Menjadi Pegawai Pajak Wanita, Siapa Takut ?

Artikel terkait : Menjadi Pegawai Pajak Wanita, Siapa Takut ?

Kali ini saya akan sharing salah satu pengalaman teman wanita  yang bekerja di Kantor Pajak. Kebetulan kami satu angkatan, jadi sudah terbiasa berbagi cerita soal kerjaan satu sama lain.

Yang menarik ingin saya bahas adalah karena dia wanita. Pada artikel saya yang sebelumnya, pernah saya sebutkan bahwa pegawai pajak harus bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia dan terkena mutasi juga (pindah tugas).

Kita tidak bisa menebak diamana kita akan bertugas. Menariknya, teman wanita saya ini bertugas jauh dari kampung halamannya. Meskipun masih di pulau yang sama yaitu pulau Jawa.

Saya berhasil membujuk dia untuk menuliskan pengalaman bekerjanya, tapi sayangnya dia enggan disebutkan nama.

Jadi buat siapapun yang ingin kerja di Pajak, terlebih lagi wanita dan harus merantau *jadi cewe kudu stronggg, silahkan simak pengalaman kerja berikut ini.

***

Perkenalkan nama saya Sherina (sebut saja begitu). Saya lulusan STAN tahun 2012 D1 jurusan Perpajakan. Saya satu angkatan dengan admin blog ini 😁

Saya berasal dari Kebumen-Jawa Tengah, saya menjadi pegawai Pajak setelah lulus dari STAN. Karena ada juga yang lulus dari umum tapi jadi pegawai Pajak melalui seleksi umum Kementerian Keuangan.

Menjadi Pegawai Pajak Wanita, Siapa Takut ?

Sesuai permintaan admin blog, saya akan menceritakan pengalaman kerja saya sebagai pegawai Pajak. Yang paling berkesan adalah ketika saya ditempatkan jauh dari kampung halaman.
Sewaktu kuliah saya sebenarnya sudah merantu, tepatnya di Yogjakarta, jadi sudah terbiasa jauh dari keluarga. Hanya saja yang agak merisaukan adalah penempatan.
 
Oh,, yang saya risaukan mutasi pegawai Pajak hanya antar-kantor wilayah saja.  Misal jika ada kantor wilayah yang membawahi 5 kantor pelayanan, maka mutasinya hanya mutar-mutar di kantor-kantor itu saja.

Saya penempatan di salah satu kanwil Jatim II. Yahh, cari tahu sendiri ya itu dimana, hehe.

Mengapa Memilih Kuliah di STAN? 

Dulu sewatu mbak saya masih kelas 3 SMA sudah mulai mencoba mempelajari soal-soal STAN dan mengikuti try outnya.

Saya yang masih kelas 1 SMA, disodorin soal-soal tersebut oleh mbak saya. Kemudian dari sinilah bermula mulai suka dengan soal tes STAN. Saya jadi merasa tertantang sejak saat itu, hahaha.

Tetapi setelah tamat SMA saya ikut SNMPTN, memilih UI dan UNDIP. Dan akhirnya, saya lulus di UNDIP jurusan Oceanografi ditambah saya dapat beasiswa bidik misi.

Baru 2 bulan mulai kuliah di UNDIP, pengumuman STAN pun keluar dan Alhamdulilah saya lulus. Akhirnya memantapkan hati mengikut jejak sang Mbak, saya pilih STAN jurusan Perpajakan.

Sedikit banyak saya memang sudah tahu bagaiman sistem perkuliahan di STAN. Ya karena Mbak saya sendiri memang kuliah disana.

Yang serem itu DO! Kalau nilai tidak cukup langsung dikeluarkan. Jadi bagi mahasiswa "ancaman" ini sebagai pemicu untuk belajar.


On Job Training

Karena pendidikan cuma D1, kuliah punn tidak berasa kuliah. Hanya 10 bulan menghabiskan waktu di kampus lalu wisuda.

Pernah tahu kan kalau lulus STAN itu langsung jadi pegawai negeri sipil? Sayangnya tepat di angkatan saya hal itu tidak berlaku lagi.

Eitt...tidak berlaku jika kami tidak lulus ujian PNS-nya alias TKD. Jadi, angkatan kamilah yang pertama diadakan ujian PNS sebelum menjadi PNS.

Kalau sekarang, ujian PNS menjadi bagian dari ujian saringan masuk PKN-STAN. Jadi TKD dilakukan di awal berbarengan dengan tes masuk PKN-STAN lainnya.

Setelah wisuda, lulus ujian PNS. Kami pun disebar dengan status OJT (On Job Trainig) ke kantor pajak. Masih belum PNS, bahkan belum juga CPNS, melainkan calon CPNS.

Kebetulan penempatan OJT saya tidak jauh dari rumah. Sekitar 10 menit perjalanan.

Status OJT ini yahh seperti bantu-bantulah istilahnya. Selain itu, setiap minggunya kami rolling (pindah seksi) agar lebih memahami setiap tugas dan fungsi masing-masing seksi.

*seksi = divisi/bagian/unit

Yang paling berkesan saat ditempatkan di seksi pelayanan. Saya banyak membantu menangani SPT tahunan yang bermasalah dan yang dikirimkan ke PPDDP (Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan).

Karena magangnya dulu sempat melewati bulan Maret, pastinya banyak berperan di penerimaan SPT tahunan, e filling dan spt tahunan pensiunan. Masa masa ojt senang banget karena banyak dapat temen baru dan tanggung jawabnya belum berat, hehehe.

Penempatan Definitif

Setelah menjalani masa OJT, akhirnya keluarlah pengumuman penempatan defenitif. Saya di tempatkan pada salah satu kantor di daerah Jawa Timur. Pegawai Pajak harus bersedia ditempatkan dimana saja di seluruh Indonesia lho.         

Dulu pertama kali berangkat ke tempat kerja yang baru sedih banget, sampai sekarang bahkan masih sedih jauh dari rumah, tapi bertahan dan buang perasaan cengeng.

Ibu sempet nangis karena pernah waktu saya pulang kurus banget, wkwkwkwk habis sakit. Tapi dinikmatilah, seneng kok merantau itu, ambil pelajarannya.

Kami sebagai pegawai Pajak punya seragam. Senin baju hitam putih, berdasi untuk beberapa klasifikasi pegawai, dan jilbab nuansa merah; Selasa dan Jumat pakai batik, Rabu baju biru Kemenkeu, dan Kamis pakaian bebas.

Pengalaman Kerja

Pertama kali saya ditempatkan di  seksi Pengawasan dan Konsultasi yang bersinggungan dengan banyak masalah perpajakan, update peraturan, dan belajar banyak praktek-in teori yang didapat masa kuliah.

Sekarang pindah ke bagian Subbagian umum, lebih fokus ke bagian kepegawaian, rumah tangga, dan keuangan. Saya memegang jabatan bendahara dan pada posisi ini saya belajar ilmu yang bener baru terkait ilmu keuangan.

Asyik banget kerja di bagian keuangan, melayani pegawai sendiri, mondar-mandir ke KPPN (adalah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara). Subhanallah banget rasanya, banyak tantangan, dan senang sibuk. Jadi waktu saya penuh dengan hal-hal bermanfaat.

Mutasi/Pindah Tugas 

Setiap pegawai Pajak apabila sudah 4 tahun kerja biasanya "terancam" mutasi.  Mutasi saya sekanwil DJP Jatim II saja, wilayahnya Jawa Timur utara kecuali Surabaya, dari Tuban, Madiun, Ponorogo, Jombang, Mojokerti, Lamongan, Sidoarjo  dan Pulau Madura.

Namun ada beberapa pengecualian jika kita ingin pindah ke kantor tertentu sesuai permintaan. Misalnya menikah ikut suami atau ijin merawat orang tua.

***
Saya :
Sherina kalau ada yang mau ditambah juga boleh sesuai selera saja, semoga deskripsi pekerjaan ini memberikan penjelasan ke orang-orang yang masih awam dengan pajak. Juga betapa beratnya tugas pegawai pajak , ngumpulin pajak untuk membiayai Negara.

Sherina :
Saya tidak mau membesar-besarkan beratnya tugas pegawai pajak, biar kita aja, berat hahaha.

Kalau banyak pihak yang menganggap enaknya pegawai pajak, boleh silakan daftar CPNS bidik langsung tujuan pegawai pajak dan rasakan sensasinya jadi pegawai pajak.

Semua pekerjaan bakal nikmat kalau atasannya enak *eh salah, kalau disyukuri, jangan dibawa ngeluh.

Yakinlah dan ikhlaslah bayar pajak, walaupun banyak pihak yang bilang pajak kita dikorupsi –sudah diminimalisir korupsinya, masih terus diupayakan bersih dari korupsi.

Banyak daerah tertinggal sudah terbuka aksesnya, sekolah-sekolah adek dan anak kita banyak terbantu, desa-desa banyak yang mulai terbantu infrastruskturnya, rumah sakit, jalan raya, banyak manfaatnya, pajak kita untuk kita juga.

Seperti sebuah kutipan,
Ketika tidak ada yang baik kepadamu, tetaplah berbuat baik, ketika tidak ada yang jujur kepadamu, tetaplah jujur, ketika semua orang curang kepadamu, tetaplah sportif. Tetap lakukan hal yang baik karena itu yang akan kita petik.
Jika teman-teman punya permasalahan soal pajak silahkan hubungi call center 1500200. Untuk lebih jelas dan tuntas langsung datang ke kantor paja, kami akan melayani seprofesional mungkin. 👧
***
Demikian sharing saya sebagai pegawai Pajak wanita yang ditempatkan jauh dari kampung halaman. Intinya kita harus strong, ikhlas, dijalani dengan penuh semangat, InsyaAllah jadi berkah dan bermanfaat.


Artikel Blogger Finansial & Pekerjaan Lainnya :

33 komentar:

  1. dulu coba stan mungkin hanya coba coba, beda dengan orang lain yang di awal tahun sudah berjuang untuk masuk di STAN, mengikuti les ujian atau membahas bahas soal.

    dulu sekali, aku gak kenal ama yg namanya STAN udah tamat sekolah barulah kenal itupun dikenalkan ama kawan. semoga pembaca blog ini banyak anak SMA biar semakin tergugah dan berusaha maksimal, jangan hanya sekadar coba coba

    mungkin Allah punya rencana lain untuk tiap hambaNya ya kan brother.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali, STAn bukan jalan satu2 nya kok, kita bisa kuliah dimana aja, karena rezeki sudah diatur sesuai dengan porsinya masing-masing

      Hapus
  2. Wah berarti bu sherina itu adik kelas suami ya. Iya bener banget kerja di pajak itu harus siap dimutasi kemana saja dan saya sebagai istri seorang pengabdi negara rela melepaskan karier demi menemaninya kemana pun kakinya melangkah dan ditempati hihihi. Semoga kami selalu dimudahkan dan dikuatkan dimanapun kami berada karena jauh dari keluarga hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin saja mbak sherina juniornya suami mbak,

      sebagai istri rela ya melepaskan pekerjaan demi suami, salut buat mbak

      kadang ada kalanya saya perhatikan yang jauh antara suami dan istri karena lebih mementingkan anak2nya

      Hapus
  3. Dulu aku ditolak STAN, sedih bgt, tapi mungkin udah jalannya :')

    BalasHapus
  4. Kalau gak ada pajak, mana bisa negara bangun fasilitas2 umum, kayak pelabuhan, jalan dan lain - lain, jadi memang jadi pegawai pajak gak mudah yah haha, banyak drama kayak film2 korea,,,, wkwkw
    tapi yang jadi pertanyaan, paling penting diluar soal pajak, kira2 sesama pegawai pajak boleh cinlok gak yah bro...?? jahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh kok, nikah aja dengan sesama pegawai pajak

      Hapus
  5. dulu pas lulus SMA pengen banget masuk STAN ambil jurusan Pajak, ngikutin jejak Masku hehe, tapi ternyata Allah berkehendak laen, saya gak lulus hehe. Tapi alhamdulillah skg bisa ngelanjutin kuliah di jurusan akuntansi pajak, yaa gak beda jauh lah sama cita2 dulu haha. Dan kalo taun ini lulus kuliah, kalo masih cukup buat ikut tes CPNS, kayaknya masih kepengen nyoba buat kerja di kantor pajak. Amiinnn

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah mantap itu mbak, rezeki pajak nya di universitas lain. Mbak bisa coba seleksi rekrutmen Kemenkeu, semoga lulus ya, amiiin

      Hapus
  6. pernah mengetahui STAN waktu tamat SMA juga sama seperti yang di bilang bang yoga di atas. kawan nyoba masuk stan dan gigih nya d tahun ke 3 dia masuk STAn. dan aku juga baru bener bener dengan kalau nilai di bawah taget langsung DO dari STAN.

    oh iya apa bner kalau semakin tinggi kita ambil tingkatan maka samkin ketat persaingan dan susan lulus alias muda DO. contoh kita ambil d3(eh emang ada ya d3 nya)
    masih asumsi pribadi saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. d3 ada. Ya, kuliah di STAN butuh perjuangan yang ekstra, ga cukup nilai langsung DO tanpa basa basi. Minimal IPK 2,75 peraturan terakhir pas saya masih kuliah tahun 2011

      Hapus
  7. Om saya pun ditempatkan jauh, Serang, pulang tiap minggu ke rumah di depok. Salut saya sama pejuang yg berani jauh dari rumah

    BalasHapus
  8. Keren bisa masuk STAN dan bisa lolos..

    Yang paling kurang mengenakkan yah itu, kalau sudah harus jauh dari domisili.. apalagi jauh dari keluarga. 😥

    BalasHapus
  9. Ngebayangin riweuhnya jadi pegawai pajak, beraaat :)
    Tetap semangaaat!

    BalasHapus
  10. memang untuk perempuan kalau mutasi itu berat ya kalau sdh menikah, masa suami ikut pindah ke kota tempat kerja istri ya

    BalasHapus
  11. perpajakan merupakan aset terbesar yang dimiliki negara Mas,
    tanpa pajak negara ini mau jadi apa,

    disisi lain, kalau sekedar nengok ke kantor pajak, banyak juga lho pegawainya yang masih muda muda , bisa berpeluang cinta lokasi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. setiap tahun ada rekutmen, setiap tahun ada yang lulus dari STAN, maka ngga heran banyak yang mudah, biasanya yang muda posisinya di front liner biar enak dipandang mata

      Hapus
  12. wah, saya coba stan mas, tapi alhamdulillah ngak lulus heehe, akhirnya saya masuk UIN-SU, dan selesai sampai s2, kemudian....

    Walah kok malah cerita ni, btw selamat ya mas

    BalasHapus
  13. Ternyata anak STAN yaa,, saya juga pernah nyoba dan gak lulus.

    BalasHapus
  14. Sewaktu masih di kos - kosan dan membuka kios kecil - kecilan, salah satu pelanggan saya adalah pegawai pajak (Ibu - ibu). Saya iseng mengakrabkan diri dan menggoda beliau, " wah kalau jadi pegawai pajak pasti enak ya Bu?".

    Ibu itu menjawab, " Enak sih memang, tapi pidah -pindahnya itu yang kurang enak. Baru beberapa bulan ditempatkan di Gorontalo eh tiba - tiba di Palu. Nantinya tidak tahu lagi dimana".

    Dari pengalaman Ibu itu, saya berpikir ya mungkin memang begitu salah satu resikonya. Setiap pekerjaan kan memang akan ada nilai tambahnya, di sisi lain resikonya juga ada. Jadi, musti siap lahir dan batin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar, resiko dipindah itu yang berat apalagi sebagai pegawai wanita, masak suami yang ikut istri kan ngga lucu juga, ahaha

      Hapus
  15. Wah tantangannya berat jg ya jadi pegawai pajak😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang benar - benar menantang komitmen:)

      Hapus
  16. Mutasi bikin deg-degan. Tapi gimana lagi, komitmen dari pekerjaan. Tapi diambil hikmahnya saja. Dengan berpindah-pindah bisa mengenal daerah-daerah lain.

    BalasHapus
  17. Thanks for sharing.. Nice post, kak! Aku sendiri anak accounting (dari universitas swasta), aku tau seberapa sulitnya kuliah di STAN, dan kerja jadi pegawai pajak (sering denger temen yang kerja di perpajakan juga).. Salut banget dengan teman kakak.. Semangat kerja keras nya patut ditiru..

    BalasHapus
  18. Seru ini sharingnya. Bisa next buat anak hehe. Dulu saya pengen masuk STAN sayang ga lulus. Temen saya juga kerja di pajak. Suka bercerita banyak hal.

    BalasHapus
  19. Wahhh...jgn2 temen wanitanya admin, tetangga sebelah rumah di kampungku. Sm2 org kebumen, biasa dikenal dg basa ngapaknya hehe... Biasanya yg jd kekuatiran emang masalah mutasi dan penempatan. Temenku seangkatan, S1 Akuntansi diterima di Kemenkeu, to gak jadi diambil karena issue nya penempatan di luar Jawa...nggak tau tuh, bayar denda nggak ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang bahasanya mbak Sherina ini ngapak mbak, bisa jadi memang tetangga.

      Resiko mah kalau penempatan di luar Jawa, kita kan harus bersedia ditempatkan dimana saja

      Hapus
  20. temen saya jg ada yang kerja di perpajakan karena sekolahnya dulu di STAN

    BalasHapus
  21. Kalau setara dengan yg didapatkan (bahkan boleh jadi lebih), then its worth the fight. semangat kakaa :)

    BalasHapus
  22. Namanya tugas mengabdi negara berarti pegawai pajak harus siap ditempatkan di bagian apa aja dan dimutasi ke mana pun ya hehehe... Pajak itu buat kepentingan masyarakat juga jika tidak menyimpang penggunaannya 😊

    BalasHapus

Komentar spam tidak akan di-approve.

Copyright © 2017 Blogger Finansial & Pekerjaan by Sabda Awal