selamanya. Satu kesamaan, yaitu tetap bekerja.

Jika ditanya pekerjaannya apa, jawabnya adalah saya seorang investor.



why i go to work



Ada empat alasan kenapa sekarang kita bekerja. Berdasarkan pengamatan, kedudukan pertama ditempati dengan alasan untuk dapat penghasilan.

Mendapat penghasilan
Umumnya orang-orang berpikir alasan utama kita bekerja adalah untuk mendapat penghasilan.

Benar!

Saya sendiri bekerja karena alasan tersebut. Bayangkan apabila kita bekerja tanpa dibayar. Cihhh, saya tidak rela buang tenaga hingga lelah selama 4 minggu tanpa feedback (gaji) sama sekali, hehe.

Mending berburu ke hutan. Berlelah-lelah, mencari kelinci untuk dimakan.

Mencapai tujuan
Melalui penghasilan yang didapat, kita akan mencapai tujuan yang diinginkan. Misal, tujuan untuk makan, dapat tempat tinggal, beli pakaian, menikah, membangun rumah, membeli mobil dan hal-hal bersifat material lainnya. Semua itu adalah bentuk tujuan.

Ada juga bentuk tujuan sosial dan spiritual, dimana kita ingin membantu orang lain yang membutuhkan.

Agar diakui
Label pengangguran yang melekat pada seseorang itu tidak enak bukan? Sebisa mungkin pasti menghindari dari kata menganggur. Dalam lingkungan masyarakat mengganggur pasti mendapatkan stigma negatif.

Tak bisa dipungkiri, kadang keluarga juga ikut malu karena label ini.

Kalau di Medan, mamak bisa marah, "Kerjalah kau nak, ngapain kau di rumah aja. Ngga ada rupanya yang bisa kau kerjakan diluar sana!"

Maka dari itu tidak jarang kita mendengar kata,"Eh, si fulan itu sudah kerja lho sekarang."

Memenuhi tanggung jawab
Saat ini yang terpikirkan oleh saya, alasan yang ke-empat ini untuk orang-orang kaya yang memiliki perusahaan besar. 

Mereka tetap bekerja, datang ke kantor, memenuhi rapat, dan mengerjakan kegiatan yang bersifat managerial semata-mata untuk memenuhi tanggung jawab sebagai bos sekaligus pemilik perusahaan.

Jika Anda memiliki alasan lain mengapa Anda berkerja, silahkan tinggalkan komentar dibawah. 

Oke, kita kembali ke... 4 tahun kerja sudah punya apa?

Untuk ukuran lama bekerja boleh berapa saja. Boleh kurang dari 4 tahun, ataupun lebih. Saya akan coba membantu menghitung, apa yang sudah kita punya selama bekerja.


Pertama, apakah memiliki tabungan?
Bukan hanya rekening tabungan, tapi juga ada uang didalam rekening tersebut, hehehe.

Jika sudah kerja beberapa tahun, tetapi tidak memiliki tabungan. Wah ini pertanda bahaya. Wajarnya 10-20% porsi gaji harus dialokasikan untuk tabungan. Yahhh, kalau pun tidak bisa, 5% atau lebih rendah dari itu harus tetap ditabung.

Kemudian, frekuensi menabung. Jika tidak pernah maka ini pertanda buruk. Jika pernah, Alhamdulillah. Sebulan sekali ketika gajian? atau frekuensi lainnya?

Apakah rekening tabungan bersatu dengan rekening gaji?
Jika iya, berarti salah. Kita tidak dapat membedakan mana tabungan dan mana gaji. Tau-tau sudah terpakai semua.

Rekening tabungan harus dipisah. Silahkan buat rekening tabungan yang berbeda ya...

Kedua, apakah memiliki utang?
Jika Anda tidak memiliki utang maka pertanda baik, jika iya saya mulai sedikit khawatir.
 
Memiliki utang itu sah-sah saja. Tapi kita lihat dulu tujuannya untuk apa.
Jika utang untuk keperluan membeli rumah, tanah, ruko atau keperluan usaha, maka ini pertanda baik. Karena yang saya sebutkan tadi termasuk investasi.

Namun, jika utang digunakan untuk kredit suatu barang, misal mobil. Ini sebenarnya pertanda tidak baik. Selain Anda mencicil dengan uang yang lebih, harga mobil akan turun di masa depan.

Ketiga, apakah memiliki asuransi?
Asuransi masih cukup awam bagi sebagian masyarakat. Untungnya hadirlah BPJS sebagai asuransi pemerintah yang mampu memberikan pemahaman ke berbagai lapisan masyarakat bahwa asuransi itu sangat penting.

Lihat saja banyak masyarakat terbantu dengan kehadiran BPJS ini. Semua biaya berobat ditanggung BPJS, padahal kita hanya membayar bulanan yang nilainya kecil.

Apakah Anda yakin asuransi itu penting?

Saya sendiri mengambil asuransi kesehatan, jiwa dan investasi dalam 1 produk asuransi. Saya sadar bahwa tidak semua penyakit mampu di back up oleh BPJS. Dari itu saya memilih asuransi kesehatan.

Sementara itu, kenapa ada jiwa-nya. Hmmm.... agar bisa diwariskan saja ke ahli waris. Sedangkan bagian investasi, untuk masa depan suatu hari saya butuhkan, bisa saya ambil kembali.

Keempat, apakah memiliki investasi? 
Investasi dapat berupa apa saja yang penting nilainya tumbuh terus-menerus.

Misalkan tanah yang harganya tidak pernah turun.

Rumah,- orang-orang menyebut ini juga investasi, karena jika dijual dimasa depan pasti harganya makin mahal. Tapi Robert T Kiyosaki memasukan rumah dalam kategori beban. Mengapa?

Rumah yang dimaksud beban itu adalah rumah yang ditempati yang mana kita mengeluarkan biaya-biaya untuk merawatnya dan tujuan awal membeli rumah tersebut memang untuk ditinggali bukan dijual. Sedangkan rumah yang tidak ditempati baru bisa dikatakan sebagai investasi. Dalam hal apapun rumah yang tidak ditempati dapat dijual kapan saja.

Bagi saya dan orang-orang yang gajinya tidak seberapa, tentu untuk membeli tanah atau rumah sangat berat.

Tenang saja, tersedia juga investasi yang lebih ringan dan mudah. Kita bisa memilih deposito, reksadana, saham, obligasi, investasi emas, hingga produk asuransi investasi.

Dengan biaya yang ringan kita menyerahkan ke lembaga tertentu, lalu mereka mengolahnya hingga nilainya tumbuh terus dan terus.

Baca selengkapnya 4 Jenis Investasi Menguntungkan untuk Gaji Kecil.

*** 
Inilah ke empat indikator yang saya gunakan untuk mengetahui kita sudah punya apa setelah beberapa tahun bekerja.

Mengapa kendaraan dan gadget tidak saya jadikan sebagai indikator?  Padahal nilainya cukup besar saat dibeli bukan? Malah sekarang di SPT tahunan kendaraan dan gadget dimasukkan ke kolom harta. hehehe.

Saya punya laptop harga Rp 7 juta saat pertama kali membelinya. 2 tahun berlalu, saya hanya mampu menjualnya di harga Rp 2,3 juta saja. Nilai gadget ini hilang hingga 60% dalam 2 tahun.

Begitu juga dengan kendaraan, nilainya pasti hilang dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi bagi yang beli kendaraan dengan kredit. Bukan harta yang bertambah, tetapi utang yang bertambah.

Maka dari itu kendaraan dan gadget bukan indikator "sudah punya apa".
Kira-kira bagaimana dengan Anda? Sudahkan memiliki sesuatu. Jika sudah maka ini adalah langkah yang baik. Jika belum, maka lakukan dengan segera dimulai dari tabungan.

Bagaimana dengan saya? 
Saya memiliki tabungan

Saya memiliki utang untuk usaha 

Saya memiliki asuransi

Saya memiliki investasi berupa tanah. Saya sudah pernah dan masih tabungan emas, saham dan asuransi investasi. Dilain kesempatan saya akan berbagi produk-produk ini.

Ada satu hal penting yang saya tidak punya....
...yaitu, istri ๐Ÿ˜…. InsyaAllah disegerakan dan ketemu jodoh yang menerima saya dan keluarga saya apa adanya. Amiiin.
*jadi curhat soal jodoh*

Jika level pekerja Anda lebih tinggi dari saya, tentu Anda memiliki lebih banyak dari apa yang saya miliki.

Sebaliknya...

Jika level pekerja Anda lebih rendah, tentu Anda memiliki lebih sedikit dari apa yang saya miliki dan tidak menutup kemungkinan sama atau malah lebih banyak dari saya.

Ingat kembali soal perbandingan margin. Kita semua sama-sama berhasil meskipun nilai yang dihasilkan berbeda.


***
Sekian curhat saya pada postingan pertama ini. Jika suka dan bermanfaat silahkan dishare agar orang lain juga mengetahui hal ini.

Jangan lupa tinggalkan komentar, lalu kita berdiskusi ria atau kontak saya via sosmed. Salam pekerja!


Image source :
1. https://www.webershandwick.com (gambar header : kerja)
2. http://archleague.org (why i go to work?)

Artikel Catatan Finansial PNS Muda Lainnya :

63 comments:

  1. Nice post gan, saya punya semuanya kecuali hutang, karena saya menikah tanpa hutang jadi hidup saya tenang. Karena baru lahiran, saya enggak kerja dulu tapi berkarya dari rumah, rezeki tetap ada karena saya berdoa agar dikejar duit halal dan berkah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahh, bagus mbak tanpa hutang. kebanyakan sekarnag kan yang berumah tangga punya cicilan. hidup tenang memang nyaman

      Delete
  2. wuih mantap kang ini berasa digampar bolak balik nyungsep kerja uda pny apa?hahaha
    smg segera ketemu jodohnya ya enak ni dh pny calon visoner uda siapin everything ๐Ÿ‘

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan dibikin rencana keuangannya mbak biar tujuannya bisa tercapai.

      amiin, semoga jodoh saya cepat dipertemukan

      Delete
  3. Kebahagiaan terletak di dalam hati.. eaa...

    Semoga segera di pertemukan jodohnya gan..

    ReplyDelete
  4. saya kerja empat tahun juga dan memang tidak beli motor, tapi mulai punya tabungan investasi dan bisa membeli laptop sendiri.... alhmadulillah yang penting berkah ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangat investasi nya mbak,s emoga terus konsisten. alhamdulillah berkah

      Delete
  5. saya sudah 8 tahun kerja dan kalau ditanya sudah punya apa, saya menjawab sambil tersenyum "Alhamdulillah semua yang saya butuhkan sudah terpenuhi"

    ReplyDelete
  6. Saya punya cita2 nanti anak saya bisa masuk STAN dan jadi pegawai pajak. Soale kan ikatan dinas, masa depan cerah gitu. Hihi... Kalau diingat2 empat tahun kerja saya udah bisa punya motor sendiri, tapi belum bisa beli rumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh mbak diarahkan anaknya jadi pegawai pajak. cerah si cerah mbak, tapi harus siap konsekuensinya juga, seperti beban kerja berat dan pola mutasinya/

      semangat mbak, semoga rumahnya bisa tercapai

      Delete
  7. Empat tahun kerja udah jalan-jalan ke mana aja? Hehehe, thanks for sharing, mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya belum jalan2 mbak, hehe jadi maluu... nanti deh pas sama pasangan kita backpakeran

      Delete
  8. Sebenarnya kesukesesan itu hanya diri sendiri yang tahu. Sedangkan orang lain hanya melihat dari luarnya, apa yang kita pakai dan apa yang kita beli.
    Semakin besar penghasilan, gaya dan kebutuhan hidup akan berbeda.
    Intinya, bersyukur sajalah, jangan terjebak dengan gaya hidup yang terlalu wah.

    ReplyDelete
  9. Wahhh ini postingan pertama di blog? Keren amat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa postingan pertama di blog baru, hehe makasih yakkk

      Delete
  10. Alhamdulillah kalau diingat-ingat, diluar ekspektasi. Banyak hal luar biasa yg diraih selama ini.

    ReplyDelete
  11. aku bekerja dua tahun aja. heheeh. abis itu nikah :p
    suskes terus ya di bea cukai. tahan godaan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. enak mbaknya dinikahi, lah saya menikahi, mesti perisapan dana dulu, hehe...

      amiin semoga sukses terus saya mbak, godaan syaiton yang terkutuk

      Delete
  12. belum dapat apa2 tapi sudah dapet niatan buka ushaa sendiri
    gpp, hehe
    semoga cepet nikah mas. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga usahanya lancar jaya mas, dimudahkan dan disegerakan buat saya yang masih sendiri ini

      Delete
  13. Wah bener banget mas, aku abis baca ini baru mikir aku kerja udh dpt apa aja... �� makasih udh ngingetin... jadi semangat untuk kerja keras lg buat inves...

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa dimulai dari membiasakan menabung, jika sudah terbiasa lakukan investasi mbak

      Delete
  14. Tulisan yg bagus banget nih...meskipun belum selsei baca tapi saya sangat tertarik dengan tulisan ini,thx for sharing Gan...

    ReplyDelete
  15. Hmmm dapat pengalaman kerja, dapat rekan kerja dan ya tergantung tempat dimana kita bekerja. Saya sempat dua tahun kerja jd honorer dengan gaji ya gitulah besarnya di bawah gaji seorang buruh, asisten rumah tangga mau pun baby sitter, nggak ada tunjangannya pula... jd dengan gaji segitu dan dengan biaya hidup yg kian melunjak, bisa dapat apa ya... hehe etapi besarkecilnya gaji yang penting tetap disyukuri saja lah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bersyukur adalah konsep menjadi kaya mbak, jadi apapun kita yang penting halal

      Delete
  16. Bener banget! Orang bekerja bukan hanya karena ingin mendapat penghasilan. Tapi juga karena ingin mewujudkan mimpi, bersosialisai juga (mungkin) kareng ingin di akui :) Dan semoga di usia yang bertambah, semakin sukses, sehat selalu juga segera menimang jodoh ya mas ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya aminnkan untuk doa yang terakhir ya mbak, semoga segera bertemu dengan jodoh, amiin

      Delete
  17. nice info, sedikit kritik untuk EYD saja ya :)
    "apa bisa seseorang tidak perlu bekerja?" Berdiam diri dirumah
    => penulisan dalam tanda petik berupa kalimat langsung harusnya diawali huruf kapital,dan jangan lupa setelah awalan 'di+keterangan tempat' harus dipisah penulisannya. Jadi "Apa bisa seseorang tidak perlu bekerja?" Berdiam diri di rumah.

    ReplyDelete
  18. Nah iya beneeer. Percuma gaji gede tapi gabisa ngatur uangnya dengan baik, kadang kan suka bablas gitu ya kao punya gaji gede, keasikan ngabisin uang untuk ini itu sampe akhirnya lupa nabung dll. Hihii. Makasi sharingnya ya maaaas.. Diaminkan juga doanya, semoga tahun depan sudah bertemu jodoh terbaiknya yaaaa.. Aaaaaminnn

    ReplyDelete
  19. Saya juga baru 4 tahun bekerja
    dan alhamdulillah ada sedikit yang bisa saya banggakan
    walaupun bukan materi yang melimpah, setidaknya ada tujuan yg sdh saya capai dari bekerja.
    Dapat teman dan rekan kerja yg sekarang menjadi jembatan buat saya memulai sedikit bisnis kecil kecilan..

    Yang penting memang cara kita memanage keuangan, sebesar apapun gaji kita jika tidak bisa memanage akan habis juga.
    gaji besar pengeluaran besar, itulah yg akan terjadi
    saat memiliki gaji besar godaan untuk belanja, makan di tempat mewah, gaya hidup pun ikut tinggi. Konsumsi kadang bukan lagi sesuai kebutuhan malah melebihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mas, teman dan rekan kerja adalah kebanggan saat bekerja, mereka bisa dijadikan andalan, baik itu teman, sebatas partner, jembatan bisnis, sampai jodoh..

      Sesuai dengan hukum ekonomi, makin besar pendapatan makin besar juga pengeluaran, tapi jika bisa kita tabung, jangan sampai kebablasan

      Delete
  20. Udah nggak kerja kantoran lagii. Sekarang kerja dari rumah aja. Tapi blm punya tabungan khusus dari uang hasil kerja di rumah. Nextnya mau punya deh ��

    ReplyDelete
  21. Masa bekerja yg sama dan tingkat penghasilan yg sama tetap bisa menghasilkan output yg berbeda. Kuncinya di manajemen keuangan pibadi.

    ReplyDelete
  22. Boleh juga nih, kudu punya tabungan khusus yang terpisah.
    Setuju. Intinya mengatur keuangan dan banyak-banyak bersyukur.

    ReplyDelete
  23. salam kenal mas dari saya. izin bertanya ya mas, bolehkah menikah dengan sesama pegawai bc? atau ada gak syarat untuk menikah dengan sesama pegawai bc ?
    terima kasih :)

    ReplyDelete
  24. Mas kalo pegawai bc yang mau married itu ada aturannya gak sih?
    Misalnya harus ngabdi dulu berapa tahun atau bebas-bebas aja?
    Dan kalo gak salah baca , di artikel selanjutnya pegawai bc itu gak langsung jadi PNS?
    Lalu berapa lama diangjat sampe jadi PNS?
    Waktu tiap orangnya beda-beda ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bebas mau nikah kapan aja kok,
      Pengangkatanan antara 5 s.d 12 bulan biasanya

      Delete
  25. Wah tema yang diangkat menarik nih kak. Aku jadi belajar banyak dari tulisannya. Kemudian jadi nanya ke diri sendiri, dua tahun kerja udah dapet apa aja? Baru jalan-jalan ke mana-mana doang hehe. Mesti mulai memikirkan investasi ke depannya nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mantep deh kalau udah jalan2, saya sndiri belum jalan kemana2 rencana nanti sewaktu berkeluarga, bareng istri jadi lebih romantis aja rasanya dan bisa dinikmati berdua

      Delete
    2. Wah keren tu, tunggu moment yang pas untuk jalan" bareng orang yang halal nantinya ๐Ÿ˜„

      Delete
  26. Salam kenal dari saya mas. nice post,,
    saya suka sekali dengan tulisan ini. karena ceritanya ternyata juga berisi motivasi (untuk semangat kerja agar tetap memiliki penghasilan) dan juga warning (rajin menabung untuk masa depan). bahwa kerja itu gak cuma dapat capeknya aja tp juga berkahnya. alhamdulillah
    dari tulisan ini saya juga akhirnya bisa berpikir banyak kedepannya untuk masa depan saya nanti. walaupun saya juga perempuan (yang nantinya juga kehidupan saya akan ditanggung dengan suami) tp saya juga sebagai permepuan harus bisa berpikir panjang untuk memanage keuangan. apa lagi saya orangnya kurang bisa pintar memegang uang (agak boros) hihihi
    terimakasih buat sharingnya (sering2 aja ya buat tulisan gini) hehe

    ReplyDelete
  27. 4 tahun bekerja bekerja? Saya punya 2 anak hehe... Becanda bang. Kalo dari materi, punya motor yg cicilannya udah lunas, tanah kavling dg cicilan, lunas setahun kemudian, terus ngebangun rumah, ogah beli perumahan jadi, karena lokasi pasti jauh dari pusat kota. Intinya mah, kalo udah kerja, boleh bersenang2, boleh membahagiakan diri sendiri, tapi sambil mikir buat masa depan anak cucu... #Jiahhh ini komen sok bijak hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan sok bijak, emang bijak kok, syukur sudah punya investasi berupa tanah, nanti bisa dibangun rumah,

      hasil kerja itu memang untuk senang2 tapi jangan lupa untuk masa depan juga

      Delete
  28. Jodohnya diusahakan gan,, ikhtiar,, wkwk

    ReplyDelete
  29. betullah, kalau sudh kerja itu , kita juga perlu punya hasil dr keringat kita itu dlm bentuk apa buat masa depan, tuk yang bisa trepakai kelak. misa sdh mikirin rumah, dll

    ReplyDelete
  30. Tulisannya bagus semua, menginspirasi mas Sabda.Mantap

    ReplyDelete
  31. Bang mau tanya...

    Saya pernah baca, katanya kalau perempuan hanya Bisa mendaftar DI bea cukai saja tidak Bisa DIII karena DIII khusus laki-laki.

    Apa benar seperti itu Bang?

    ReplyDelete
  32. Alhamdulillah, kerja di kelurahan sudah bisa punya motor, dan tabungan emas, tabungan untuk kuliah..

    Salam kenal mas...

    ReplyDelete
  33. Nice post,mas Sabda.
    Artikel perdana yang ternyata keren tulisannya ini seperti mengingatkan kita semua untuk mengatur pendapatan sebijak mungkin.

    ReplyDelete
  34. wah, benar, masuk tahun ke4 bekerja, aku udah punya apa? :(

    ReplyDelete
  35. Salam Mas Bro
    Hahaha, udah minimal udah ada tabungan lah ya.
    Tapi pertanyaan ini membuka pikiran sih
    Jangan asal kerja-kerja aja
    Mauliate
    Terimakasih

    ReplyDelete
  36. bener-bener jadi bahan renungan. saya pun sudah 3 tahun bekerja, belum punya apa-apa. sudah saatnya bermuhasabah diri nih.

    ReplyDelete
  37. Keren bgt tulisannya. Tapi kalau boleh nanya apakah yg kerja di djp hanya tamatan stan? Bagaimna dengan lulusan universitas bonafit di indonesia yg ingin bekerja di djp? Apakah ada peluang? Terima kasih

    ReplyDelete
  38. Keren banget yaaakk, nulis pertama kali tapi udah rapi banget hahaha

    Baca ini jadi iri deh, saya dulu kerja 3 tahun sebelum akhirnya menikah, tapi gak punya tabungan, cuman barang sih ama asuransi hiks.

    Malu deh, jadi wanita kok kalah dari laki-laki.
    Dulu sih saya boros di makan, maklum anak kos, nabungnya di makanan luar rumah hahaha

    Sering main di blog ini bikin saya jadi lebih mikir dalam mengeluarkan uang, semacam disentil pelan-pelan :D

    ReplyDelete

Komentar spam tidak akan di-approve.

Copyright © 2017 Catatan Finansial PNS Muda by Sabda Awal