Ingin Menjadi Pegawai Pajak Atau Bea Cukai? Perhatikan 4 Hal Ini!

Artikel terkait : Ingin Menjadi Pegawai Pajak Atau Bea Cukai? Perhatikan 4 Hal Ini!

pegawai bea cukai

Pernah punya keinginan menjadi pegawai pajak, bea cukai atau pegawai di kementerian Keuangan. Atau ingin anaknya, adik, kakak, dan saudaranya menjadi pegawai tersebut?

Saya akan memberitahukan 4 hal yang harus diketahui sebelum menjadi pegawai Kementerian Keuangan...

Saya adalah pegawai bea cukai...

Saya mulai bekerja pada tahun 2013, saat itu usia saya belum genap 20 tahun. Sampai tulisan ini dimuat, saya telah mengabdi selama 4 tahun. Golongan saya pun telah naik dari II a ke II b. Saat ini saya bekerja pada salah satu kantor pelayanan di Sumatera Utara.

👀 Apa sih enaknya jadi pegawai pajak atau pegawai bea cukai?

Sampai sekarang masih banyak yang menyarankan mendaftar setiap ada  rekrutmen CPNS kementerian Keuangan. Menyuruh anak-anak mereka, saudara, adik kakak mereka.

dan...

Peserta ujian saringan masuk PKN STAN jumlahnya mencapai 800 ribu-an peserta yang mengikuti  Berjibaku untuk bisa kuliah disana.

Termasuk kakak saya yang menyuruh anaknya kuliah di STAN. "Nak biar sukses kayak oom." Begitu katanya.

"Ngga usah Nang, ngga perlu jadi kayak oom. Kejar aja apa yang disukai. Kalau bisa jadi pengusaha aja." Begini nasihat saya ke keponakan.

Jelas saja saya tidak sarankan jadi pegawai bea cukai seperti saya atau jadi pegawai apapun itu. Kalau bisa jadi pengusaha yang memberikan lowongan pekerjaan ke orang lain. Hehe

👀 Mengapa banyak orang ingin jadi pegawai pajak atau pegawai bea cukai?

Pertama, salah satu cara untuk menjadi pegawai kementerian Keuangan adalah kuliah di PKN STAN.

Nah, biaya kuliah gratis dan jika tamat bisa "langsung" jadi pegawai kementerian Keuangan. Enak bukan?

Makanya banyak orang yang berbondong-bondong ingin kuliah di PKN STAN. Selain itu bagi yang keadaan finansialnya kurang beruntung, PKN STAN ini seperti sebuah harapan untuk bisa kuliah. Seperti saya dulu.

Kedua
, katanya gajinya besar.

Oppss, apa iya gajinya besar? Berapapun itu selalu disyukuri. Semuanya berbanding lurus dengan pekerjaan. Apalagi target penerimaan negara terus meningkat, secara langsung kinerja kedua Direktorat ini harus digenjot untuk mencapai target tersebut.

Ingin tahu apa saja yang saya peroleh selama bekerja? Baca disini Empat Tahun Bekerja Sudah Punya Apa?

1.Kenali Pekerjaannya

struktur organisasi kementrian keuangan

Di bawah kementerian Keuangan terdapat banyak Eselon I, tapi yang paling terkenal Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Mengapa yang terkenal hanya kedua instansi itu saja? Karena hanya 2 instansi ini saja yang langsung berinteraksi dengan masyarakat. Memberi pelayanan secara langsung.

Bea Cukai

Karena saya bea cukai maka saya akan bahas instansi ini terlebih dahulu.

Jika saya tanya ke adik-adik yang baru masuk,"Sewaktu pilih jurusan BC, tau BC itu apa?"

"Ngga tau bang, karena aku ngga tau makanya aku pilih BC bang."

Rata-rata mereka tidak mengenal Bea Cukai. Saya juga dulu tidak tahu Bea Cukai itu apa...Tapi main masuk saja, hehe.

Saya telah menuliskan Begini Cerita Saya 4 Tahun Bekerja Sebagai Bea Cukai. Pada tulisan tersebut saya menceritakan pengalaman pribadi bidang apa saya kerjakan selama mengabdi di intansi Bea Cukai

Tetapi sekarang masyarakat mulai kenal Bea Cukai melalui acara Customs di Net TV yang mengulas pekerjaan Bea Cukai. Yang sering baca berita mungkin pernah mendengar Bea Cukai menggagalkan penyeludupan atau menangkap pembawa narkoba. Itulah Bea Cukai.

Berdasarkan bahasa, Bea Cukai terdiri dari 2 kata, bea dan cukai.

Bea adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang yang masuk atau keluar daerah pabean.Awamnya, pengertian daerah pabean itu batas negara. Bea dikenakan terhadap barang impor dan ekspor.

Jadi sudah bisa menebak area kerja Bea Cukai? Pelabuhan laut, bandara udara kedatangan internasional, daerah perbatasan dan daerah yang dianggap sebagai pelabuhan darat (dry port).

Cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang dengan karakteristik tertentu. yaitu: konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup, atau pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.

Di Indonesia barang yang dikenakan cukai adalah hasil tembakau (rokok dan cerutu), etil alkohol dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA). Kalau di luar negeri, soda dan plastik sudah dikenakan cukai.

Jadi sudah bisa menebak area kerja Bea Cukai lainnya? Di daerah penghasil rokok dan etil alkohol.

Selain itu area kerja Bea Cukai juga di wilayah yang memiliki fasilitas kepabeanan seperti Tempat Penimbunan Berikat, Tempat Penimbunan Sementara, dan Pusat Logistik Berikat.

Tempat lainnya, yaitu kantor pos. Bea Cukai bertugas pada bagian barang kiriman pos yang berskala internasional. Makanya tidak jarang barang kiriman yang datang dari luar negeri dikenakan pungutan sesuai jenis barang dan tarifnya.

Nah, ada satu lagi area kerja Bea Cukai, yaitu pengawasan di daerah laut. Namanya adalah PSO (pangkalan sarana operasi). Pekerjaanya mengawasi lautan, pakai kapal dan senjata api untuk mengamankan negara dari penyeludup barang.

Oh iya, jadi jangan heran lagi jika Menteri Keuangan sering muncul di acara press conference penangkapan narkoba atau pemusnahan barang. Karena Bea Cukai berada dibawah kementerian Keuangan.

👀 Bea Cukai kan menangkap narkoba, jadi bedanya dengan polisi dan BNN apa?

Bea Cukai mengawasi area bandara khususnya kedatangan internasional. Jika kejadiannya terjadi didaerah tersebut, Bea Cukai dapat melakukan tindakan. Namun, apabila sudah diluar wilayah bandara bukan wewenang Bea Cukai lagi melainkan BNN dan Polisi.

Hampir lupa, ada satu lagi area kerja bea cukai yaitu laboratorium untuk keperluan pengujian suatu jenis barang dalam penentuan identifikasi.

Area kerja ini memiliki kantor sendiri yang disebut sebagai Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB). Hingga saat ini jumlah BPIB ada 3, yaitu BPIB Jakarta, BPIB Medan, dan BPIB Surabaya.

Kebanyakan pegawai ini diterima dari rekruitmen CPNS jurusan kimia dan jurusan lain yang berhubungan dengan kegiatan lab.

Pajak
logo pajak

Kita semua sudah tahu pajak itu apa...

Pengertian pajak berdasarkan Undang-Undang No.28 Tahun 2007 Pasal 1 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan adalah...

pajak adalah sebuah konstribusi wajib kepada negara yang terhutang oleh setiap orang ataupun badan yang memiliki sifat memaksa, tetapi tetap berdasarkan dengan Undang-Undang dan tidak mendapat imbalan secara langsung serta digunakan guna kebutuhan negara dan kemakmuran rakyat.

Sederhananya, pajak merupakan pungutan wajib untuk atas penghasilan/atas barang kena pajak.


Pada kantor pelayanan Pajak biasanya terdiri dari beberapa seksi, yaitu :

  1. Seksi Ekstensifikasi, tugasnya melebarkan sayap (ekspansi) dan menambah jumlah wajib pajak (mencari lebih banyak orang untuk ber-NPWP berdasarkan penghasilan yang diperoleh) dan mengedukasi wajib pajak baru dan melakukan sosialisasi.
  2. Seksi Pelayanan, bagian front line – pelayanan langsung ke wajib pajak, penerimaan surat lain dan spt masa, menghasilkan produk hukum.
  3. Seksi Waskon (pengawasan dan konsultasi), dibagi menjadi dua, bagian konsultasi personal kepada wajib pajak dan pengerjaan pengajuan permohonan berkas-berkas, bagian kedua khusus menggali potensi wajib pajak.
  4. Seksi Pemeriksaan, untuk wajib pajak yang perlu diperiksa atas pengajuan pencabutan PKP, pengajuan kelebihan pajak, dan lain-lain.S
  5. eksi Penagihan, JURUSITA yang tugasnya menagih wajib pajak yang "bandel".
  6. PDI (pengolahan data dan informasi), ini bagian IT nya kantor khusus operator aplikasi dan perekaman SPT masa dan tahunan.

2. Mendaftar menjadi pegawai Pajak dan Bea Cukai

Untuk menjadi pegawai Pajak atau Bea Cukai dapat ditempuh dengan dua cara, yaitu kuliah di PKN STAN dan mengikuti seleksi rekrutmen CPNS Kementerian Keuangan.

PKN STAN
Dulu saya kuliah tahun 2012. Nama kampusnya pun masih STAN, selain itu hanya ada tersedia 2 jurusan yaitu D1 Pajak dan D1 Bea Cukai.

Pada masa itu D1 Bea Cukai hanya menerima laki-laki saja, berbeda dengan sekarang laki atau perempuan dapat mendaftar di jurusan Bea Cukai.

Untuk tempat kuliah, tersedia di daerah pada Balai Diklat Keuangan masing-masing. Seperti di Medan, tempat kuliah di Balai Diklat Keuangan Medan jalan Eka Warni, Medan Johor.

Sekarang STAN sudah berubah. Saya kurang mengikuti perkembangannya. Adapun yang saya tahu adalah....STAN berganti nama menjadi PKN STAN. Cek informasi lebih lanjut di www.pknstan.ac.id

Dulu untuk kuliah D IV, harus lulus D III terlebih dahulu, sekarang bisa langsung mendaftar di D IV.

Dulu D1 tersedia tempat kuliah di daerah pada Balai Diklat Keuangan, sekarang semuanya harus kuliah di kampus PKN STAN, Tangerang.

Saya ingat sekali, TKD (Tes Kompetisi Dasar a.k.a ujian PNS) diadakan sejak angkatan saya dan dilaksanakan setelah pengumuman kelulusan kuliah. Sekarang TKD menjadi rangkaian USM (Ujian Saringan Masuk). Adapun urutan USM adalah kelengkapan berkas, ujian TPA dan TPB, kesehatan dan kebugaran, TKD.

Jurusan PKN STAN :
  1. D-III Akuntansi
  2. D-IV Akuntansi
  3. D-III Pajak
  4. D-III PBB Penilai
  5. D-I Pajak
  6. D-III Kepabeanan dan Cukai
  7. D-I Kepabeanan dan Cukai
  8. D-III Kebendaharaan Negara
  9. D-III Manajemen Aset
  10. D-I Kebendaharaan Negara

Adapun penempatan setelah lulus di Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, dan Dinas-dinas pemerintah.
Mengikuti Seleksi CPNS
Informasi lengkap dapat di cek www.kemenkeu.go.id . Tidak setiap tahun dibuka, tidak semua jurusan tersedia, jadi semuanya tergantung kebutuhan.

Tetap stand by saja jika ada informasi penerimaan. Pasti setiap kali rekrutmen CPNS beritanya sudah tersebar secara luas dan masif.

3. Harus Siap di Mutasi

Menjadi pegawai Pajak atau Bea Cukai artinya harus siap dipindah-tugaskan kemana dan kapan saja.Pajak dan Bea Cukai memiliki pola mutasi yang berbeda.

Pajak
Pola mutasi bisa dibilang enak tidak enak. Pasalnya sistem mutasi hanya per-Kantor Wilayah saja.

Contoh, Kantor Wilayah DJP Sumatera Utara 1.Terdapat 10 kantor pajak, yaitu :
  1. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Medan
  2. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Barat
  3. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Belawan
  4. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Timur
  5. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Polonia
  6. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Kota
  7. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Petisah
  8. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Binjai
  9. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lubuk Pakam
  10. Kanwil DJP Sumatera Utara I

Jika ada seorang pegawai pajak yang telah ditempatkan di salah satu Kantor Pajak diatas, maka pola mutasinya hanya sekitaran 10 kantor tersebut saja.

Dari Medan Barat, ke Medan Petisah, lalu ke Medan Polonia dan seterusnya. Enak bukan? Apalagi jika pegawai bersangkutan ditempatkan di domisili sendiri, bisa setiap saat kumpul dengan keluarga.

Bagaimana dengan yang ditempatkan di kantor didaerah perbatasan?

Saya punya teman yang ditempatkan di KPP Pratama Tahuna. Tahu tahuna itu dimana? Sebuah pulau di utaranya Sulawesi yang berbatasan dengan Filipina.

Wahhh, jauh sekali dari kampung halaman. Ya, mau tidak mau, si kawan pola mutasinya hanya seputaran Kantor Wilayah-nya saja yaitu Kanwil DJP Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara.

Apa bisa pindah kantor yang tidak sesuai dengan pola mutasi?

Bisa!

Jika ingin mutasi keluar dari Kantor Wilayahnya, dapat dilakukan dengan cara :
1. Izin ikut suami, tetapi ini prosesnya lama, menunggu di daerah tujuan kantor membutuhkan pegawai.
2. Izin merawat orangtua atau suami/istri/anak yang sakit.
3. Melanjutkan pendidikan D3 atau D4 PKN STAN, sehingga ketika lulus akan ditempatkan ulang.
4. Promosi Jabatan

Bea Cukai
Jika pola mutasi Pajak hanya se-kantor wilayah saja, berbeda dengan Bea Cukai yang harus menerima pindah ke kantor dimana saja dari ujung timur hingga ujung barat, hihihi.

Selain itu, mutasi juga dikeluarkan oleh Kantor Pusat dan Kantor Wilayah. Jika mutasi Kantor Pusat ditempatkan dimana saja di seluruh Indonesia, maka mutasi Kantor Wilayah hanya disekitaran kantor wilayahnya saja.

Tapi jangan sangka, karena mutasi bisa dikenakan 2 kali. Dapat mutasi Kantor Wilayah, lalu dapat mutasi Kantor Pusat. Karena saya sebelumnya berpikir, jika sudah kena mutasi Kantor Wilayah pasti aman dari mutasi Kantor Pusat, ternyata saya salah. Bisa kena 2 mutasi sekaligus!

Beruntungnya Bea Cukai, kemanapun dimutasi, tetapi akhir masa pensiun sebagain besar dikembalikan ke kampung halaman mereka.

Apakah bisa request ke kantor tertentu ?

Bisa!

Jika ingin mutasi ke kantor tujuan, dapat dilakukan dengan cara :
1. Izin ikut suami, proses ini lebih mudah daripada Pajak
2. Izin merawat orangtua atau suami/istri/anak yang sakit.
3. Mengikuti diklat tertentu sehingga ketika lulus akan ditempatkan di kantor yang membutuhkan.

Apa saja yang membuat pegawai mutasi ?
1. Untuk pegawai baru, 4 tahun sudah bisa menyiapkan diri untuk dimutasi.
2. Promosi Jabatan


Di Bea Cukai, jika melanjutkan pendidikan D3 atau D4 PKN STAN, ketika lulus akan dikembalikan ke kantor asal, tidak ditempatkan ulang.

4. Tetap Harus Kuliah Meskipun Selain di PKN STAN


Pegawai yang jenjang pendidikannya D1 seperti saya harus tetap kuliah.Jika tidak kuliah maka grade tidak akan naik yang mengakibatkan gaji tidak naik juga.

PKN STAN sendiri menyediakan program D III khusus, sebagai program lanjutan kuliah bagi lulusan D I. Namun, yaa harus saling berebut kursi antar pegawai lulusan D 1 yang menjadi peserta ujian masuk.Bisa dibilang saingannya berat

.Program lanjut kuliah D III khusus maupun D IV khusus untuk pegawai dikenal dengan tugas belajar. Pada masa ini pegawai tetap mendapatkan gaji dan tunjangan secara utuh.Namun yang tidak lulus D III khusus, diperbolehkan kuliah di tempat lain yang minimal kampus akreditas B.

Seperti saya yang lulusan D I, harus kuliah D III dulu, kemudian baru bisa lanjut ke S1.

Berbagi Pengalaman

Berikut ini pengalaman dari seorang pegawai Bea Cukai yang namanya tidak ingin disebut. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas jawaban dari setiap pertanyaan yang saya ajukan Pak.

Mengapa tidak pengalaman saya sendiri? Karena masa kerja saya masih seumur jagung, 4 tahun.

Baik pertanyaan maupun jawaban tidak ada saya edit sedikitpun.
Kapan abang mulai kerja di bc?
Saya mulai bekerja di Bea Cukai sejak lulus dari STAN di akhir 2002. Lebih dari 14 tahun yang lalu.Abang asalnya dimana?Saya dari Sulawesi Selatan, suku bugis.

Penempatan pertama dimana? Jika penempatan diluar kota, gimana perasaanya saat tau akan merantau?
Sebelum diangkat menjadi CPNS, saya sempat ditugaskan magang di Kantor Wilayah DJBC Sulawesi. Tidak banyak masalah, karena sejak SMU saya sudah menetap di Makassar.Beberapa bulan setelah diangkat menjadi CPNS, tepatnya di bulan Agustus 2013, saya dimutasi untuk pertama kalinya. 

Tujuan mutasi saya waktu itu adalah ke Bea Cukai Soekarno Hatta.Fortunately, mutasi saya waktu itu rame-rame dengan puluhan teman seangkatan sehingga hampir tidak ada kekhawatiran sama sekali, kecuali hanya rasa agak berat karena akan berpisah lebih jauh dengan keluarga besar saya yang sebagian besar berdomisili di Sulsel.

Sudah berapa kali mutasi?
Sampai dengan saat ini saya sudah bertugas di 7 unit DJBC yang berbeda. 5 kantor di antaranya berlokasi di sekitaran Jakarta, 2 kantor lainnya di Sumatera.

Pas mutasi pertama kali gimana perasaannya?
Excited. Dapat kabar mutasi ke Soekarno Hatta waktu itu dari teman yang menerima fax dari Kantor Pusat. Pada masa itu, info mutasi lewat website kayak jaman now belum jamak. I felt so happy at that time because it was my first experience living outside my hometown. Pindahnya ke kota besar pulak, yang belum pernah terbayang sebelumnya.

Tempat mutasi yang paling ga enak? Kenapa?
Alhamdulillah sejauh ini penempatan saya masih di kota-kota besar, jadi hampir ga ada ga enaknya sih. Bagi saya, tugas di mana pun sepanjang masih bisa membawa serta keluarga tidak ada masalah dan tetap menyenangkan.

Tempat mutasi yang paling enak? Kenapa?
Paling enak sekitaran Jakarta kali ya, alasannya lebih karena saya tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk ngontrak rumah. Hahaha.

Kesulitan apa yang dihadapi saat pindah tugas? Mohon diceritakan saat masih single, saat menikah, dan saat sudah punya anak.

Masalah yang utama sih pastinya masalah tempat tinggal. Kalo masih single hampir ga ada masalah, tinggal nyari kost-kostan yang nyaman untuk tinggal sendiri dengan budget yang sesuai kantong. Makan bisa beli di luar. Beres.

Nah, kalo sudah berkeluarga, apalagi punya anak, masalahnya agak sedikit complicated. Harus ngontrak rumah, nyari sekolah anak, dan yang tidak kalah penting budget buat pulang kampungnya jadi beberapa kali lipat.

Mohon bagi Tips biar survive mutasi di tempat yang baru bang?
Bea Cukai sangat terkenal dengan jiwa korsa-nya, jadi tidak perlu khawatir dengan mutasi. Pindah tugas kemana pun akan selalu ada teman yang siap sedia membantu. They are very helpful. So, tips yang pertama adalah, perbanyak teman. Hahaha.

Kedua, sesuai peribahasa “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, lakukan adaptasi dengan kebiasaan dan budaya setempat sehingga akan diterima dengan baik, tidak hanya di lingkungan kantor tetapi juga di lingkungan tempat tinggal.

Ketiga, sebisa mungkin bawa keluarga ikut serta. Dengan adanya keluarga yang menyertai, bekerja akan bisa lebih fokus, hidup lebih tenang, dan menghemat biaya transportasi.

Keempat, jika di kota yang sama terdapat paguyuban atau komunitas suku asal kita, cobalah untuk ikut terlibat. Hal ini akan membantu ketika kita mulai merindukan suasana kampung halaman, setidaknya bisa mencicipi makanan khas daerah asal ketika ada acara ngumpul bareng.

Kelima, di tengah kesibukan kerja, manfaatkan weekend untuk mengunjungi spot-spot wisata di sekitar kota tempat kita tinggal. Mumpung ada kesempatan seperti pepatah Bugis, “kill two birds with one stone.”

Saya kebayang reportnya pindah itu untuk barang2 rumah tangganya, itu abg bawa atau dijual?
Caranya, ga usah punya banyak barang rumah tangga, cukup seperlunya saja. Barang-barang yang tidak telalu penting, mending ga usah dibeli. Dengan begitu, gampang aja kalo mau pindah. Saya setiap pindah hanya perlu bawa pakaian dan buku-buku saja. Barang yang lain saya jual kalo nilai ekonomisnya masih lumayan, atau saya hibahkan.

  Penutup

Ada empat hal yang harus diketahui sebelum menjadi pegawai Pajak atau Bea Cukai, yaitu.
👉 Kenali pekerjaannya
👉 Ketahui cara menjadi pegawai Pajak atau Bea Cukai
👉 Pola mutasi
👉 Tetap melanjutkan pendidikan


Image source :
https://www.kemenkeu.go.id/ (struktur organisasi)
https://www.cermati.com/ (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai)
https://www.pajak.go.id/ (maskot Pajak)

Artikel Blogger Finansial & Pekerjaan Lainnya :

27 komentar:

  1. Baru tahu Awal pegawai pajak. Mantap!

    ReplyDelete
  2. Dari dulu tuh aku pengen banget jadi pegawai bea cukai!
    Cuma denger2 sih banyak godaanya!

    Selain butuh modal cerdas tentu butuh biaya yang ngak sedikit saat kuliah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang birokrasi makin baik, bisa dipastikan bea cukai juga makin baik.

      untuk kuliah biayanya gratis

      Delete
  3. nah banyak yang ngincar jd pegawai pajak ya, gajinya besar tp beberapa ada saja yg korupsi atau kongkaliking ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. disetiap instansi pasti ada saja oknum, dimana pun itu, dipemerintahan maupun swasta

      Delete
  4. aku nyerah klo masalah uang dan pajak
    #kibarkanbenderaputih
    ngerjakan Laporan BOS aja apun deh...
    tapi salut sih sama petugas pajak yang dipindah2 gitu
    ada temenku yg dipindah ke sorong, jauh banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mereka pindah itu demi tugas, padahal kalau ditanya perasaannya, ya pasti sedih karena jauh sekali dari kampung halaman

      Delete
  5. Oh, bea cukai itu masih dibawah menteri keuangan, saya baru tahu, kirain itu menteri numpang eksis :)
    Dulu sempat daftar STAN, tapi gagal :)
    Sebenarnya saya tergiur dengan gaji besar, teman-teman saya semua yang lulusan stan, hidupnya enak dan mewah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. berapapun besar gaji kita kalau tidak pandai mengolahnya seret juga mas. tergantung pribadinya dalam mengatur finansial

      Delete
  6. Di Indonesia barang yang dikenakan cukai adalah rokok dan etil alkohol. Kalau di luar negeri, soda dan plastik sudah dikenakan cukai.

    Mana MMEA nya? 🤔

    ReplyDelete
    Replies
    1. sudah saya perbaharui, trimakasih telah mengingatkan

      Delete
  7. Rasanya pengen sodorin ke setiap orang tua yang masih berambisi anaknya jadi PNS Kemenkeu. Padahal pekerjaan anaknya terbilang mapan dan berkecukupan, hehehe.

    ReplyDelete
  8. Kece abis abang ini, Jadi tau kalau mau jadi pegawai pajak gimana caranya. nanti kalau ada adik-adik mau kerja jadi petugas pajak bakalan awak suruh baca tulisan ini deh.

    ReplyDelete
  9. Dulu saya ikut tes STAN dan ga lolos :D

    ReplyDelete
  10. Tahu gak, cita2 saya kalau si dedek ini cowok, saya motivasi biar ngampus di STAN. Enak gratis, haha
    Eh tapi belasan tahun nanti, masih gratis gak ya?

    ReplyDelete
  11. STan itu kampus impian,dulu niat ngambil pajak,sygnya ga jodoh sm STAN,jodohnya sama yg berbau2 pajaknya aja, krna skrg kerjanya ngurusin pajak kantor yg skrg, :( mumet tau..
    beruntung bgt lah alumni stan itu.
    infonya makin bikin tergiur,
    semoga ntar calon anak jg minat nerusin impian Ibunya masuk sana, hihih..
    sukses trus buat penulis. n salam kenal ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak jalan ke Roma, untuk jadi pegawai pajak kan tersedia rekrutmen dari jurusan umum mbak,,,

      Delete
  12. Lengkap banget, Bang.
    Saya jadi ingat teman SMA yang kuliah di STAN (tahun 1992), lulus dari STAN dia kerja di Bea Cukai. PNS Kementerian Keuangan itu buruan para pencari kerja sejak dulu karena katanya gajinya gede hehe. Teman saya tersebut tidak lama kerja di Bea Cukai. Saya tidak ngeh bagaimana caranya, dia berhenti dan kemudian menjadi pengusaha, sampai sekarang. Eh, ini bukannya mau mempengaruhi Bang Sabda ya, haha .. saya koq jadi keingetan teman tersebut pas baca tulisan ini. Ih, komen saya OOT, yah hehehe.

    Salut, ya, sama ponakan malah dinasihati suruh jadi pengusaha. Om yang keren :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. masing-masing orang ada jalannya mbak, mungkin beliau lebih betah jadi pengusaha dibandingkan PNS, kan pasiionnya beda-beda..

      Delete
    2. Betul, kalo keliatannya punya bakat jadi pengusaha, jangan dipaksa jadi pegawai ya

      Delete
  13. Apa pun Pekerjaannya selama jalani dengan Ikhlas pasti akan menyenang kan :) meskipun saya cuma Buruh Pabrik namun saya mensyukurinya:)

    ReplyDelete
  14. Kalau saya sendiri lebih ingin menjadi pegawai blogger, hehehe
    Bukan karena saya tidak ingin menjadi pegawai pajak atau beacukai, ,elainkan karena memang sudah tidak bisa lagi mendaftar :D.

    Selamat buat Anda semua, apapun pekerjaannya, asal halal tidak masalah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. apapun kerjaannya tidak masalah, yang penting halal. itu benar

      Delete
  15. Betul, syukur memang senjata utama. Dimanapun kita bekerja, kalau tanpa syukur, berasa kurang saja hidupnya.. Maka, syukurilah kerja dimanapun

    ReplyDelete

Komentar spam tidak akan di-approve.

Copyright © 2017 Blogger Finansial & Pekerjaan by Sabda Awal