Ingin Membuka Rekening Saham? Perhatikan Cara, Syarat dan Ketentuannya

Artikel terkait : Ingin Membuka Rekening Saham? Perhatikan Cara, Syarat dan Ketentuannya


Pertama kali saya membuka rekening saham/efek pada bulan Desember 2015 secara online. Saat itu saya masih awam soal saham, apalagi perusahaan sekuritas.

Perusahaan sekuritas tersebut saya dapatkan dari review pada sebuah blog personal. Si penulis bercerita perusahaan tersebut mengadakan sosialisasi menabung saham di kampusnya. Dengan iming-iming modal awal Rp 100.000 sudah bisa membuka rekening sekuritas.

Lalu pada 21 Maret 2017 saya membuka rekening efek pada perusahaan sekuritas lainnya dengan mendatangi langsung ke kantornya di Medan.

Niat awal saya membuka rekening efek yang kedua untuk memisahkan portofolio saya antara trading dan investing. Agar dana tidak bercampur.

Ternyata setelah menggunakan rekening saham yang berbeda, saya mendapatkan pengalaman yang berbeda pula. Karena setiap perusahaan sekuritas itu memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Bisa dibilang user experience.

Nah, proses pembukaan rekening inilah yang harus kamu ketahui. Sebaiknya buka rekening saham di perusahaan sekuritas mana? Mana lebih mudah, online atau offline? Syaratnya apa saja ya? Ketentuan apa saja yang ditetapkan oleh perusahan sekuritas kepada nasabahnya?

Ibaratnya sama seperti memiliki rekening bank. Masing-masing bank ada kelebihan dan kekurangan. Ada yang biaya administrasinya mahal adapula yang murah bahkan gratis. Ada yang memiliki banyak mitra sehingga diberikan potongan harga setiap kali bertransaksi pada merchant tersebut. Ada yang sering gangguan jaringan, ada pula yang cepat responnya. Ada yang konvensional adapula yang syariah.

Sampai akhirnya kita akan menemukan perusahaan sekuritas favorite. Saya akan rangkum hal-hal hal yang harus diperhatikan saat membuka rekening saham.

Tulisan ini merupakan bagian dari rangkaian belajar investasi saham yang saya tulis.

Pengenalan Rekening Saham/Efek 

Rekening saham/efek merupakan pintu masuk ke pasar modal untuk melakukan jual-beli saham.

Rekening saham disediakan oleh perusahaan sekuritas yang telah mendapatkan izin dari OJK atas kegiatannya.

Setelah nasabah disetujui pengajuan rekening sahamnya, perusahaan sekuritas akan memberikan akses aplikasi trading kepada nasabah tersebut. Nah, aplikasi trading inilah yang digunakan untuk bertransaksi saham.

Perlu diketahui bahwa beberapa perusahaan sekuritas juga menyediakan rekening saham reguler yaitu dengan menggunakan jasa broker atau pialang untuk jual-beli saham.

Jadi transaksi saham dilakukan oleh broker dengan berkomunikasi terlebih dahulu. Dalam hal ini broker juga dapat bertindak sebagai konsultan.

Rekening saham juga tersedia jenis konvensional dan syariah.  Yang membedakan jenis rekening saham ini adalah saham-saham yang bisa ditransaksikan saja. Rekening saham syariah hanya untuk transaksi saham berkategori syariah.

Lihat disini untuk melihat daftar saham syariah yang diterbitkan oleh OJK secara berkala.

Bagaimana cara membuat rekening saham?

Bisa online dan offline.

Berdasarkan pengalaman yang pernah saya lakukan lebih mudah mendaftar secara offline daripada online.

Alasannya begini....

Offline
Buka rekening sacara offline dengan langsung mendatangani kantor sekuritas dengan membawa ktp, npwp, dan buku tabungan saja.

Sebelum berangkat, saya sudah menghubungi perusahaan sekuritas untuk mengetahui syarat yang diperlukan.

Biaya yang dikeluarkan hanya untuk bea materai Rp 6.000, kecuali kalau kamu bawa materai sendiri, hehe.

Saat diberikan form isian, tinggal mengisinya saja dengan dipandu oleh CS-nya langsung, jika terkendala bisa langsung bertanya.

Setelah pengisian form selesai, tanda tangan dan dinyatakan selesai, kita dibolehkan pulang. Lalu menunggu seminggu hingga berkas kita selesai diproses dan akan mendapatkan notifikasi melalui email.

Di dalam email akan ada pemberitahuan bahwa rekening saham kita disetujui dan diberikan username dan password untuk mengakses aplikasi trading saham.

Sampai disini kita sudah memiliki rekening saham. Silahkan transfer uang sebagai modal awal dalam portofolio sehingga kita dapat melakukan jual-beli saham.

Online
Saya membuat rekening saham secara online ditahun 2015. Mungkin setiap perusahaan sekuritas menerapkan proses pendaftaran online yang berbeda dan jangka waktu hingga rekening saham disetujui.

Pertama, saya mengunjungi situs perusahaan sekuritas terlebih dahulu.

Kedua, lalu mendaftar melalui pembukaan rekening online.

Ketiga, mengisi form isian dan meng-upload dokumen yang dibutuhkan (halaman awal buku tabungan, npwp dan ktp).

Keempat, saya diharuskan mendownload berkas untuk diprint (Berkas data diri , berkas yang ditandatangi dengan materai, dan berkas syarat dan ketentuan untuk diparaf pada setiap  lembarnya).

Kelima, berkas-berkas hasil print out tersebut harus saya kirimkan kembali ke perusahaan sekuritas bersangkutan melalui jasa kiriman.

Keenam, saya menunggu hingga mendapat notifikasi melalui email bahwa rekening saham kita disetujui dan mendapatkan username serta password untuk aplikasi trading saham.

Jika kamu berminat mencoba trading saham sesuai dengan kondisi pasar yang sesungguhnya dengan hanya menggunakan modal virtual senilai Rp 100.000, silahkan baca tulisan saya berikut Demo Trading Saham Gratis.

***

Bagaimana? Lebih mudah yang offline bukan? Ketika kita membuat rekening saham di kantornya langsung pada saat itu juga kita mendatangani berkas pada form isian dan tidak perlu mengirimkan melalui jasa kiriman.

Pada dasarnya syarat membuat rekening saham hanya ada tiga yaitu halaman awal rekening tabungan, npwp dan ktp.

Berapa penyetoran modal awal di rekening saham?

Setiap perusahaan menerapkan aturan yang berbeda untuk penyetoran modal awal.

Minimal Rp 100.000 hingga beberapa juta rupiah.

Berikut ini saya lampirkan beberapa perusahaan sekuritas dengan besaran deposit awal yang beragam.

Dalam hal ini, perusahaan sekuritas ada yang menetapkan perbedaan antara mahasiswa/pelajar dan umum serta online trading (transaksi sendiri) dan reguler (menggunakan broker).

Perusahaan Sekuritas Modal Awal
BNI Sekuritas Rp 1.000.000
Phintraco Sekuritas Rp 100.000
Trimegah Sekuritas Rp 100.000
Sinarmas Sekuritas Online Rp 500.000 | Reguler Rp 25.000.000
CIMB Niaga Sekuritas Rp 5.000.000
Profindo Sekuritas Mahasiswa/Pelajar Rp 100.000 | Umum Rp 5.000.000
Panin Sekuritas Online Rp 10.000.000 | Reguler Rp 25.000.000
MNC Sekuritas Mahasiswa/Pelajar Rp 100.000 | Umum Rp 5.000.000


Biaya Transaksi


Biaya transaksi adalah biaya yang dikenakan kepada nasabah setiap kali melakukan aksi jual atau aksi beli saham.

Biasanya biaya transaksi ini disebut dengan fee jual (biaya transaksi aksi jual saham) dan fee beli (biaya transaksi aksi beli saham).

Berikut ini saya rangkum besaran fee dari beberapa perusahaan sekuritas. Pada tabel dibawah ini adalah fee trading online.


Perusahaan Sekuritas fee jual fee beli
BNI Sekuritas 0,25% 0,15%
Phintraco Sekuritas 0,25% 0,15%
Sinarmas Sekuritas 0,25% 0,15%
CIMB Niaga Sekuritas 0,28% 0,18%
Profindo Sekuritas 0,28% 0,18%
MNC Sekuritas 0,28% 0,18%
Panin Sekuritas 0,30% 0,20%

Cara Perhitungan biaya transaksi.

Saya mengambil contoh Panin Sekuritas.

Fee Beli 
Misalkan harga saham A Rp 1.000/lembar, lalu kita membeli sebanyak 10 lot.

*1 lot = 100 lembar.

Jadi biaya untuk membeli 10 lot saham adalah...

10 lot x 100 lembar x Rp 1.000/lembar = Rp 1.000.000


 Fee beli = 0,20 %

Fee yang dikenakan : Rp 1.000.000 x 0,20 % = Rp 20.000

Jadi biaya total yang harus dikeluarkan untuk membeli 10 lot saham A adalah Rp 1.000.000 + Rp 20.000 = Rp 1.020.000


Fee Jual 
Misalkan kita memiliki 10 lot saham B dan ingin menjual diharga Rp 1.000/lembar.

*1 lot = 100 lembar.

Jadi uang yang kita dapat menjual 10 lot saham adalah...

10 lot x 100 lembar x Rp 1.000/lembar = Rp 1.000.000

Fee jual = 0,30 %

Fee yang dikenakan : Rp 1.000.000 x 0,30 % = Rp 30.000

Jadi, total uang yang kita peroleh setelah menjual 10 lot saham B adalah Rp 1.000.000 - Rp 30.000 = Rp 970.000

Adakah indikator khusus memilih Perusahaan sekuritas? 


Dalam buku yang saya baca Smart Trader Rich Investor penulis Ellen May menjelaskan bagaimana memilih perusahaan sekuritas yang tepat.

Saya akan merangkumkannya sebagai berikut...

1. Cek MKBD (Modal Kerja Bersih Disesuaikan) yang merupakan modal minimal yang harus dimiliki perusahaan sebagai perhitungan kekuatan modal sekuritas berdasarkan aset dan modal perusahaan yang dikurangi komponen kewajibannya.

Nilai MKDB terbilang besar jika nilainya diatas Rp 200 miliar. Silahkan cek di http://pusatdata.kontan.co.id/broker/ dengan memasukkan nama sekuritasnya.

2. Persaingan nilai fee,- kita dapat saja memilih perusahaan dengan fee paling rendah.

3. Fasilitas online trading yang ditawarkan masing-masing sekuritas beragam, ada yang canggih, ada pula yang biasa saja. Untuk mengetahui fitur online trading dapat langsung ke websitenya.

Sejauh ini saya cukup menggunakan yang biasa-biasa saja.

4. Akan lebih baik jika perusahaan memberikan informasi dan riset berkualitas secara berkala untuk membantu mengambil keputusan trading.

5. Jika kamu ingin rekening saham reguler dengan menggunakan jasa pialang, Pastikan pialang tersebut memiliki sertifikat WPPE (Wakil Perantara Pedagang efek).

Dimana melihat daftar perusahaan sekuritas?

Silahkan kunjungi situs BEI di profil anggota bursa, silahkan cek apakah perusahaan sekuritas yang kamu inginkan terdaftar disana?

***
Demikian ulasan saya tentang cara membuka rekening saham/efek berikut syarat dan ketentuannya. Jika ada hal yang ditanyakan silahkan tinggalkan di kolom komentar atau hubungi saya melalu form kontak.

Image Source :
1. www.kompas.com (header image)

Artikel Blogger Finansial & Pekerjaan Lainnya :

19 komentar:

  1. ManSek juga masuk top sekuritas yang dicari... modal awalnya 2 juta (umum)

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar fan, kalau dilihat dari aplikasi tradingnya cukup menarik, jadi ga salah kalau jadi top sekuritas

      Delete
  2. ngeri kali.
    trader andalan bangsa.

    ReplyDelete
  3. kalau bisa cepean udah bisa nanam saham, yah itung - itung test drive sambil belajar persahaman... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa, pilih saham blue chip saja, hitung-hitung lagi nabung :D

      Delete
  4. aku kemarin ditawari BNi sekuritas soalnya rekening di sana
    tapi kok gede banget setoran awalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba yang terjangkau saja , kan banyak pilihan yang Rp 100.000

      Delete
  5. pengen sih main saham, tapi ya ko aku deg degan manja sih, katanya ada resiko gitu, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Investasi pasti ada resiko mbak, tapi semua resiko itu bisa diminimalisir kok,

      pertama dari rutinnya kita berinvestasi, kedua dari jangka waktu investasi, makin lama makin baik, ketiga berinvestasi dibanyak instrumen, jangan hanya di 1 jenis investasi saja.

      Jika ragu bisa belajar dulu trading dengan modal virtual mbak

      Delete
  6. duh saya belum kepikiran nih T.T

    yg syariah belum ada kah mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang syariah tentunya ada, waktu pembukaan rekening saham, pilihlah yang syariah, maka otomatis saham yang bisa kita transaksikan hanya yang syariah saja

      Delete
  7. Zaman skrg kebanyakan org2 main saham nya di forex ya, btw kalo forex pakai rekening ini juga atau bisa rekening biasa ya? :D
    Jadi kepo saya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. saham dan forex itu berbeda mas, saham adalah bukti pemilikan perusahaan, sementara forex ada mata uang, minyak dan emas, jadi barang yang ditransaksikan berbeda.

      rekening saham hanya untuk saham saja mas :D

      Delete
  8. pernah sih coba2 main saham pake account virtual bukan duit beneran, bikin dag dig dug.. dan habis modal.. untung bukan duit beneran, klo beneran amsyoongggg...

    ReplyDelete
    Replies
    1. transaksi saham ga bisa pakai feeling dan insting, tapi ada analisis nya juga , hehe, kalau ga ya rugi investasinya

      Delete
  9. Sampai sekarang aku belum berani mainan saham. Mungkin karena memang masih terbatasnya pengetahuan soal itu.

    Tulisan Mas Sabda yang ini cukup membuka wawasanku tentang cara berinvestasi di bidang saham. Apa yang selama ini kutakutin, pelan2 tercerahkan. Haha

    Thanks Mas ulasannya.


    Ditunggu tulisan selanjutnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saham jangan dimainin mas, haha, diseriusin, belajarnya pelan-pelan, saya juga begitu diawal2,

      minim pengetahuan, setelah dapat ilmunya tinggal belajar emosionalnya :D

      Delete
    2. Betul juga ya Mas. Duh! *tepokjidat

      Delete
  10. Mantap infonya mas.
    Tapi sepertinya saya harus belajar lebih banyak lagi nih sebelum terjun di bisnis saham.

    ReplyDelete

Komentar spam tidak akan di-approve.

Copyright © 2017 Blogger Finansial & Pekerjaan by Sabda Awal