Cara Mudah, Murah dan Aman Investasi Emas

Artikel terkait : Cara Mudah, Murah dan Aman Investasi Emas


Sebelumnya saya sudah berinvestasi di saham dan asuransi unitlink. Dalam dunia investasi ada sebuah pepatah yang sangat terkenal, “Don’t put all your eggs in one basket”, jangan letakkan semua telurmu dalam satu keranjang.

Pepatah ini memiliki arti jangan berinvestasi disatu tempat saja. Kita tahu bahwa setiap investasi memiliki resiko dan tidak bisa menjamin keadaan pasar di masa depan. Untuk menghindari resiko tersebut (rugi), maka diharuskan menyebar diberbagai jenis instrumen investasi.

Contoh…

Dana yang kita miliki bisa diinvestasikan pada tanah, properti, emas, deposito, asuransi unitlink, saham, reksadana dan sebagainya. Dengan menyebar dana diberbagai instrument maka resiko kerugian dapat diredam sekecil mungkin.

Cara Mudah, Murah dan Aman Investasi Emas

Maka dari itu saya pun menambah instrument investasi pada emas. Investasi emas disini bukanlah emas perhiasan melainkan investasi logam mulia.

Kita dapat membedakan emas perhiasan adalah emas dalam bentuk perhiasan yang disediakan oleh toko-toko perhiasan, sedangkan emas logam mulia berbentuk batangan dengan kadar 99.9% yang dicetak oleh lembaga legal terkenal seperti ANTAM dan UBS. Saya mulai membeli emas akhir tahun 2017, masih tergolong baru.

Saya bekerja mulai tahun 2013. Saat itulah saya sudah bisa mengumpulkan uang. Tahun 2014 dan 2015 saya investasi di tanah. Tahun 2016 saya investasi di asuransi unitlink. Awal tahun 2017 saya investasi di saham, walaupun sebenarnya saya belajar saham sudah lama sejak akhir tahun 2015 lalu. Nah, akhir tahun 2017 ini saya mulai investasi emas.

Eh, tapi jangan kira saya beli emas dalam jumlah banyak sekaligus ya. Karena uang saya pasti tidak cukup, haha.

Konsep yang saya gunakan adalah menabung emas, saya membeli emas beberapa ratus ribu setiap bulannya. Jika Anda bisa beli lebih Alhamdulillah, namun jika tidak bisa, silahkan beli emas seharga 0,01 gram atau kelipatannya. Tapi tentu saja bentuknya bukan batangan melainkan tabungan. Dapat dicetak setelah berjumlah 1 gram. Sampai tulisan ini terbit harga emas dikisaran harga Rp 600.000-an/gram, artinya Anda bisa beli emas dengan hanya Rp 6.000 saja!

Asyik bukan? Menabung emas mudah, murah dan aman. Saya yakin walaupun dana yang kita investasikan untuk emas tidak terlalu besar, tetapi apabila rutin dan konsisten, maka dalam jangka waktu 5-10 tahun akan berasa manfaatnya. Apalagi kita diperbolehkan membeli emas hanya 0,01 gram dan dapat dicetak menjadi kepingan/batangan dengan cetakan Antam maupun UBS.

tabungan emas pegadaian


Jika enggan mencetaknya, kita dapat tetap menyimpannya dalam rekening/tabungan emas dengan biaya penitipan terjangkau. Misal, untuk Pegadaian biaya titip hanya Rp 30.000/tahun.

Mengapa Emas Layak Dijadikan Investasi?

Sewaktu kecil dulu saya sering perhatikan ibu saya. Begitu ada uang berlebih pasti yang dibeli emas dalam bentuk perhiasan pada toko emas. Begitu juga dengan kakak-kakak saya, begitu memperoleh gaji disarankan beli emas.

Alasannya sederhana, emas bisa dijual kembali. Dengan ekspektasi harga naik saat menjual emas, maka kita akan memperoleh keuntungan. Walaupun harganya turun, tidak akan jauh dari harga semula. Harga emas relative stabil dan naik dari waktu ke waktu.

Daripada memilih ditabung yang mana zaman dulu itu bank tidak terlalu popluer dikalangan masyarakat seperti saya di awal tahun 2000-an. Kebanyakan masyarakat hanya mengandalkan celengan sebagai tempat menyimpan uang. Kan tahu sendiri, jika butuh uang tinggal “bongkar celengan”, belum lagi kalau tidak konsisten, bukannya menabung malah asyik “dikutilin” uangnya dari celengan.

Dengan membeli emas, maka kita akan “repot” harus dijual kembali agar memperoleh uang. Maka, kita lebih memilih untuk mempertahankan emas yang ada.

Mundur lagi ke belakang, zaman nenek moyang kita, sejak dahulu kala emas memang memiliki nilai yang tinggi dan dijadikan sebagai alat tukar yang sah. Bahkan, hingga zaman sekarang emas tetaplah berharga dan menjadi “global currency” yang artinya dapat dijual-belikan dimana saja diseluruh dunia.

Nah, berikuti ini beberapa alasan mengapa emas menjadi salah satu pilihan investasi favorit banyak orang.

1. Menguntungkan

Harga emas cenderung naik dari tahun ke tahun. Berapa banyak cerita yang pernah kita dengar bertapa menggiurkannya profit dari investasi emas. Masyarakat yang membeli emas pada zaman dulu dan menjualnya di masa sekarang lalu mereka untung berkali lipat.

Dalam jangka panjang, emas menjanjikan potensi yang menguntungkan. Minimal profit yang dapat kita rasakan investasi emas setelah penyimpanan 2 tahun.

Berikut ini saya lampirkan grafik persentase harga emas 5 tahun terakhir.

Cara Mudah, Murah dan Aman Investasi Emas

Jika dibandingkan dengan tabungan uang yang disimpan pada bank, jelas bahwa emas lebih menguntungkan. Nilai uang turun kena laju inflasi, sementara emas nilainya akan tetap dan harganya akan naik.

Jika saya boleh membandingkan secara data antara uang yang ditabung dengan investasi emas selama 2 tahun terakhir dari 1 Januari 2016 s.d 31 Desember 2017, maka dapat dilihat perbandingannya sebagai berikut.

Pertama, kita butuh nilai inflasi dan harga emas.

Data inflasi saya olah dari http://www.bi.go.id/id/moneter/inflasi/data/Default.aspx

Data harga emas dari harga-emas.org/history-harga

Saya akan ambil contoh 1 Januari 2016. Saat itu harga emas adalah Rp Rp 545.000/gram.

Kedua, anggap Rp 545.000 saya tabung di bank dan saya beli 1 gram emas pada tanggal 1 Januari 2016.

Tabungan uang
Tahun Inflasi Nilai Uang setelah inflasi
2016 3,02 % Rp 528.541
2017 4,3 % Rp 505.814

Tabungan emas
Tahun Quantity (gram) Harga Emas
31 Desember 2016 1 Rp 588.000
31 Desember 2017 1 Rp 637.000

Dari masing-masing jenis tabungan diatas belum saya hitung biaya adminstrasi dan bunga. Yang ingin saya tunjukkan adalah tabungan emas lebih menguntungkan daripada tabungan uang. Dapat dilihat pada nilai akhir uang yang terbentuk.

Yang semula uang Rp 545.000, pada tabungan uang nilainya menjadi Rp 505.814, sementara pada tabungan emas nilainya menjadi Rp 637.000 per 31 Desember 2017.

2. Aman

Pembelian emas dalam bentuk logam mulia yang dibeli pada lembaga legal memiliki sertifikat yang diakui oleh negara dan dunia. Contoh, di Indonesia emas yang dikeluarkan oleh PT. Aneka Tambang (ANTAM) memiliki sertifikat ini.

Bahkan toko emas perhiasan dipinggir jalan pun memiliki sertifikat yang mereka terbitkan sendiri untuk menjamin kemurnian produk, sehingga dapat dijual kembali ke toko tersebut.

Lebih jauh, walaupun tanpa sertifikat emas tetap dapat dijual-belikan meskipun berdampak pada harga yang tidak sesuai dengan harga pasar.

3. Resiko Rendah

Jika dibandingkan dengan jenis investasi seperti forex, saham dan reksadana yang sangat fluktuatif, jelas bahwa emas tidak seperti itu. Meskipun dalam jangka pendek emas mengalami fluksuasi, namun harga emas cenderung naik dengan stabil dalam jangka panjang, mengingat permintaan yang terus meningkat.

Nilai emas tidak akan menyusut. Kita hanya dikenakan biaya penitipan jika menitipkan pada lembaga tertentu. Jika dibandingkan dengan nilai uang yang yang rentan dengan inflasi.

4. Mudah dicairkan

Dengan liquiditas yang tinggi, kita dapat menukarkan emas dengan uang tunai dalam waktu yang cepat dimanapun dan kapanpun. Emas akan diterima meskipun tanpa sertifikat sekalipun. Sekali lagi, emas layaknya “global currency” yang laku dimana saja.

Cara Investasi Emas

Ada beberapa cara investasi emas yang saya ketahui. Di internet sendiri ada banyak cara investasi emas, namun saya membaginya menjadi 3 cara yang sangat mungkin kita terapkan seperti dibawah ini.

1. Beli Emas Tunai

Jangan mengira sekarang membeli emas secara tunai butuh modal yang banyak dan sulit menyimpannya. Ada banyak lembaga terpercaya yang menyediakan fasilitas pembelian emas dengan hanya 0.01 gram saja serta menyediakan fasilitas penitipan untuk menjamin emas kita tetap aman.


Ada 3 Lembaga yang saya ketahui menyediakan tabungan emas dengan fasilitas pembelian emas sebesar dari 0.01 gram, yaitu :

a. Pegadaian
b. IndoGold


Saya akan membahas satu per satu lembaga ini sesuai pengalaman pribadi pada artikel berikutnya.

Dengan membeli emas sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi gunung, hehe. Jika sudah mencapai berat 1 gram dapat dicetak dengan cetakan Antam ataupun UBS.

Namun, jika Anda memiliki dana yang cukup besar , dapat langsung membeli emas  dalam jumlah banyak di Antam lalu menyimpannya di Brankas Logam Mulia (lembaga penyimpanan emas dari Antam) atau lembaga lain yang memiliki izin.

2. Cicil/Kredit/Pembiayaan Emas

Terus terang saya sendiri belum pernah mencoba kredit emas. Namun, saya sudah menggali informasi dan membandingkan dengan konsep menabung emas secara cash.

Ada beberapa resiko dan kelemahan yang saya khawatirkan dalam pembiayaan emas ini, diantaranya :
  1. Menyiapkan uang muka minimal 20% dari total pembiayaan untuk umum/perseorangan. Untuk kolektif dan sistem arisan besaran DP biasanya lebih rendah. (Pengecekan pada Pegadaian, Mandiri Syariah, dan BCA Syariah iB)
  2. Emas akan ditarik dan dilelang jika kita tidak mampu membayar.

Disisi lain system cicilan ini memiliki keuntungan juga, diantaranya:
  1. Sudah termasuk biaya penitipan. Sejak awal kita mencicil, emas akan disimpan pada lembaga tempat kita mengambil kredit emas hingga cicilan tersebut lunas. Kita tidak perlu membayar biaya penitipan lagi.
  2. Konsisten. Dengan system mencicil, tentu setiap bulan kita akan ditagih secara “paksa” hingga masa tenor berakhir. Nah, metode ini sangat cocok untuk orang yang sulit berinvestasi.
  3. Harga emas tetap sesuai harga pada saat akad. Misal pada saat akad harga emas Rp 600.000/gram, lalu kita mencicil selama 5 tahun. Meskipun ditahun-tahun mendatang hingga tahun ke 5 harga emas naik, kita tetap mencicil di harga akad yaitu Rp 600.000/gram.

Untuk simulasi cicil emas saya contohkan seperti dibawah ini. Saya mengambil contoh pembiayaan emas Pegadaian, Anda dapat mencoba disini.

Perhitungan harga tanggal 21 Februari 2018.

Harga 1 keping emas berat 5 gr cetakan Antam adalah Rp 3.116.000.
Maka, DP yang harus disiapkan 20% nya yaitu Rp 623.200.

Saya mengambil tenor selama 12 bulan.
Margin yang ditetapkan oleh Pegadaian sebesar Rp 385.175.

Lalu, beban yang harus kita bayar adalah harga emas + margin – DP.
Rp 3.116.000 + Rp 385.175 – Rp 623.200 = Rp 2.877.975

Jadi tagihan kita setiap bulan adalah Rp 2.877.975/12 = Rp 239.831

Setelah cicilan lunas maka emas dapat diambil atau dikirim ke alamat tujuan.

3. Trading Emas/Forex Gold

Trading emas ini mirip seperti trading saham.

Trading emas dikenal sebagai Forex Gold.

Forex adalah valuta asing.

Trading forex adalah perdagangan mata uang asing. Setiap mata uang sudah memiliki pasangannya masing-masing.Contoh EUR/USD, GBP/USD, USD/CAD. Setiap pasangan ini memang sudah ditetapkan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Forex Gold adalah perdagangan antara mata uang dengan emas. Dalam hal ini emas berpasangan dengan US Dollar, AUX/USD.

Trading emas memiliki konsep yang sama dengan emas konvensional atau trading forex, yaitu mengambil profit melalui selisih harga jual dan beli.

Misal harga forex gold hari ini adalah 1330 USD/OZ, dua hari kemudian harga naik menjadi 1335 USD/OZ, lalu kita jual maka kita akan memperoleh profit 5 USD/OZ.

Mudah, Murah dan Aman Investasi Emas yang Menjanjikan

Mudah

Sudah pasti investasi emas itu mudah. Sekarang banyak lembaga legal dan terjamin yang menyediakan fasilitas investasi emas. Dimulai dari Antam, Pegadaian, Bank, perusahaan swasta (seperti IndoGold dan Tamasia) hingga market place. Kita dapat membelinya dengan cara offline maupun beli emas secara online.

Murah

Dengan hadirnya system menabung emas yang memungkinkan kita untuk membeli emas dimulai dari 0.01 gram, maka investasi emas terbuka lebar untuk semua orang. Dengan harga saat ini Rp 600.000/gram maka kita dapat membeli hanya Rp 6.000 saja.

Selain itu tersedia juga fasilitas pembiayaan dengan system cicilan. Memilih jumlah emas yang ingin dibeli, memilih tenor dan menyiapkan uang muka, maka kita sudah dapat berinvestasi emas. Dengan system cicilan akan membantu kita untuk tetap konisisten lho, karena tagihan terus berjalan setiap bulan hingga masa tenor berakhir.

Selain itu biaya penitipan dan administrasi juga sangat terjangkau.

Aman

Banyaknya lembaga jual-beli emas yang memberikan pilihan cetak di Antam akan membuat emas terjamin melalui sertifikat yang diterbitkan.
Khawatir hilang jika menyimpan sendiri? Silahkan titipkan pada lembaga penitipan emas.

Jadi tunggu apa lagi? Saya sudah investasi emas, Anda kapan?


Image source :
  1. www.pexels.com (header image)
  2. www.goldprice.com (gold price)

Artikel Catatan Finansial PNS Muda Lainnya :

35 comments:

  1. Saya juga udah lama tertarik ama investasi emas ini.
    Soalnya dari ngeliat orang tua juga yang dulu selalu beli emas kalo lahi ada uang.

    ReplyDelete
  2. Pertama memang emas itu mudah untuk dijual, gak mungkin gak laku, beda kaya kita beli HP, kemudian mau kita jual lagi, kemungkinan tidak lakunya ada, terus harganya jatuhnya lumayan... hahah, sedangkan emas yah dari tahun ke tahun bisa naik, jadi disarankan kalau invest yah dari sekarang... hahah
    Kalau ditempatku, seperti orang belum paham banyak soal menabung emas, saya lihat - lihat juga jarang yang nabung emas.. tapi mungkin kalau nanya, atau cari2 pasti ada juga... cuman sekarang lebih enak nabung emas secara online saja... haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang banyak lembaga swasta berbasis online untuk bisa menabung emas. Beli emasnya pun murah mulai dari 0,01 gram, jadi terjangkau buat siapa saja

      Delete
  3. Aku juga udah berinvestasi emas Antam ini sejak beberapa tahun lalu. Dikumpulin dikit-dikit yang penting ada :). Karena likuid, kalau kepepet bisa mudah dijual juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah saya keduluan dong, kaka sudah beberapa tahun yang lalu investasi emas

      Delete
  4. Informatif gan.
    Semoga sukses dan dan senantiasa berkah investasinya 👍

    Terima kasih sharing pengalamannya. Ditunggu artikel berikutnya pengalaman investasi / menabung emas di tiga lembaga yang disebutkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih, semoga berkah,

      Saya akan bahas lembaga tersebut satu persatu, Pegadaian, IndoGold dan Tamasia

      Delete
  5. aku nerusin punya temen (eh nebus sih) di pegadaian
    lumayan juga paling enggak harganya cenderung konstan meski fluktuasi tetaplah ada
    ada keinginan juga mau tarding forex tapi masih galau maun inves tanah.

    mksh sharingnya mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. investasi tanah aja mas dari pada trading forex. Tanah harganya fix naik dan resikonya juga tidak ada, daripada forex yang fluktuatif

      Delete
  6. Wesss keren masih muda tapi investasinya di sana sininya udah banyak. Kalau saya belum pernah berinvestasi kayak gtu. Soalnya saya belum membekali ilmunya soal investasi dan belum kepikiran. Aduhhh ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mbak, saya investasi karena sadar akan perisapan dana masa depan.

      Sudah bisa mbak nya mulai investasi, dimulai dari emas saja dulu.

      Delete
  7. Ada lagi yang sedang diminati orang-orang sekarang yaitu investasi bitcoin

    ReplyDelete
    Replies
    1. cryptocurrency memang nampang menggirukan, karna menawarkan profit berkali-kali lipat, tapi saya pribadi tidak akan ambil investasi jenis itu,

      Delete
  8. udh dari dulu banget disaranin buat investasi di emas, tapi sampe sekarang belum dilakonin hehe.. padahal keuntungan investasi emas lumayan juga ya. Oke deh mulai gajian sekarang mulai itung2 buat investasi di emas haha.. Terima kasih infonya Mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mulai saja mbak bikin akun di Pegadaian atau tabungan emas yang online tuh. Dari pada ditabung duitnya berkurang nilainya karena inflasi

      Delete
  9. Yap, kebetulan saya juga mempunyai sebuah koperasi syariah mas dan investasi emas adalah salah produk unggulannya. Sudah berjalan 3 tahun. walaupun di tahun pertama sepi,tapi setelah gencar edukasi ttg kelebihan invest emas,akhirnya sekarang malah jadi unggulan. Ya kurang lebih seperti yang mas paparkan diatas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah hebat sudah punya usaha koperasi syariah, apalagi produknya emas. memang di kalangan masyarakat kita emas ini menjadi investasi yang sangat favorit karena kemudahannya

      Delete
  10. Sudah lama tahu sech, Tapi cuma produk ANTAM tahunya karena pernah lamar kerja di ANTAM

    ReplyDelete
  11. Kenaikan harganya cenderung lamban sih, meskipun stabil. Jadi saya kayaknya masih harus pikir-pikir lagi. Lagi butuh investasi jangka pendek sih.

    ReplyDelete
  12. kemaren sempat ingin memutuskan membeli emas yang di bank, nah karena pakai DP ini jadi kurang tertarik dan mengingat bila sewaktu-waktu perlu, tidak bisa diapakan biar untuk mengapakan yg perlu ini

    ujung ujungnya mengurungkan niat untuk nabung di emas, nah ada gak perhitungan atau indikator sampai batas mana persentase dp itu dikatakan lumrah sabda?

    ReplyDelete
    Replies
    1. DP itu hanya diperuntukkan untuk pembiayaan/kredit emas. Rata-rata banyak lembaga yang menawarkan DP variatif, tapi biasanya 20% dari harga emas.

      Dalam kredit emas yang jadi perhitungan bukan DP, tapi margin yang mereka tetapkan.

      Delete
  13. Tertarik dengan investasi ini juga. Terima kasih tipsnya.

    ReplyDelete
  14. Investasi emas memang oaling aman, terutama buat mereka yang suka bingung memilih investasi. Saya juga sekarang inu selain reksadana, dan belajar inves saham, juga menabung emas di pegadaian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mantap mbak ternyata sudah memiliki banyak instrumen investasi. Tetap lanjutkan

      Delete
  15. Boleh juga nih cicil emas di bank syariah. Betul banget kalau 'dipaksa' tiap bulan nyicil..lama2 bisa punya emas ya..kalau punya uang banyak sih bisa langsung byr tunai.

    ReplyDelete
  16. makasih sahringnya, hrgnya juga cukup stabil ya

    ReplyDelete
  17. Wah saya baru tahu di Pegadaian bisa titip emas. Tahunya cuman beli trus simpen sendiri emasnya seperti yang saya lakukan sekarang.

    Soal menggunakan emas sebagai instrumen investasi, ada yang bilang kalau investasi jangan pakai emas. Karena naiknya itu nggak seeksponensial saham. Lebih baik investasi di tanah dan/atau properti, dari sisi ROI-nya.

    What do you think?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih baik investasi di sektor riil seperti tanah atau properti, tapi kan banyak orang yang tidak mampu investasi jenis ini karena butuh modal yang besar, kalau dilihat dari sisi ROI nya lebih menguntungkan di sektor rill pastinya.

      Kalau di luar negeri ada sistem patungan, namannya crowdfunding real estate, jadi kita bisa invest min 1 atau 2 juta,

      di Indonesia sendiri belum banyak, saya baru jumpa 3 yang seperti ini.

      Delete
  18. Emas cenderung lebih ke sarana untuk melindungi nilai uang. Kendati demikian, emas tetap bisa jadi salah satu pilihan investasi. Kembali lagi ke profil risiko dan tujuan investasi si investor juga. Terima kasih atas sharing dan ulasan pengalamannya.

    ReplyDelete
  19. gimana kabar Bang? semoga sehat... penen emas sepertinya hehe
    mohon maaf lahir batin yaaa

    ReplyDelete
  20. Maaf mas, sy pemula bgt untuk masalah investasi, termasuk emas. Kalau misalnya kita mau membandingkan tempat beli emas, apa aja sih yang harus kita bandingkan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. mudah mas, pastikal legal dan ounya sertifikat saja sudah cukup.

      Delete
  21. mau tanya. Mana yang lebih baik apakah membeli emas secara online pool account atau membeli fisik dan menyimpan emas tersebut di rumah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pendapat saya adalah secara online, untuk mencairkan ke uang cash tinggal klik dan klik saja.

      Resiko kehilangan juga kecil kecuali force major itupun bisa dicover melalui asuransi.

      Delete

Komentar spam tidak akan di-approve.

Copyright © 2017 Catatan Finansial PNS Muda by Sabda Awal