Mendapatkan Passive Income Dari P2P Lending Syariah

Artikel terkait : Mendapatkan Passive Income Dari P2P Lending Syariah

Memiliki passive income atau pendapatan pasif merupakan impian banyak orang. Alasannya sederhana, anda tidak perlu membuang waktu dan tenaga untuk menghasilkan penghasilan. Untuk mempresentasikan passive income itu dalam kalimat mungkin bisa dengan : saat anda tidur pun uang mengalir ke rekening anda!

Namun, untuk menciptakan pendapatan "otomatis" ini, tidak dapat dimulai dengan se-otomatis itu pula. Dalam artian dibutuhkan usaha, waktu dan modal disaat akan memulainya.

Ada banyak cara untuk memperoleh passive income. Dari sekian banyak yang masih saya rahasiakan, salah satunya akan dibahas dalam artikel ini. Sementara itu, cara lainnya akan saya bahas kemudian.

Sejauh ini saya sudah melakukan 4 dari 6 upaya passive income yang saya ketahui. Sebelumnya yang sudah saya bahas adalah memperoleh pasive income melalui deviden saham.

Tujuan akhir dari semua itu adalah mencapai kebebasan finansial tanpa harus bekerja lagi. Sisa hari yang dijalani hanya untuk membangun waktu berkualitas bersama keluarga dan menjalankan hobi serta berkarya.

Jenis Passive Income yang Menjanjikan

Salah satu passive income yang menjanjikan dan tidak akan pernah rugi yaitu meminjamkan uang lalu memperoleh bunga di dalamnya 😁.

Isitlahnya membungakan uang.

Berminat mencoba? *waduhh jadi rentenir nih.

Praktek ini sudah dilakukan sejak dulu antara perorangan. Seiring berjalannya waktu lalu munculah sistem modern seperti bank dan fintech P2P Lending.

Eits... saya pribadi tidak menyarankan cara ini. Karena menurut agama saya Islam melarang praktek riba. Anda juga dapat membaca blog ini, semua produk keuangan yang saya ambil sesuai syariah. InsyaAllah berkah.

Tetapi, saya tetap ingin produk seperti ini : meminjamkan uang dan saya dapat imbal hasilnya karena melihat profit yang dijanjikan cukup menggiurkan, hihi.

Kira-kira ada tidak ya produk yang seperti ini tapi bukan riba?

Jawabnya ada! Yaitu P2P Lending Syariah. Saya akan berbagi informasi fintech P2P Lending Syariah yang ada di Indonesia dan pengalaman saya dalam mangambil produk ini. Sebelumnya, mari kita berkenalan dengan P2P Lending terlebih dahulu.

Disclousur : Tulisan ini mengandung link refferal. Saya akan memperoleh komisi jika anda melakukan aksi (melakukan pendanaan) melalui link tersebut tanpa mengurangi manfaatnya sedikitpun untuk anda.
Mendapatkan Passive Income Dari P2P Lending Syariah


Apa itu P2P Lending?

Peer to peer (P2P) lending adalah pemberian dana dari pemodal (lender) kepada peminjam (borrower).

Untuk mempertemukan lender dan borrower ini, hadirlah fintek P2P Lending sebagai pihak ke-3 yang memfasilitasi secara online. Contoh finansial teknologi P2P Lending yang saya ketahui antara lain Koinwork, Asetku, Investree, Amartha, dan Ammana.

Terkadang fintek ini disebut juga sebagai marketplace P2P Lending untuk para borrower. Pasalnya, fintek ini menampilkan daftar borrower, lalu para lender dapat memilih borrower mana yang ingin didanai.

Sangat mirip dengan olshop, permisalannya sebagai berikut :
  • Lender seolah-olah konsumen/pembeli
  • Borrower seolah-olah produk/barang 

Contoh marketplace P2P Lending
    Mendapatkan Passive Income Dari P2P Lending Syariah
    Marketplace Amartha

    Mendapatkan Passive Income Dari P2P Lending Syariah
    Marketplace Indves

    Mendapatkan Passive Income Dari P2P Lending Syariah
    Marketplace Investree


    Nah, untuk menjadi lender cukup mudah, sama halnya saat anda mendaftar sebagai pembeli di marketplace serta menyiapkan ktp, npwp dan akun rekening tabungan.

    Sementara itu, untuk menjadi borrower cukup ketat, bahkan dibutuhkan agunan sebagai syarat pendaftaran.

    Fintek P2P Lending juga menerapkan sistem scoring untuk borrower, mulai dari A, B, C, dan D. Semakin ke kanan, profit dan resiko semakin tinggi. Penyaringan borrower dilakukan secara ketat untuk membuat rasa nyaman dan aman bagi para Lender.

    Oleh sebab itu saya lebih nyaman membiayai borrower yang memiliki grade A saja. Artinya, profitnya kecil dan resiko gagal bayar sangat rendah.

    P2P Lending Syariah

    Ada beberapa prinsip yang diterapkan dalam P2P Lending Syariah :
    1. Larangan bunga, namun menerapkan sistem bagi hasil.
    2. Pembagian resiko dan tidak ditetapkan keuntungan sejak awal.
    3. Kemurnian kontrak kerjasama.
    Adapun akad yang digunakan adalah Murabaha, Ijarah, Hiwalah, Musyarakah dan Mudharabah.

    Ada 4 perusahaan P2P Lending Syariah yang saya ketahui yaitu....

    Amartha.com
    Borrower pada Amartha merupakan kelompok ibu rumah tangga yang diberdayakan untuk membangun ekonomi dengan konsep tanggung-renteng. Artinya, Setiap anggota akan menanggung bersama-sama terhadap anggota yang berpeluang gagal bayar.

    Ammana.id
    Borrower pada Ammana terdiri dari lembaga keuangan mikro syariah (BMT, Kopsyah, BPRS).

    Indves.com
    Borrower pada Indves merupakan perseorangan atau kelompok yang berdomisili di Jabodetabek dan Bandung yang melakukan kegiatan usaha.

    Investree Syariah
    Borrower pada Investree Syariah merupakan personal dan bisnis.

    Mendapatkan Passive Income Dari P2P Lending Syariah

     

    Resiko dan Profit

    Resiko yang mungkin dihadapi adalah gagal bayar dari pihak borrower karena usaha yang dijalankan mengalami kerugian.

    Meskipun prusahaan P2P Lending sudah melakukan penyaringan yang ketat terhadap borrower, namun peluang gagal bayar tetap saja bisa terjadi. Oleh sebab itu jika anda menjadi Lender sebaiknya pahami dengan baik bidang usaha yang akan dijalankan oleh borrower.

    Ada juga yang menyediakan fasilitas Jamkrindo (Jaminan Kredit Indonesia) yang akan menjamin dana anda kembali sebesar 75%. Tentu saja anda harus mengeluarkan sejumlah biaya untuk memperoleh jaminan tersebut.

    Besaran profit tergantung dengan kesepakatan awal, mulai dari 10% s.d 30% pertahun.

    Karena saya baru terjun di dunia P2P Lending syariah bulan lalu, saya belum berani investasi dalam jumlah besar. Dalam percobaan ini saya mendanai pada nominal Rp 1.400.000,- di 2 perusahaan yang berbeda.

    Saya melakukan pendanaan peternakan unggas senilai Rp 1.000.000 dengan tenor 25 minggu (sekitar 6 bulan), estimasi imbal hasil Rp 75.000.

    Jika dilihat dari nilai laba yang dihasilkan tampak sangat kecil, namun...

    ...saya bukan orang yang melihat imbal hasil melalui nilai melainkan persentase.

    Besaran profit yang saya peroleh dari simulasi diatas adalah 7,5%. Jika disetahunkan 15%! Ini merupakan hasil investasi yang cukup tinggi, jika dibandingkan dengan investasi properti yang mana kenaikan harga properti sendiri sebesar 20% per tahun, maka P2P Lending Syariah tidak kalah menjanjikan.

    Sementara itu, Rp 400.000-nya saya danai pada toko perhiasan emas dengan tenor 12 bulan dan estimasi imbal hasil Rp 72.000.

    P2P Lending Syariah yang Saya Gunakan 

    Saya mendaftar pada ke-4 P2P Lending Syariah diatas. Semata-mata untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing perusahaan. Dari ke empat perusahaan tersebut, realisasi pendanaan baru saya lakukan pada Amartha.com dan Ammana.id saja.

    Catatan : ke 4 fintek ini mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

    Alasannya begini...

    Indves.com
    Marketplace full, tidak ada yang bisa didanai. Saya jadi bingung, apakah Indves masih beroperasi atau tidak.

    Investree Syariah
    Perlu diketahui bahwa investree itu ada yang konvensional dan syariah. Untuk registrasi, tetap diarahkan ke investree.id, artinya tidak terpisah dengan yang syariah.

    Untuk marketplace, borrower dengan prinsip syariah ditandai dengan ikon syariah.

    Ammana.id

    Saya sempat 2 kali menghubungi Ammana melalui email dan whatsapp, namun tidak ada tanggapan. Padahal pertanyaan saya cukup penting. Karena hal ini saya sempat mengurungkan niat untuk mencoba Ammana, namun akhirnya 4 hari kemudian barulah pertanyaan saya dijawab.

    Jadi, akhirnya saya mencoba Ammana.id

    Ketika mengunjungi situs Ammana anda akan langsung tahu jika P2P Lending ini berkonsep syariah. Di homepage ditampilkan jenis-jenis akad yang digunakan dengan hashtag #TanpaRiba.

    Untuk mendaftar sebagai mitra (borrower) haruslah sebagai lembaga perwakilan dari Lembaga Keuangan Mikro Syariah, bisa BMT, Kopsyah, dan BPRS. Untuk registrasi langsung melalui website. Saya sendiri kurang tahu syarat pasti untuk menjadi mitra.

    Mendapatkan Passive Income Dari P2P Lending Syariah
    Protofolio Ammana


    Sementara itu untuk registrasi sebagai Lender hanya tersedia melalui aplikasi. Jadi anda harus download aplikasinya terlebih dahulu melalui Google Play dan App Store. Siapkan foto ktp dan npwp.

    Belum banyak informasi yang saya dapatkan dari Ammana. Saya sudah coba "ubek-ubek" websitenya namun informasinya masih cukup minim.

    Berdasarkan marketplace, seluruh tenor pembiayaan selama 12 bulan. Cicilan pokok dan cicilan laba akan dibayarkan setiap bulan.

    Uniknya pembiayaan dapat dilakukan sebagian dengan pembagian 1 unitnya senilai Rp 100.000. Misalkan untuk pembiayaan Rp 1.000.000 akan tersedia 10 unit, Rp 2.000.000 akan tersedia 20 unit dan seterusnya.

    Anda dapat membiayai 1, 2, 3 maupun seluruh unit. Tentu saja, laba sesuai dengan jumlah unit yang dimiliki. Makin banyak unit, makin banyak laba yang akan diperoleh.

    Artinya, seorang borrower dapat saja dibiayai oleh beberapa Lender.

    Perlu diketahui, untuk pembiayaan unit Rp 100.000 Lender dikenakan Rp 10.1000. Menurut saya, Rp 1.000 kemungkinan biaya administrasi atau sejenisnya.

    Di Ammana saya membiayai toko perhiasan emas dengan total pembiayaan Rp 2.000.000. Saya ambil 4 unit senilai Rp 40.4000. Karena saya mulai di akhir Mei, belum ada progres portofolio yang bisa saya tunjukan.

    Amartha.com

    Sejauh ini saya tidak mendapatkan informasi bahwa Amartha terdaftar di Dewan Syariah Nasioal sebagai penegasan bahwa prinsip yang digunakan adalah syariah.

    Meskipun begitu dalam penjelasan pada blognya Amartha menjabarkan tentang akad syariah yang digunakan, mendapatkan anugerah penghargaan Fintek Syariah dari Republika dan berdasarkan user experience saya sendiri, sebelum mendanai akan ada perjanjian akad yang digunakan. Nah, perjanjian ini saya review apakah sesuai syariah atau tidak.

    Saya suka dengan fasilitas chatting secara live yang dimiliki oleh Amartha. Responnya cukup cepat.

    Selain itu, Amartha melakukan pemberdayaan terhadap para borrower yaitu sekelompok ibu rumah tangga untuk meningkatkan prekonomian. Yang saya salut adalah sistem-tanggung rentengnya. Yaitu, setiap anggota akan membantu anggota lain apabila berpeluang gagal bayar.

    Ditambah lagi Amartha menyediakan pilihan Jamkrindo (Jaminan Kredit Indonesia) yang menjamin 75% dari dana pemodal akan dikembalikan apabila borrower gagal bayar.

    Amartha sangat memudahkan bagi Lender. Pasalnya, menerapkan sistem cicilan pokok dan laba yang dibayarkan setiap minggunya.

    Contoh *hanya sekedar contoh...

    Pembiayaan ternak bebek Rp 1.000.000, tenor 25 minggu, estimasi laba Rp 75.000.

    Artinya, setiap minggu borrower akan membayar cicilan pokok Rp 40.000 dan cicilan laba Rp 3.000.

    Portofolio Amartha

    Oh ya, jika anda mendaftar melalui link referral saya, maka anda dan saya akan sama-sama mendapatkan kode promo Rp 100.000 berlaku untuk satu kali penggunaan. Kode promo tidak dapat diuangkan. Kode promo akan dikirim ke email.

    Jangan lupa, siapkan foto ktp dan npwp saat pendaftaran.

    Jika seandainya anda membiayai senilai Rp 1.000.000, dengan kode promo anda hanya perlu mendanai Rp 900.000 saja.

    Setelah mendaftar mungkin anda akan melihat marketplace kosong karena semua borrower telah terdanai, anda dapat menggunakan fitur chat live untuk menanayakan jadwal update borrower terbaru agar tidak kehabisan mitra nantinya.

    Yuk, daripada mubazir, mari sama-sama diuntungkan. Silahkan daftar sebagai Lender di Amartha melalui link ini.

    Kesimpulan

    • P2P Lending merupakan salah satu cara memperoleh passive income dengan imbal hasil yang cukup tinggi.
    • Hadirnya P2P Lending Syariah sebagai opsi untuk memperoleh passive income secara halal.
    Demikian ulasan saya tentang P2P Lending Syariah. Semoga bermanfaat.

      Artikel Blogger Finansial dan Pekerjaan Lainnya :

      27 komentar:

      1. kalo leading gini sha masih belum berani sih. Baru berani nyoba reksadana. Ada yg dpt keuntungan krn unitnya naik. ada yg loss jugaa. Masih lebih tertarik buat diputerin modal usaha sendiri, lebih cepet dpt untungnya :D

        BalasHapus
        Balasan
        1. wahhhh bener banget nih, kepengen nyoba yang kek ginian.. kalo investasi masih ke emass dibanyakin dulu... sepertinya yang gini juga bagus :v

          Hapus
        2. kalau reksadana menrut saya tidak akan terlihat hasilnya dalam jangka pendek. memang harus disimpan jangka panjang.

          gimanapun Usaha akan menghasilkan untung lebih cepat.

          Hapus
      2. Aku paling dengan konten yang fokus kayak gini, jadi gak perlu bingung kalo lagi cari blogger yang fokus di finansial.

        Fokus selalu ya... semoga sukses...

        BalasHapus
      3. Berkunjung ke blog mas Sabda ini selalu berhasil nambah wawasan tentang keuangan.
        Diulas detil, mudah dimengerti.

        BalasHapus
      4. ini semacam afiliasi ya kak cuma beda bahasa aja gitu

        BalasHapus
        Balasan
        1. bukan afiliasi, ini adalah konsep pembiayaan kekinian yang dimediasi oleh pihak ke 3.

          profit diperoleh dari bagi hasil usaha yang dilakukan

          Hapus
      5. Tapi memang pernah juga sih denger semacam ini, kalau konsep bagi hasil dan sama ikhlas dengan itu yang boleh katanya sih hehe,,, daripada kita pinjem sama rentenir kan ?? kadang sekarang banyak yang pake label syariah tapi prakteknya tetep riba2 juga, yah namanya juga masyarakat konservatif, jadi kadang sangat hati2,
        kadang saya juga sebelum nyoba sesuatu yang erkaitan dengan hal2 semacam ini nanya dulu sama ust lokal hahah,,, bener dan enggaknya, tapi kalau liat konsep macam yang sudah dijelasin di atas, menurutku masuk akal juga, apalagi kan itu sistemnya bagi hasil

        BalasHapus
      6. Baru ngerti aku mas..
        Oh..iya, klo aku nabung di bank biasa...itu klo aku dapat lebihan bunga...namanya riba ya...? Tapi kan pihak bank mberinya ikhlas...sama kayak ketika tabunganku kepotong buat admin...

        Soale bank terdekat dr rmh ya bank biasa...

        BalasHapus
      7. Wah bagus nih ada passive income berbasis syariah

        BalasHapus
      8. wah ada banyak ternyata ya. terimakasih infonya :)

        BalasHapus
      9. Sayapun senang kalau dapat passive income. Apalagi kalau bisa syariah. Lebih tenang menjalankan.

        BalasHapus
      10. Wah enak ya uang ngalir terus dan syariah lagi. Cuma untuk memulainya di awal butuh usaha banget ya Mas. Karena sgala sesuatu pasti gmna usaha kitanya. Sukses buat Mas Sabda

        BalasHapus
      11. nah people to people..
        apalagi ada jaminan dari jamkrindo meskipun hanya 75%..
        nah kalo bank kan dijamin LPS maksimal 2M, kalo sistem ini ada jaminan yang berupa maksimal nilai uangnya kah?

        kakv-santi(dot)blogspot.com

        BalasHapus
        Balasan
        1. jaminan yang kita berikan sebesar 1% dari nilai pembiayaan. Misal pembiayaan Rp 1.000.000, jaminan yang kita serahkan Rp 10.000

          Hapus
      12. Sistemnya syariah jadi yang takut riba bisa mencoba investasi di Ammana.id.

        BalasHapus
      13. masalah syariah ini agak rancu
        tapi beberapa investasi di atas bisa jadi alternatif

        BalasHapus
      14. Mas, yg amartha ditulis, krn sistemnya syariah, jadi kalo gagal bayar, akan ditanggung bersama. Intinya kerugiannya dibagia rata yaaa? Berarti kita sebagai lender ga dpt pengembaliannya juga?

        Tratrik sih, aku skr jd sedikit paham dengan sistem investree dkk nya ini. 1 org temenku ada yg pindah ke investree. Pdhl tdnya dia kerja di citibank dgn posisi udh lumayan tinggi.

        Kalopun aku mau bergabung pgn jd lender juga sih. Tapi sebelum itu mau baca2 lagi lbh banyak. Biar makin ngerti sistem dan alurnya

        BalasHapus
        Balasan
        1. P2P lending syariah diatas, kalau rugi ya ditanggung bersama. Ada akad yang harus disetujui sebelum pembiayaan. Ada baiknya sebelum membiayai perhatikan bisnis yang dijalankan oleh borrower.

          Investri sendiri sama seperti bank konvensional dengan menerapkan bunga. Kecuali, yang pinjaman syariah investree

          Hapus
      15. Saya malah belum begitu tertarik sama invest model gitu. Mungkin karena belum begitu paham.

        BalasHapus
      16. Saya rasa gak ada seorangpun yang menolak pasive income.
        Tulisan ini bermanfaat banget buat orang-orang yang tertarik pada pasive income.

        Cuman satu hal yang harus dipahami, usaha apapun itu pasti ada yang namanya naik turun.
        Dan biasanya pasive income ada dalam sistem MLM :)

        BalasHapus
      17. Membaca resiko gagal bayarnya ini yang membuat saya jadi lemas. Dikampung saya dulu juga pernah ada hal seperti itu, eh akhirnya bangkrut, mayoritas gagal bayar.

        BalasHapus
      18. Resiko dibagi dan hasilnya dibagi, gua rasa adil hehe

        BalasHapus
      19. makasih sharingnya, informatif

        BalasHapus
      20. aku juga mungkin bakalan milih yang syariah....

        BalasHapus
      21. wah bisa jadi rekomendasi juga nich untuk mendapatkan penghasilan tambahan

        BalasHapus

      Komentar spam tidak akan di-approve.

      Copyright © 2017 Blogger Finansial dan Pekerjaan by Sabda Awal