Begini Rasanya Bekerja Sebagai Staf KBRI di Korea Utara

Artikel terkait : Begini Rasanya Bekerja Sebagai Staf KBRI di Korea Utara

Saya beruntung punya banyak teman yang beragam, terutama soal pekerjaan mereka. Deskripsi pekerjaan mereka menjadi kisah menarik tersendiri bagi saya. Hingga akhirnya saya memutuskan cerita-cerita pengalaman bekerja tersebut menjadi salah satu karekteristik kuat blog ini.

Saya masuk SD tahun 1999 silam. Banyak teman-teman yang saya lupa, karena keluarga saya dulu pindah-pindah. Bahkan sewaktu SMP saya sempat sekolah di 3 SMP yang berbeda 😂.

Sewaktu SD saya punya teman namanya Emitha Karina. Sebenarnya saya lupa-lupa ingat dengan Emitha, bahkan saya lupa wajah kecilnya dulu seperti apa. Seingat saya kelas 4 SD, Emitha pindah ke luar kota. Sejak saat itu kenangan terhadap Emitha mulai hilang, *eaaakk.. 

Tapi kini kami sudah berkomunikasi kembali lewat sosial media. Saya sering lihat foto-foto di instagram Emitha yang berfoto di Korea Utara.

Saya pun jadi tergelitik untuk mencari tahu lebih banyak. Sampai akhirnya saya tahu Emitha seorang staf Kementerian Luar Negeri yang ditempatkan di Pyongyang.

Wah...saya yakin ini akan menjadi cerita yang amat menarik. Terlebih lagi ditugaskan di Korea Utara yang notabenenya sebuah negara komunis yang tertutup dari dunia luar.

Tidak seperti tulisan pengalaman profesi sebelumnya, kali ini saya menuliskannya dalam format wawancara.  Saya akan membagikan pengalaman Emitha, mulai dari asal kuliah dan jurusan, proses rekrutmen, tentang Kementerian Luar Negeri, tugas yang dilakukan, hingga kesan dan pengalaman pribadi tentang pekerjaan dan kehidupan di Korea Utara bahkan Emitha tidak sungkan membeberkan gaji sebagai seorang staf Kementerian Luar Negeri. *terima kasih Emithaaaa 😚

***

Begini Rasanya Bekerja Sebagai Diplomat di Korea Utara
Emitha berfoto bersama orang Korea Utara pada sebuah acara
Dulu kuliah dimana?
Kuliah di Universitas Swasta, Universitas Budi Luhur. Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial, majornya di Internasional Relation or HI.

Jabatan apa yang saat ini kamu pegang?
Jabatan ini disebut sebagai Local Staff atau Staf lokal yang bekerja di perwakilan ( kedutaan).

Ada dua macam staf lokal yang biasa dipekerjakan oleh kedutaan orang lokal setempat contohnya misalkan kedutaan Inggris yang berada di Indonesia mempekerjakan beberapa staf lokal Indonesia di kedutaan mereka disebut local staff setempat, tetapi ada juga staf lokal yang langsung di berangkatkan dari negera tertentu untuk bekerja di kedutaan Negara yang dituju. Misalkan kedutaan Inggris di Indonesia mempekerjakan beberapa staff yang di berangkat langsung dari Negara Inggris.

Kurang lebih seperti saya saat ini, saya merupakan staf lokal yang bekerja di Kedutaan Indonesia di RDRK ( Republik Demokratik Rakyat Korea). Biasanya status para staf ini meruapakan Pegawai Pemerintah Non PNS, dan diberikan passport dinas untuk jangka beberapa tahun. Kami bekerja di bawah naungan Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Saat ini berada pada divisi apa?
Saat ini divisi yang saya pegang sosial budaya, karena di setiap KBRI memiliki beberapa fungsi (divisi).

Keuangan, Politik Ekonomi, Sosial Budaya, Protokol dan Konsuler. Saya berada pada fungsi sosial budaya ( Pensosbud) dan juga terkadang membantu di divisi politik dan ekonomi karena memang Perwakilan Pyongyang porsinya kecil.

Tetapi ada tambahan, jadi kalau Kementrian Luar Negeri sendiri fungsinya banyak. Bisa dilihat di website kemlu. Biasanya fungsinya sesuai dengan wilayah negera tertentu.

Misalkan fungsi Asean, fungsi Timur Tengah, fungsi Asia Pasifik, fungsi perjanjian internasional, dan banyak lainnya. Tetapi kalau di perwakilan fungsi tersebut disesuaikan dengan pembagian fungsi yaitu Keuangan, Politik Ekonomi, Sosial Budaya, Protokol dan Konsuler.

Tolong ceritakan proses rekrutmen yang kamu ikuti seperti apa?
Rekrutmen dari Pihak Kemenlu sendiri dengan berbagai tahap yang lumayan panjang. Sekitar 6 bulan kurang lebih dari proses memasukan lamaran sampai adanya diklat dari pihak Kemenlu.

Seingat saya dari proses lolos adminitrasi hingga selesai sekitar 7 tahap.
  1. Test Ilmu Pengetahuan Umum
  2. Test Bahasa Inggris
  3. Test Komputer
  4. Test Psikometri
  5. Test Psikotest ( Q and A oleh pihak Psikiater)
  6. Wawancara oleh Pihak Kemenlu
  7. Wawancara oleh Pihak KBRI.

Seingat saya ini semua tahapannya. Sejauh ini semua proses kadang berubah-ubah tergantung pihak SDM Kemenlu.

Karena ini merupakan jenis kerja yang bukan main-main. Jadi memang harus dipersiapkan dengan matang. Karena kita akan dikirim untuk bekerja di perwakilan. Sebagai tonggak nama Negara. Jadi semua proses memang dikatakan selektif. Sehingga pihak SDM kemenlu sendiri benar-benar menyaring dari semua tahap sehingga bisa lulus.

Banyak temen saya yang juga pernah memiliki pengalaman ini tapi kadang mereka ada saja yang tidak lolos. Karena memang setiap tahap bikin pusing juga.

Misalkan disaat test Pengetahuan umum, ini hampir mirip seperti soal – soal tes PNS. Kita harus tahu wawasan kebangsaan, trend berita yang di hadapi Indonesia hingga DPR dan MPR maupun undang-undang.

Biasanya di saat test ini ada sekitar 300 orang dan akan berkurang sampe ke 50 di tahap terakhir. Sistem gugur.

Persiapan yang saya lakukan banyak belajar, dan baca-baca berita yang ada di website kemenlu atau berita-berita lokal. Kejadian banyak yang tak terduga contoh disaat disuruh memilih mau ke Negara mana.

Karena kita akan disuruh mengisi daftar perwakilan negara yang membutuhkan staff. Saya pilih Vietnam malah di kasih di Pyongyang. Karena memang kemenlu sendiri akan menyesuaikan kemampuan dan kebutuhan perwakilan. Maka dari itu kita harus siap kalo akan dikirim mana saja.

Jam kerjanya bagaimana? 
Senin-Jumat, jam 09.00 – 17.00.

Jobdesk kamu apa? 
Staf yang membantu di Pensusbud. Berhubungan dengan kegiatan dengan penyebaran budaya Indonesia. Biasanya akan saya siapkan secara administratif ataupun tekniknya.  Dan juga sebagai admin Portal website KBRI Pyongyang.

Apa saja tantangan pekerjaan ini? 
Tantangan mungkin kalo dalam dunia kerja pasti tidak beda jauh sama teman-teman yang lain, yang bikin beda hanya kondisi dan tempat. Saat ini pasti tahu keadaan Pyongyang sendiri berbeda jauh dengan kota lainnya. Ini merupakan Negara tertutup jadi tidak gampang buat kita bergaul karena dibatasi lingkupnya.

Kendala bahasa juga termasuk. Intinya sih ini kota beda banget. Kadang cepat bikin kita bosan. Karena ini wilayah Korut, negara yang menganut paham komunis, bukan seperti drama-drama yang kita liat di TV yaitu negara korea selatan yang cenderung lebih terbuka.

Enak tidak enaknya pekerjannya ini? 
Enaknya bisa keluar negeri, bisa merasakan tempat di zona yang beda dengan Indonesia pastinya. Belum lagi kalau kita yang suka petualang rasanya akan lebih lengkap untuk kita  terus mencari kota-kota yang nyentrik lain.

Bisa jadi diri sendiri di tempat yang belum dikunjungi sama sekali dan membuat kita lebih bersyukur sama hidup.

Tidak enaknya setiap hari bisa homesick karena kangen bakso sama mie ayam. Tinggal di luar negeri banyak hal – hal positif yang bikin kita lebih kuat dan mandiri secara jiwa dan raga. Kita harus maksimalkan dengan bisa beradaptasi dengan lingkungan yang semua beda banget dengan negara kita. Bisa jadi tangguh 💪.

Sudah berapa lama bekerja sebagai staf kementerian luar negeri?
Yay akhirnya sudah di penghujung kerja. Saya disini ditempatkan untuk 2 tahun kontrak kerja. Sebenernya bisa di perpanjang cuma mau cari pengalaman di negara lain.


Begini Rasanya Bekerja Sebagai Diplomat di Korea Utara
Emitha Karina (tengah) dan para diplomat di Korea Utara

Apakah ada diklat atau pelatihan?
Kita diberikan diklat umum selama seminggu. Pengetahuan – pengetahuan tentang dunia perwakilan, pekerjaan, dan kendala oleh para ahli di bidangnya. Nah, kalau untuk yang lebih fokus akan diberikan pelatihan 3 bulan untuk mengetahui berbagai system keuangan apabila si pekerja atau calon staf akan di jadikan staf pembantu keuangan.

Bagi tips dong untuk yang ingin menjadi staf/diplomat.
Harus memiliki kemampuan lebih selain bahasa Inggris itu poin plus, karena kita akan ditempatkan di 139 perwakilan di seluruh dunia, yang notabene tidak semua dibutuhkan bahasa Inggris. Paling tidak you need to have another second language after English 😀.

Bagaimana dengan gaji? Tidak perlu sebut nominal kok, hehehe.
Kaauo masalah gaji bukannya sombong hehe, tapi pekerjaan ini dihargai dengan dollar perbulan. Tergantung individu tersebut dan pengalaman yang dia punya serta strata. Itu sih kotor belum nanti bayaran lain selama kita penempatan, karena rumah dan lain2 ditanggung sendiri.

Selama ini yang saya dapat yang tunjangan ( karena ditempatkan di perwakilan rawan yaitu Pyongyang , bisa dapat lembur bila ada kerjaan yang memang bikin kita lembur selain gaji pokok) tapi tunjangan hidup, bonus dan lain-lain sepertinya tidak ada.

Adakah jenjang karir?
Kalau untuk menjadi staf biasa seperti ini peluang jenjang karir sih tidak ada, meskipun jika diperpanjang paling hanya kenaikan gaji. Tapi jika memang mau kita bisa jadikan pekerjaan ini jadi batu loncatan untuk menuju PNS diplomat. Kalo misalkan mau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Share pengalaman kehidupan di Korea Utara dong..
Banyak sekali cerita kehidupan yang bisa dibagi disini. Pokoknya edisi ini kita bisa lanjutkan di blog lainnya  jadi bikin lagi aja q and a yang sama. Intinya Negara yang beda dari tempat lainnya. Disini kita bisa merasakan bagaimana tahun 80 or 70 yang belum ada penyebaran informasi secara cepat. Semuanya masih klasik.

(Kehidupan tentang Korea Utara akan saya update segera. Saya sudah kirimkan pertanyaan tentang kehidupan disana, tetapi Emitha saat ini sedang banyak tugas, mohon bersabar 😁 )

Dapatkah pembaca blog ini menghubungi Emitha?
Silahkan saja, dengan senang hati. Melalui instagram @emithakarina

Emitha Karina

Tag : cara menjadi diplomat luar negeri, proses rekrutmen kementerian luar negeri, pengalaman bekerja sebagai staf  KBRI diplomat, bekerja di luar negeri, syarat mendaftar menjadi diplomat, tips menjadi diplomat staf kementerian luar negeri

Artikel Catatan Finansial PNS Muda Lainnya :

Berlangganan artikel via email :

No Spam and Powered by FeedBurner

52 comments:

  1. seru ya pengalaman kerja jadi diplomat gini.

    ReplyDelete
  2. MasyAllah Mas Sabda ini ya temen-temennya pada hebat2 ya. Mas ada yang kurang pertanyaannya yang dtanyakannya. Saya pengen tahu apakah kehidupan di sana seserem beritanya nggak? Soalnya saya suka dapet berita yang serem d sana

    ReplyDelete
  3. Sungguh luar biasa, ini admin cocok banget jadi wartawan nih. Pertanyaannya itu simple tapi mengena. Dan untungnya saja yang diintrogasi orangnya mau terbuka. Jarang lo, orang yang mau berbagi pengalaman dan ilmu seperti mbak Karina ini. Wah kalau bahasa ingris saya masih kacau balau, tidak cocok nih kerja di luar negri, khususnya staff KBRI. Bayangin korea utara, saya saja sudah ketakutan nih, negara yang penuh dengan berita kontroversial.

    ReplyDelete
  4. mayan juga yah gajihnya bro, ketimbang jadi ob dipangandaranmah jhahahah, tapi mau gimana lagi bro,, keinginan tidak bisa sejalan dengan kenyataan,, ah kalau liat orang lain, suka iri aja,hahah... tapi makasih pengalamannya bu emitha,,,, semoga sehat selalu disana, kalau ada apa2, sebut saja nama saya 3x kali lalu sambil hentakan kaki ke bumi... wkwkwk :D

    ReplyDelete
  5. Wah menarik sekali pengalamannya. Terimakasih sudah berbagi info 😊

    ReplyDelete
  6. Kayaknya seru banget tuh kerja di kedutaan, bisa jalan-jalan di luar negeri juga

    ReplyDelete
  7. pengalaman yg luar biasa tntunya bisa berkunjung apalagi bekerja di pyongyang, apalagi selama ini kan selalu dibayang bayangi perang yg bisa pecah sewaktu waktu

    ReplyDelete
  8. Gajinya sebanding dengan pekerjaannya. Tentu dengan berbagai resiko yang ditanggung disana ya pak?? Menarik sekali udah berbagi pengalaman disini

    ReplyDelete
  9. emithaa oh Emithaa, akhirnya dirimu kutemukan juga, hik hik..
    Btw, keren mas bisa wawancara seorang staf kedutaan...

    ReplyDelete
  10. Ngikin pas bagian kangen mie ayam. Makanan Indonesia memang ngangenin hehehe

    ReplyDelete
  11. Beruntung banget bisa jd staff kedutaan ya..tes untuk bisa masuk, ketat banget. Itu artinya orang2 yang dipilih beneran orang2 yang berkualitas...

    ReplyDelete
  12. Papa mertua saya diplomat. Thn 1983, penempatannya juga di pyongyang. Suami saya baru 3 bulan umurnya pas diboyong ke pyongyang. Tp lumayanlah, dia sempet rasain 4 thn tinggal di korut. Jd pas umur 4 thn, ada sedikit yg diingat.

    Kalo menurut mama mertua, di korut itu ga serem kok. Malah enaknya, semua gaji utuh, krn di korut harga2 murah, dan sebagai diplomat pns, tunjangannya banyak. Jd gaji pokok bisa dibilang utuh :). Itu cita2 saya sih, pgn ke pyongyang. Udh cari tau cara ksana, dan memang sulit, tp bisa. Sekalian mau ajak suami nostalgia tempat dia kecil :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin salah satu kelebihan negara komunis seperti itu ya. Sama rata.

      Delete
    2. Memang suasananya ga seseram yang dibayangkan mbak, apalagi untuk orang Indonesia yang memepunyai hubungan baik dengan Korut kan.

      Teman saya asyik aja tuh update story di IG , haha, jadi saya selalu bisa lihat korut itu sama aja seperti negara lain. Mau jalan2 ya tinggal jalan, mau karoke ya tinggal karoke, mau makan ke resto ya tinggal makan aja.

      Delete
  13. he..he.. jadi makin kuat loh karakter blognya jika semuanya berdasarkan pengalaman.

    ReplyDelete
  14. Nggak kebayang deh klo kerjanya di Korea Utara, kata orang2 di sana serem

    ReplyDelete
  15. Alhamdulillah, semoga yang mendapat amanah bisa bekerja dengan lancar, dilindungi oleh Allah dan berkah

    Selamat bertugas untuk wanita perkasa : Emitha Karina sang diplomat

    ReplyDelete
  16. Aku menunggu tulisan tentang Korutnya, sungguh penasaran soale aku emang kepo banget sama negara ini. Sering baca artikel atau nonton video di yutub tentang Korut dan mbatin ¨apa iya sekejam ini?¨. Makanya pengen tahu benar-benar dari saksi hidup yang sehari-hari bekerja dan menjalankan aktivitas di Korut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. siapp mbak, nanti akan saya update, mbak Karina request ditulisan berikutnya katanya, hehhe...

      Kalau lihat ig story mbak Karina semuanya baik-baik aja disana. Mau makan ke resto, rekreasi, karoke dan lain-lain.

      Delete
  17. klo kerja begini emang enaknya ke luar negeri kayak temen juga sayang emang kekurangannya adalah homesick :)

    ReplyDelete
  18. Wah bisa wawancara gini ya. Keren sekali kak. :D

    ReplyDelete
  19. mantabs kerja di korut,, negara yang jauh berbeda dg negara lain,,

    ReplyDelete
  20. dulu saya kepingin banget jadi staf kedutaan..tapi pas udah besar baru kepikiran, bahwa saya nggak fasih bahasa inggris, hehehe.. Ya udah jadinya ngelamar kerja tempat lain

    ReplyDelete
  21. Begitu proses panjang menjadi staff KBRI, memang proses tak menghianati hasil. Dan punya kelahlian lebih memang sangat diperlukan, salut untuk mbak Emita

    ReplyDelete
  22. Wah pasti ada kebanggaan tersendiri dapat pekerjaan bergengsi di negeri orang.

    ReplyDelete
  23. Mas Sabda ini temannya keren. Berada di negara yang berbeda jadi banyak suka dukanya. Bayangin Kurut aja sudah ngeri, tapi cerita ini mengungkap sisi lainnya.

    ReplyDelete
  24. Kalo mas sabda diterima pasti bagian ekonomi nih ,hehehe..seru juga ya ketemu lagi teman masa kecil, merajut kembali kenangan yg sempat putus..mmg kuasai bahasa inggris is so standar skrg..hrs ditunjang bhs asing lain.

    ReplyDelete
  25. wah mantap om pengalaman temennya hehe, kebetulan tertarik juga mau jd diplomat

    ReplyDelete
  26. Mantappp,bisa ketemu cewek korut hehe, gimana ekspresi muka mereka yah, apakah kayak girl band korsel? Ngemeng2 wawancara lengkap banget hehe

    ReplyDelete
  27. Keren banget mbak, saya aja kalau seleksi bahasa inggris udah nggak lolos rasanya. Tapi memang benar sih kalau yang jiwa petualang ya senang tapi yang nggak bisa ninggalin sate sama bakso karena lidahnya indonesia banget ya memang kurang pas. Tapi untuk kontrak kerja 2 tahun cukup menjadi pengalaman. Mudah2an bisa pindah ke negara lain dan di perpanjang kontraknya mbak

    ReplyDelete
  28. Budiluhur? Satu almamater sama saya :-D seru juga ya bekerja di negara yg unik gini.

    ReplyDelete
  29. Sangat inspiratif sekali ya, tinggal di korea utara saya kira selama ini menakutkan karena memang negaranya yang tertutup dari daerah luar.

    ReplyDelete
  30. Tesnya banyak banget, kalau saya sudah pasti gak lolos. Haha.

    ReplyDelete
  31. Wow..korea utara. Luar biasa bisa bertahan 2 thn dgn kondisi yg dipaparkan di atas. Perjuangan banget

    ReplyDelete
  32. wah keren banget Mbak Emitha, bner2 perempuan hebat.

    ReplyDelete
  33. Keren ya... penasaran juga versi asli dari kehidupan di korea utara apakah seaeram pemberitaan di media atau justru slow, ga seheboh di media...

    ReplyDelete
  34. Wha keren pengalaman jadi staf Kementerian Luar Negeri, itungannya kalo 1100 dollar dan itu kotor sebenernya blm besar ya, tapi networking sama cara kerja pasti bagus banget deh.

    ReplyDelete
  35. Oh my god kak emitha ternyata lulusan universitas budi luhur dan bisa sukses di bidang karirnya, jadi bangga sama kampus sendiri karena ada lulusan yang bisa sukses di jenjang karirnya dan mempengaruhi nama baik kampus BL huehehe :p

    ReplyDelete
  36. Gajinya menggiurkan juga yaa. Meski di perusahaan Indo juga bnyak yang dapat gaji segitu, tapi networking dan pengalamannya yang tak ternilai

    ReplyDelete
  37. Enak kerja di luar negeri apalagi kedutaaan (Kelihatannya ya ahahah). Bisa sekalian traveling dan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentunya. Paling kangen masakan negeri sendiri kayak tempe dan sambal hehe, temennya keren euy!

    ReplyDelete
  38. Keren banget deh pekerjaannya!...
    Walau aku awam banget perihal keuangan, tapi aku gak nolak kalau disuruh kerja disana!

    ReplyDelete
  39. Kok saya sedih ya..iya sedih, pernah punya keinginan jadi salah satu pegawai diplomat, apa daya ngomong bhs Indonesia aja kadang belibet hahahha.

    Keren deh emang orang yang ngalamin kerja seperti ini.. bisa jalan-jalan keliling dunia :)

    ReplyDelete
  40. Saya mikirnya kalau di tempatkan di Korea Utara, bakal nggak dapet koneksi buat terhubung ke dunia luar. Tapi ternyata masih bisa ya, nggak se ekstrim seperti yang saya fikirkan sepertinya.

    ReplyDelete
  41. Gak kebayang jika bisa kerja di Korea Utara, haha, emang negara ini kesannya tertutup sekali, padahal gak juga ya. Makasih udah mampir ke blogku ya Sabda. Salam dari Palembang :)

    ReplyDelete
  42. Seru bang pas baca pengalamannya, apalagi lengkap kisah dan perjuangannya untuk bekerja di staf KBRI.. Jadi keluar ni semangat tuk mencoba mempelajari berbagai bahasa, biar tahu bagaimana budaya dan kondisi negara luar dengan negara kita..

    ReplyDelete
  43. Second language selain Bahasa Inggris? Hmm...menarik dan inspiratif nih informasinya.

    Ternyata menguasai satu bahasa asing (bahasa Inggris) di era seperti sekarang ini sudah jauh tertinggal ya. Perlu segera upgrade.

    ReplyDelete
  44. Gak bsa ngebayangin gmna ya rasanya kerja di korea utara, secara saya yg skrng tinggal di korsel sini was was tiap denger berita korut hehehe btw tfs mas. . Salam kenal jugaaa 😄

    ReplyDelete
  45. Wah penasaran saya dgn kehidupan di Korut ini. Perkembangannya lambat ya.

    ReplyDelete
  46. Cerita menarik, kalau teman Mpo kedubes America. Susah juga masuknya

    ReplyDelete
  47. aku senang kalau bisa keluar negeri, tapi dengernya kok serem korea utara soalnya. lain hal kalau korea selatan, lebih safe rasanya.

    tapi pastinya dapat banyak pengalaman ya di negeri orang, minimal budayanya.

    ReplyDelete
  48. saya kira indonesia dan korut tidak memiliki hubungan diplomatik..

    ReplyDelete
  49. wah seru banget. menunggu post berikutnya tentang korut

    ReplyDelete

Komentar spam tidak akan di-approve.

Copyright © 2017 Catatan Finansial PNS Muda by Sabda Awal