Cara Membeli Reksa Dana, Ternyata Semudah Belanja Online

Artikel terkait : Cara Membeli Reksa Dana, Ternyata Semudah Belanja Online

Saya mulai membeli reksa dana bulan April 2018. Padahal saya sudah lama tahu tentang intsrumen investasi yang satu ini. Dulu pengetahuan saya masih kurang makanya selalu menunda membeli reksa dana.

Selain itu, saya memiliki pandangan yang salah tentang reksa dana (selanjutnya saya singkat RD). Saya menganggap jika membeli RD ini akan turun grade, pasalnya saya sudah lebih dulu terjun di dunia saham.

Bisa dibilang beberapa jenis RD itu produk turunan dari saham... makanya pandangan itu muncul.

Meskipun 3 tahunan ini belajar soal jenis-jenis investasi, ternyata tidak membuat saya berpikir jernih. Ini salah satu contohnya...

Sampai akhirnya... saya beli RD di bareksa April 2018 setelah belajar dan yakin untuk berinvestasi di reksa dana.

Cara membeli reksa dana sangat mudah, semudah belanja online..

Pertama, buat akun dulu..

Kedua, pilih produk...

Ketiga, transfer uang...

Selesai.. iya, cukup 3 langkah mudah ini anda sudah dapat memiliki reksa dana. Oke, mungkin langkah satu dan tiga gampang, tapi kebanyakan kita akan tersangkut pada langkah kedua yaitu memilih produk.

Sama seperti belanja online, untuk pilih produk itu harus cari informasi yang cukup. Memahami betul produk yang ditawarkan, hingga membandingkan dengan produk lainnya. Sampai akhirnya, anda memilih produk yang pasti.
Jadi, jangan ada alasan tidak membeli reksa dana untuk investasi. Caranya mudah lho.
Tentu saja, suatu saat reksa dana tersebut dapat anda jual kembali kapanpun anda mau.

Memilih Reksa Dana yang Tepat

Nah, mari kita bahas langkah kedua diatas, yaitu cara memilih produk.

Reksa dana itu banyak jenisnya, ada pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Eitss... tapi anda jangan pusing duluan soal ini. Anda tidak wajib kok memahami semua jenisnya.

Ada 3 cara dalam memilih reksa dana.

1. Menentukan Jangka Waktu dan Resiko

Mudahnya, silahkan tentukan dulu tujuan investasi dan profil resiko anda. Jangka panjang atau pendek? Berani ambil resiko atau main aman saja? Ingat, resiko berbanding dengan profit, makin tinggi profit semakin tinggi pula resikonya.

Investasi kurang dari 1 tahun, resiko rendah : reksa dana pasar uang
Investasi 1- 3 tahun, resiko sedikit diatas RD pasar uang : reksa dana pendapatan tetap
Investasi 3-5 tahun, resiko diatas RD pendapatan tetap : reksa dana campuran
Investasi diatas 5 tahun, resiko tinggi : reksa dana saham

Nah, anda mau pilih yang mana? Jika ingin memilih investasi 3-5 tahun dengan profit tinggi bisa tidak? Bisa saja! Silahkan ambil RD campuran saja, lalu memilih kinerja reksa dana yang mengembalikan return tertinggi.

Maksudnya begini...

Di dalam jenis RD campuran terdapat banyak sekali produk reksa dana. Anda tinggal pilih RD yang menghasilkan return tertinggi.

Seperti gambar dibawah ini. Saya mengumpulkan 15 daftar RD campuran dari website bareksa.com. Yang digarisbawahi adalah RD campuran dengan return tertinggi.

Reksa Dana campuran
Atau jika anda mampu menganalisa, silahkan pilih reksa dana yang potensial.

2. Mengetahui Jenis Reksa Dana

Masih dengan contoh diatas. Kita akan tetap berbicara soal Reksa Dana campuran. Anda harus tahu apa itu Reksa Dana campuran.

Reksa Dana pasar uang adalah reksa dana yang 100% dananya dikelola di instrument pasar uang yang terdiri dari tabungan, deposito, giro atau surat utang dengan tempo kurang dari 1 tahun.

Reksa Dana pendapatan tetap adalah reksa dana yang diinvestasikan minimal 80% di surat utang (obligasi) dan sisanya dapat diinvestasikan di pasar uang.

Reksa Dana campuran adalah reksa dana yang diinvestasikan maksimal 79% saham, dan sisanya pada obligasi (surat utang) atau pasar uang.

Reksa Dana saham adalah reksa dana yang diinvestasikan minimal 80% di saham.

3. Mengenali Apa yang Dikelola

Mari kembali ke reksa dana campuran HPAM Flexi Plus diatas. Terlihat bahwa reksa dana ini memiliki profit yang sangat tinggi. Dalam 5 tahun hingga 72%.

Dalam setiap reksadana itu ada produk tertentu yang dikelola atau disebut sebagai portofolio. (Lihat) Kembali ke pengertiannya...

Reksa dana campuran adalah reksa dana yang diinvestasikan maksimal 79% saham, dan sisanya pada obligasi (surat utang) atau pasar uang.

Jika melihat HPAM Flexi Plus per Februari 2018, dapat dicek disini, adapun produk yang dikelola terdiri dari :

  1. Saham 84%
  2. Obligasi 6%
  3. Pasar uang 10%


Pada sumber data di bareksa, hanya diketahui saham yang dikelola yaitu WSKT, BRPT, TPIA, DOID, SSIA. Sementara itu, untuk obligasi dan pasar uang tidak ada keterangan lebih lengkap.


Oke, saya akan mengajak anda fokus ke informasi yang tersedia saja yaitu saham yang dikelola.

Anda harus tahu saham apa yang dikelola. Anda dapat langsung mengecek grafik saham-saham tersebut, salah satunya di id.investing.com.

WSKT
PT Waskita Karya (Persero) Tbk merupakan perusahaan kontruksi BUMN.

Grafik saham WSKT 5 tahun terakhir

BRPT
PT Barito Pacific Tbk merupakan pabrik petrokimia.

Grafik saham BRPT 5 tahun terakhir.

TPIA
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk merupakan pabrik petrokimia.


Untuk SSIA dan DOID silahkan anda cek sendiri ya 😀.

Jika melihat grafik harga-harga saham yang dikelola dalam reksa dana HPAM Flexi Plus selama 5 tahun terakhir melesat sangat tinggi. Maka sangat wajar reksa dana campuran ini memberikan return yang tinggi pula.

Data diatas hanya berdasarkan grafik saja. Jika anda ingin menganalisa lebih dalam, anda dapat melihat melalui profil perusahaan (saham), laba dan utang, jumlah ekuitas, dan prospek di masa depan sebuah emiten.

Inilah yang saya maksud kenali apa yang di kelola. Produk-produk yang dikelola ini jika diibaratkan sebuah barang adalah spesifikasinya.

***
Jadi untuk memilih reksa dana ada 3 langkah yang harus anda lakukan :
  1. Menentukan jangka waktu dan resiko
  2. Mengetahui jenis reksa dana
  3. Mengenali apa yang dikelola

 

Bagaimana Dengan Reksa Dana Saya? 

Saya membeli reksa dana baru sekali pada April lalu di bareksa.com. Ada banyak tempat untuk beli RD, bisa di perusahaan sekuritas, online shop dan lain sebagainya. Jika anda cari di google "beli reksa dana" akan banyak yang muncul. Anda bisa pilih salah satunya.

Dari awal tulisan ini saya sering menyebut bareksa. Yup, bareksa salah satu tempat membeli reksa dana. Saya bukan "antek"nya  bareksa, saya tulis murni untuk bahan tulisan saja.

Baiklah, dalam memilih reksa dana saya utamakan yang syariah. Reksa dana syariah adalah reksa dana yang dikelola berdasarkan prinsip-prinsip syariah.

Yang saya pilih reksa dana saham untuk jangka panjang, maka dari itu saya akan mencoba konsisten membeli setiap bulannya, tidak banyak hanya Rp 500.000 saja~.

Saya membeli Trim Syariah Saham. Berikut ini screenshoot portofolio tanggal 23 April 2018.



Dapat anda lihat, returnnya sudah 4%.

Mengapa saya memilih TRIM Syariah Saham ?
Alasannya sebagai berikut :
  1. Saya ingin investasi jangka panjang. Untuk jangka panjang cocok memilih reksa dana saham.
  2. Saya tahu reksa dana saham itu apa, yaitu minimal 80 % saham, 20 %-nya lagi obligas/pasar uang.
  3. Saya mengetahui produk yang dikelola, yaitu Astra International (saham), Telekomunikasi Indonesia (saham), Unilever Indonesia (saham), United Tractors (saham) dan Sukuk Negara Ritel Seri SR-008 (Obligasi)
Saya tidak membaca grafik saham yang dikelola oleh TRIM Syariah Saham (cek disini untuk mengetahui informasi reksa dana ini).

Saya punya keyakinan seperti ini...

Astra International, Telekomunikasi Indonesia, Unilever Indonesia, United Tractors adalah perusahaan besar di Indonesia. Mereka adalah perusahaan yang sudah matang dan mapan. Setiap tahun mereka mampu mencetak laba.

Astra International menggarap dibanyak bidang mulai dari kendaraan, suku cadang hingga finance.

Telkom Indonesia, setahu saya perusahaan ini  merupakan penyalur pajak terbesar di tahun ini, otomatis labanya juga besar....Di bawahnya ada Telkomsel dan Telkom yang juga merupakan perusahaan besar, selain itu manajemennya sangat baik dibandingkan BUMN lainnya.

Unilever Indonesia memproduksi barang sehari-hari yang tidak mungkin dilepaskan oleh konsumen. Jangan tanya soal omset, pasti besar.

United Tractor adalah perusahaan terbesar alat-alat berat. Bukan menjual, tapi menyewakan. Melihat pesatnya perkembangan infrastruktur di tanah air, saya yakin akan berdampak pada penghasilan United Tractor.

Sukuk Negara Ritel Seri SR-008 ini adalah surat utang negara berprinsip syariah dengan cara bagi hasil. Risiko gagal bayar/rugi hampir tidak ada di Sukuk Ritel. Karena pembayaran pokok dan imbalan Sukuk Ritel dijamin penuh oleh negara (berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2008).

Hal-hal di atas akhirnya meyakinkan saya untuk mengambil reksa dana TRIM Syariah Saham.

Cara Membeli Reksa Dana di Bareksa

Nah, cara memilih reksa dana sudah saya jelaskan diatas, kini saatnya mengetahui cara membeli reksa dana di bareksa.

1. Kunjungi bareksa.com, lalu lakukan registrasi.
2. Isi data dengan benar, yang anda perlu siapkan adalah KTP dan nomor hp.
3. Setelah selesai daftar, anda akan dikirimi link untuk dibuka melalui smartphone dan anda melakukan tanda tangan secara elektronik.

Saya lupa-lupa ingat cara mendaftarnya, hehe jika kesulitan silahkan kontak langsung CS bareksa ya...

Pada proses registrasi ini saya dihubungi melalui email, whatsapp dan cs bareksa.

Untuk membeli reksa dana cukup mudah.
1. Pilih reksa dana yang anda pilih.
2. Klik beli.
3. Lakukan transfer.

Proses pembelian ini membutuhkan waktu. Saya beli di hari H, reksa dana baru masuk keesokan harinya. Berarti prosesnya butuh 1 hari kerja kira-kira.

Anda dapat membeli reksa dana sebanyak yang anda mau. Jika ingin menjual kembali, silahkan pilih "Jual" saja. Penjualan minimal senilai Rp 100.000.


Setiap penjualan akan dikenakan biaya dalam persentase jika kepemilikan resadana sampai 12 bulan. Jika diatas 12 bulan, penjualan tidak akan dikenakan biaya. Seperti keterangan gambar di bawah ini.
Cara Membeli Reksa Dana, Ternyata Semudah Belanja Online
Ketentuan khusus penjualan sebuah reksa dana

Mencari Reksa Dana

1. Pilih menu Pilih Reksa Dana Saya

2. Masukkan indikator yang diperlukan.
Pada contoh diatas, saya memilih jenis reksa dana pendapatan tetap, periode 3 tahun dengan return diatas 15%. Lalu, klik cari.

3. Lalu, akan muncul daftar reksa dana yang sesuai dengan pencarian.
Hasil pencarian reksa dana
Hasil pencarian seperti gambar diatas. Kolom paling kanan ada tombol beli untuk membeli reksa dana. Anda juga dapat mengklik setiap reksa dana untuk melihat propektusnya masing-masing.

4. Melihat lebih detail, silahkan klik salah satu reksa dana yang muncul. Saya mencoba memilih MNC Dana Syariah, maka akan menampilkan data seperti gambar dibawah ini.
Data MNC Dana Syariah
5. Jika anda sudah menentukan pilihan, pilih "Beli", lalu lakukan transfer dengan metode pembayaran yang tersedia.

Sangat mirip dengan belanja online bukan?
 ***

Saya kira sampai disini saja ulasan saya tentang reksa dana. Cara membeli reksadana sangat mudah, jadi kapan anda akan memulainya?

Jika anda masih khawatir dan kesulitan investasi reksa dana, silahkan coba yang lebih mudah yaitu investasi emas.

Selamat berinvestasi :D


Jangan lupa tinggalkan komentar dan masukan jika ada kesalahan pada tulisan ini.


source image : screenshoot dari bareksa.com.


Artikel Catatan Finansial PNS Muda Lainnya :

43 comments:

  1. Sama, saya juga di sana, Mas Sabda. :)

    ReplyDelete
  2. Waahh ada lagi bareksa, ya. Selama ini aku cuman tau Ipotfund, tapi ga tau gimana bacanya. Ampun dahh udah 5 bulan ketunda lagiiii buat RD :( Btw, tengkyu infonya, lho!

    ReplyDelete
  3. Jujur kalau baca blog Mas Sabda itu perlu untuk ke dua kalinya agar mengerti. Bahasannya itu sesuatu yang nggak umum untuk saya. Maklum baca isrilah2nya itu, serasa saya sedang belajar pelajaran ekonomi di sekolah hee. Makasih ilmunya 🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau investasi bukan soal ekonomi sih mbak, eheh tapi finansial, yahh paling ga pernah denger, nanti2 belajarnya

      Delete
  4. Lbh mudah lagi bahkan ya, karena ga perlu nunggu om kurir datang antar paket😂

    ReplyDelete
  5. hmm masih bingung 🤣

    ReplyDelete
  6. Ada reksadana saham juga ternyata. Wah jadi ingin beli nih.

    ReplyDelete
  7. Sepakat sama bunda erysha..serasa jd mahasiswi FE.. makasih ilmunya

    ReplyDelete
  8. Jadi kalau saya cerna menurut pemikiran orang awam seperti saya, mungkin kita kaya nanam modal disebuah perusahaan, kalau kasarnya minjemin duit ke orang buat dipakai usaha lagi,,, gitu kan yah ?

    mungkin bedanya antara syariah dan tidak syariah itu dari hasilnya kali yah,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan, RD itu mengelola dana ke produk-produk investasi, seperti saham, obligasi, atau pasar uang.

      Syariah atau tidak syariah bedanya ada pada apa yang dikelola (produk syariah atua non syariah)

      Delete
  9. wah nambah ilmu baru nih tentang reksa dana, hehe hebat nih mas investasinya dimana2 :D

    ReplyDelete
  10. Belum berani terjun ke dunia itu. Masih ada rasa takut khawatir

    ReplyDelete
  11. Berat ilmunya, gua bacanya sambil mikir jorok agar nggak bisa hehe, trims ilmunya bro hehe

    ReplyDelete
  12. menarik juga,, tapi msh khawatir maen begituan

    ReplyDelete
  13. Sebenarnya dari dulu udah tertarik pengin nyobain RD tapi karena minim pengarahan cara2nya gimana ... sampai sekarang ngga pernah terlaksana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk memulai reksadana, tentukan saja dulu tujuan investasi dan jangka waktunya, baru akan mudah memilih jenis RD apa yang sesuai.

      Delete
    2. Terimakasih sarannya,mas.
      Akan coba kuikuti.

      Delete
  14. Saya dulu penah sedikit2 belajar tentang reksa dana tapi ga direalisasikan dan tampaknya ga semudah itu :( Agak kurang mudeng saya nih kudu baca berulang kali, mungkin minatnya belum ke sana :) Thanks anyway ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk memulai reksadana, tentukan saja dulu tujuan investasi dan jangka waktunya, baru akan mudah memilih jenis RD apa yang sesuai.

      Delete
  15. makasih sharingnya mas,lengkap dan informatif

    ReplyDelete
  16. terimakasih tipsnya mas, lain kali share yang tips dan trik trading crypto mas, saya main di crypto, masih belajar

    ReplyDelete
  17. kalau rajin dan ulet pasti akan menghasilkan.

    ReplyDelete
  18. kata temenku Reksa dana jenis ini emang jauh lebih aman dibanding saham yang memiliki tingkat fluktuasi lebih tinggi. Jadi, bakal dapat keuntungan dari tingkat suku bunga yang dipertahankan di level tinggi oleh Bank Indonesia (BI).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, dibandingkan dengan saham, resiko RD lebih rendah begitu juga dengan profitnya

      Delete
  19. Wah, kebetulan sekali mas, baru minggu lalu saya mencoba beli reksadana di Bareksa ini. Kebetulan tipe resiko saya moderat, jadi pilih yang jenis Reksadana campuran.
    Lumayan buat belajar menabung dan investasi.

    ReplyDelete
  20. Dulu ikut RD, tapi skrg saya pilih investasi di saham 🙂

    ReplyDelete
  21. Kelas berat bro, alhamdulillah dunia blog penuh kejutan yang rasanya tak mungkin diketahui eh nemu di blog ini

    ReplyDelete
  22. RD memang layak dicoba, karena ternyata enggak susah enggak seperti bayangan saya yang ribet dan njelimet.

    Thanks paparannya Mas...mau coba juga ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk memulai reksadana, tentukan saja dulu tujuan investasi dan jangka waktunya, baru akan mudah memilih jenis RD apa yang sesuai.

      Nyatanya jika dilakukan step by step akan lebih mudah

      Delete
  23. Teman saya di kantor juga belinya di Bareksa, hehe.
    Kalo saya belum nyobain sih mas.
    Pengen banget sih, cuma selalu aja banyak mikirnya :))

    ReplyDelete
  24. Karena enggak ngikutin soal reksa dana, jadi masih bingung cara kerjanya. Terima kasih informasinya.

    ReplyDelete
  25. Sempat dijelaskan teman tentang reksadana tapi belum paham juga
    Biar paham perlu langsung praktek ya..

    ReplyDelete
  26. yes aku juga invest di RD nih, tp ga pakai cara online, tapi lewat bank mandiri

    ReplyDelete
  27. High risk high return ya mas.namun jelas sbg awam saya pun akan pilih unilever krn prtimbangan eksistensinya. Boleh juga nih ada pilihan syariah-nya

    ReplyDelete
  28. Baca tulisan tentang reksa dana ini membuatku tertarik untuk semakin mencari tahu tentang investasi yang satu ini deh. Makasih tulisannya, Mas 😊

    ReplyDelete
  29. Membaca tulisan ini saya jadi termenung, entah saya harus berduka atau bahagia mengapa dulu gak kuliah di bidang bahas-bahas duit gini.
    Ampuunn deh, panas otak bacanya, kagak ngerti hahaha..

    Tapi terus terang, saya sangat tertarik dengan hal-hal yang membahas tentang keuangan, meskipun berkali-kali baca malah bikin semakin pusing kepala huhuhu..

    Saya dulu kerja di kontraktor juga selalu berhubungan dengan keuangan, karena harus merencanakan biaya.
    Rencanain biaya sih mudaaahh, kontrol biaya juga mudah..
    Tapi kalau sudah harus disingkronkan sama akunting, pengen jedotin kepala rasanya hahaha *curcol.

    Btw, saya bookmark aja dulu deh tulisan ini, sudah lama pengen tau reksa dana, tapi gak ngerti-ngerti.
    Dan tulisan mas Sabda ini lengkaaapppp banget, namun harus di baca ulang dan perlahan biar otak lelet hitung-hitungan saya konek hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. pelan-pelan aja mbak belajar produk investasi. Kalau soal finansial saya rasa semua orang wajib tau karena investasi sektor non riil memang akan mengarah kemari.

      Delete
  30. Bisa dibuatkan simulasi estimasi keuntungan yang didapatkan jika investasi direksadana saham dengan flat investasi 500ribu perbulan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Investasi 500k/bulan, estimasi profit 10%, jangka waktu 60 bulan.

      Hasilnya menjari Rp 39.534.391,76

      Simulasi keuntungan bisa coba di https://www.bareksa.com/id/financial/investment_calc

      Delete
  31. makasih ya udah mau share ilmu dan pengalaman

    ReplyDelete
  32. Mas Sabda, simple but nice article nya. Ada pengalaman yg bisa di review nggak mas kalai subscribe reksadana via eCommerce? Lagi gencar nih akhir2 ino, apalagi tokped..

    ReplyDelete

Komentar spam tidak akan di-approve.

Copyright © 2017 Catatan Finansial PNS Muda by Sabda Awal