Inilah 6 Daftar Instrumen Investasi Untuk Pemula

Artikel terkait : Inilah 6 Daftar Instrumen Investasi Untuk Pemula

Bagi anda yang menemukan tulisan ini dari pencarian google, saya ucapkan selamat! Saya adalah pemula dalam berinvestasi. Sebagai sesama pemula ada baiknya saling sharing pengalaman bukan? Hehe 😁

Begitu juga teman-teman blogger dan pembaca setia saya.

Berbedanya kita adalah anda mungkin baru akan memulai investasi, sementara saya pemula yang investasi sejak 2014 (satu tahun setelah saya bekerja).

Berdasarkan urutan investasi yang saya lakukan :
  1. Tanah
  2. Saham
  3. Asuransi Unitlink
  4. Investasi Bisnis
  5. Emas
  6. Reksadana
Nah, ke-6 jenis insturmen investasi ini akan saya bahas pada tulisan ini. Jika ada jenis investasi baru yang saya lakukan pasti artikel ini akan saya perbaharui.

Namun, saya akan urutkan dari yang termudah hingga tersulit versi saya.

 Inilah 6 Daftar Instrumen Investasi Untuk Pemula


Inilah investasi yang cocok untuk pemula berdasarkan pengalaman pribadi :
  1. Tanah
  2. Emas
  3. Asuransi Unitlink
  4. Reksadana 
  5. Saham
  6. Investasi Bisnis
Memulai Investasi Untuk Pemula Dengan 6 Instrumen Ini

Tanah/Rumah/Properti

Tanah atau properti merupakan investasi yang sangat mudah dilakukan. Mudah, jika anda memiliki dana yang cukup karena tinggal beli saja. Anda tidak perlu khawatir soal nilai investasi beberapa tahun kedepan, pasti akan naik terus.

Tapi perlu saya tegaskan, jika anda mendapatkan tanah/properti masih masa kredit atau KPR, maka saya enggan mengatakannya sebagai investasi. Melainkan, lebih tepat jika disebut sebagai beban.

Anda harus mengeluarkan biaya wajib setiap bulan untuk menebus tanah/properti agar menjadi hak milik anda. Bukannya investasi, yang ada uang anda yang "habis".

Lain halnya, jika anda beli lunas atau kredit yang anda lakukan sudah lunas. Nah, kondisi ini baru saya setuju jika tanah/rumah/properti disebut investasi.

Khusus untuk properti, jika dipergunakan sebagai rumah tinggal pribadi maka disebut beban/kewajiban. Anda akan mengeluarkan biaya untuk pemeliharaan properti tersebut secara rutin, bukan?

Dalam buku yang saya baca "Rich Dad Poor Dad", Robert T Kiyosaki memasukan properti  yang diperuntukkan rumah tinggal pribadi digolongkan sebagai beban.

Lain halnya, jika properti tersebut anda sewakan, maka dapat disebut sebagai investasi.

Tanah/Rumah/Properti adalah jenis investasi yang paling mudah dilakukan. Silahkan siapkan dana yang cukup besar, beli, lalu jual kembali atau disewakan. Harga pasti naik.

Bagaimana dengan saya?
Saya membeli 2 tanah di kampung dengan harga yang masih sangat murah. Pada waktu itu, saya belum paham dengan investasi non riil seperti saham, reksadana, obligasi dan lain-lain. So, pilihan satu-satunya jatuh kepada tanah.

Tahun 2014 saya dan abang saya patungan membeli tanah seharga 18 juta ukuran 5 x 15 meter. Jika dibagi 2, ter-9 juta/orang. Surat tanah pun dipercayakan atas nama saya.

Tahun 2015, saya membeli tanah sendiri dengan harga 32 juta ukuran 5 x 15 di kampung. Lokasinya tidak dipelosok makanya agak mahal.

Saran saya untuk investor pemula, jika anda memiliki dana yang cukup silahkan beli tanah atau properti saja. Pasti menguntungkan!

Emas


Gambar diatas adalah pergerakan harga emas dalam 5 tahun terakhir yang saya ambil dari goldprice.org.

Dapat kita simpulkan meskipun dalam priode-priode pendeknya terdapat fluktuasi, harga emas selalu naik dalam jangka panjang.

Ada beberapa alasan mengapa emas menarik dijadikan investasi.

Pertama, yang pasti menguntungkan. Dapat dibuktikan pada histori harga emas diatas.

Kedua, aman. Pembelian emas dalam bentuk logam mulia yang dibeli pada lembaga legal memiliki sertifikat yang diakui oleh negara dan dunia. Contoh, PT. Aneka Tambang (ANTAM). Lebih jauh, walaupun tanpa sertifikat emas tetap dapat dijual-belikan meskipun berdampak pada harga yang tidak sesuai dengan harga pasar.

Ketiga, resiko rendah. Harga emas cenderung naik dengan stabil dan nilainya tidak pernah menyusut.

Keempat, mudah dicairkan. Dengan liquiditas yang tinggi, kita dapat menukarkan emas dengan uang tunai dalam waktu yang cepat dimanapun dan kapanpun. Emas akan diterima meskipun tanpa sertifikat sekalipun.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentang emas silahkan baca cara mudah, murah dan aman investasi emas .

Bagaimana dengan saya?
Saya mulai investasi emas Oktober 2017. Sebelum itu, saya sama sekali tidak tahu menahu soal investasi emas.

Yang terpikirkan oleh saya, investasi emas harus bentuk perhiasan.

atau...

investasi emas harus berbentuk batangan dan disimpan dirumah...

wah... saya khawatir hilang, akhirnya saya urungkan investasi emas.

Sampai akhirnya, saya menemukan investasi emas dengan konsep menabung emas.

Nah, menabung emas ini sangat menarik, emas dapat dibeli mulai dari 0,01 gram saja. Emas akan tersimpan dalam bentuk saldo emas yang dapat dijual kembali atau dicetak berbentuk batangan.

Ada banyak cara menabung emas, seperti yang sudah saya bahas yaitu menabung emas Pegadaian dan Indogold.

Sementara itu, anda juga dapat menjumpai konsep menabung emas di Tokopedia, Bukalapak, Tamasia, E-mas dan bank.

Terkhusus untuk E-mas, silahkan gunakan kode refferal S81C6KN3 untuk mendapatkan emas gratis seberat 0,05 gram saat anda mendaftar. Jangan sia-siakan kesempatan ini, promosi berlaku hingga 31 Desember 2018.

Sayangnya saat saya mendaftar E-mas saya tidak memiliki refrensi kode refferal, jadi saya melewatkan kesempatan diatas 😢.

Reksadana


Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi. 

Dari pengertiannya, kita ambil 3 item penting, yaitu masyarakat pemodal, portofolio efek, dan Manajer Investasi.

→ Masyarakat pemodal adalah kita sendiri yang mengambil produk reksadana. Kita akan menyetorkan sejumlah uang.

Portofolio efek adalah intrumen investasi yang digunakan, bisa saham, pasar uang, obligasi dan lain sebagainya.

Manager Investasi adalah lembaga pengelola reksadana. 

Bagaimana membeli reksadana ? Salah satunya di bareksa.com, siapkan ktp dan npwp (jika ada), nanti akan dihubungi oleh pihak Bareksa.

Berapa yang harus disetor? Minimal Rp 100.000. 

Satuan yang biasa digunakan dalam reksadana adalah NAB (Nilai aktiva Bersih) dan UP (Unit Pernyetaan).

Untuk lebih jelasnya, begini perhitungan reksadana...

Saya membeli reksadana AAA senilai Rp 100.000 ketika NAB per UP Rp 1.000.
Rp 100.000/1000 = 100 UP
Maka, UP yang saya miliki sejumlah 100.

Setahun kemudian, NAB per UP reksadana AAA naik menjadi Rp 1.100.

Untuk perhitungan keuntungannya, 
Selisih harga UP dikali jumlah UP. (Rp 1.100 - Rp 1.000) x 100 UP = Rp 10.000

Investasi reksadana sebaiknya disimpan bertahun-tahun agar lebih terasa manfaatnya.

Bagaimana dengan saya?
Saya memulai investasi reksadana sejak April 2018. Iya benar, saya baru saja memulainya karena dahulu memang belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang reksadana. Ternyata membeli reksadana semudah belanja online.

Setiap bulan saya sisihkan untuk membeli reksadana sebesar Rp 500.000.

 

Asuransi Unitlink

Masih banyak orang yang tidak mau mengambil produk asuransi. Pasalnya, mereka tidak tahu kinerjanya.
Ada yang komplain, kok dapat segini? Kan saya nyetor tiap bulan segini.

Ada pula yang merasa rugi karena di  awal mengambil asuransi tidak membaca syarat dan ketentuannya.

Tergantung jenis asuransi yang diambil. Jika ambil kesehatan, jangan harap duitnya kembali, tetapi akan bermanfaat saat jatuh sakit. Jika ambil jiwa, tunggu hingga meninggal lalu uang pertanggungannya bisa cair. Eh, tapi kini asuransi tidak se-flat itu kok.

Sekarang banyak asuransi menggunakan unitlink.

Unitlink artinya sebagian dana dialokasikan ke investasi melalui reksadana, pasar uang atau saham. Hasil investasi yang terbentuk dapat diambil oleh pemiliknya.

Saya kurang mengetahui tentang produk-produk asuransi, tetapi saya akan berikan satu contoh asuransi yang menurut saya menguntungkan, tidak ribet, dan mudah dipahami.

Saya ambil asurasi jiwa dan investasi.

Saya bayar pertahun sebesar Rp 5.000.000 atau Rp 417.000/bulan.

Asuransi jiwanya Rp 100.000.000. Jika saya meninggal maka otomatis asuransi jiwa ini bisa diklaim dan diberikan ke ahli waris.

Alokasi dana, Rp 4.000.000 sebagai kontribusi dasar, Rp 1.000.000 sebagai investasi.



alokasi berkah savelink
Contoh alokasi dana asuransi unitlink syariah


Setiap tahun, kontribusi dasar yang Rp 4.000.000 tersebut akan dipotong sebesar 70% (lihat tabel) pada tahun pertama untuk pengelola, 30% (lihat table) dialokasikan ke investasi. Bisa dibilang potongan tersebut sebagai fee untuk pengelola.

Perhitungan investasi tahun pertama :
Rp 4.000.000 x 30% + Rp 1.000.000 = Rp 2.200.000

Sejumlah Rp 2.200.000 akan diinvestasikan.

Pada tahun ke-2, dipotong 65% (lihat tabel) dan seterusnya hingga tahun ke 5 dst sampai akhirnya yang dipotong 0%, semua uang yang kita setor akan dialokasikan ke investasi.

Dari hitung-hitungan ini kita dapat seperti ini :

Asuransi jiwa + nilai investasi yang terbentuk.

Rp 100.000.000 + nilai investasi yang terbentuk.

Makin lama kita menyetor, tentu nilai investasi yang terbentuk semakin besar (jika kondisi ekonomi stabil) bukan?

Maka dari itu saya katakan bahwa asuransi unitlink itu untung. Nilai investasi yang terbentuk bisa diambil oleh pemiliknya.

Saya mengambil produk asuransi unitlink sejak Februari 2016. Rencananya setelah 5 tahun saya akan ambil hasil investasinya.

Saham

Masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa saham itu  sejenis judi/gambling. Padahal kenyataannya tidak. Mereka tidak tahu cara kerja saham dalam menghasilkan profit.


Memiliki saham layaknya memiliki sebuah perusahaan. Tidak seluruh perusahaan, melainkan sejumlah bagian sesuai jumlah saham yang dimiliki.

Sesuai pengertiannya, saham adalah surat berharga sebagai bukti kepemilikian suatu perusahaan.

Contoh mudahnya seperti ini...

Perusahaan A menjual 50% sahamnya. Lalu anda membeli 20% saham tersebut. Nah, maka anda sudah dapat dikatakan sebagai pemilik perusahaan dan 20% bagian adalah milik anda. Keuntungan yang diberikan pun hanya 20% dari total laba (deviden) yang diperoleh perusahaan dalam 1 tahun pembukuan.

Nah, yang diatas adalah cara memperoleh keuntungan investasi saham melalui dividen.

Cara kedua peroleh keuntungan adalah perbedaan harga beli dan jual saham.
 
Membeli disaat murah dan menjualnya kembali saat harga naik, maka jadilah profit.

Contoh...

Hari ini saya beli saham A seharga Rp 500, seminggu kemudian harganya naik menjadi Rp 600, lalu saya menjualnya. Maka keuntungan saya adalah Rp 100.

Rp 100 itu keuntungan per lembar sahamnya. Jika saya punya 100 lot, maka keuntungannya menjadi Rp 1.000.000.

*1 lot = 100 lembar saham.

Bagaimana dengan saya?
Saya mulai belajar saham sejak tahun 2016. Belajar secara otodidak melalui internet, buku dan video.

Dengan modal awal Rp 1 juta untuk belajar trading saham. Yah, trading itu menyenangkan sekaligus penuh tantangan. Apalagi dulu saya masih terpengaruh secara psikologis dengan keadaan pasar. Setiap jam buka aplikasi trading, padahal hal itu tidak ada gunanya.

Dalam saham ada pilihan trading atau investasi.

Saat ini saya fokus investasi saham dengan membeli saham Kalbe Farma. Sebuah saham blue chip yang bergerak dibidang farmasi.

Investasi Bisnis

Untuk bagian terakhir ini memang urutan tersulit investasi yang saya jalani sejauh ini. Rasanya deg-deg-an sebagai pemula yang tidak pernah terjun ke bidang usaha sebelumnya langsung menjalankan sebuah usaha.

Investasi bisnis adalah menginvestasikan dana untuk menjalankan sebuah usaha sehingga menghasilkan profit.

Diperlukan rencana yang matang, modal yang cukup, survey dan peluang dalam menjalankannya. Jangan sampai usaha yang kita lakukan zonk.

Dalam konsep pembisnis, kata-kata mutiara yang terkenal adalah bisnis itu sulit berhasil dalam satu kali percobaan. Dibutuhkan kegagalan hingga akhirnya mencapai keberhasilan.

Memang benar, kegagalan demi kegagalan adalah pembelajaran yang membuat seorang pembisnis sukses menjalankan usahanya.

Bagaimana dengan saya?
Saya membuka warnet Juli 2017 di lokasi rumah perkebunan yang masih minim akses komputer. Kebetulan pula kakak saya tinggal disana.

Saya serahkan seluruh pengelolaan ke kakak saya, yang penting saya mendapatkan setoran setiap bulannya.

Diawal saya membuka  warnet dengan 10 pc, bulan Juni 2018 lalu saya menambah 5 pc lagi. Warnet ini sudah berjalan selama setahun.

Sekedar informasi saja, bagi yang ingin membuka usaha warnet silahkan hubungi cyberindo.co.id. Cyberindo adalah solusi manajemen warnet dari Garena Indonesia. Seluruh proses instalasi dan supportnya gratis.

Kok bisa gratis? Silahkan pelajari di websitenya ya :).

Penutup

Seluruh tulisan diatas semata-mata untuk sharing saja agar anda juga semangat berinvestasi. Saya bukanlah orang kaya dan tidak terlahir dari keluarga kaya pula.

Maka dari itu saya sadar untuk berinvestasi sejak dini. Sebisa mungkin mempersiapkan investasi untuk masa depan, meskipun masih dalam jumlah sedikit, tapi saya yakin akan segera menjadi bukit. Hehehe.

👉 Investasinya banyak, apa dijalani semua?
Saya tidak menjalani semuanya, karena memang sudah selesai.

Investasi tanah sudah selesai di tahun 2015.

Investasi saham sudah selesai di tahun 2017. Saya meletakkan uang di saham dengan jumlah yang menurut saya besar. Saya akan membiarkan hingga beberapa tahun.

Investasi emas target tahun ini sudah tercapai yaitu 5 gram. Saya akan mulai lagi tahun depan yang mana setiap tahun membeli emas sebanyak 5 gram.

Asuransi unitlink masih berjalan hingga sekarang. Sudah jalan tahun ke-3. Rencana tahun ke 5 saya akan ambil hasil investasinya.

Investasi reksadana masih berjalan hingga sekarang. Setiap bulan membeli reksadana Rp 500.000.

Investasi bisnis sudah selesai.

Jadi, investasi yang masih berjalan hanya dua saja, yaitu asuransi unitlink dan reksadana.

Saat ini saya  memfokuskan diri bagaimana cara memperoleh passive income yang salah satu caranya melalui P2P Lending Syariah.

***

Demikian sharing saya kali ini, semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi.

Jika ada saran, kritik dan pertanyaan tentang investasi untuk pemula ini silahkan tinggalkan di kolom komentar .

Saya sangat menghargai segala komentar yang sopan.

Artikel Catatan Finansial PNS Muda Lainnya :

Berlangganan artikel via email :

No Spam and Powered by FeedBurner

38 comments:

  1. wiii artikelnya lengkap banget mas! Selama ini sih saya udah mencoba beberapa instrumen investasi, dan yang jelas memang low risk low gain, supaya aman

    ReplyDelete
  2. Salam Mas Bro
    Soal tanah paling bagus sih.
    Tapi butuh dana gede.
    Karna itu paling enak mulai dulu dengan reksadana sih
    Mauliate
    Terimakasih

    ReplyDelete
  3. Pikiran saya sederhana saja, karena awam dengan investasi, saya sepakat ketika suami bikin rumah lagi buat disewakan. Tetap pengen ada passive income.

    ReplyDelete
  4. Kalau saya lebih milih investasi yang mudah saja, beli emas. :D

    ReplyDelete
  5. Saya dan suami sempet mgobrol-ngobrol kalau nanti ada rezeki lebih kita ingin investasi dalam bentuk properti.tetapi memang investasi jenis ini perlu modal besar ya. Karena kan kita pengennya langsung beli propertinya, nggak mau ngutang. Doakan ya mas semoga investasi kami ini bisa segera terwujut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin mbak, semoga cepat terwujud bisa punya properti tanpa cicilan ya

      Delete
  6. Investasi bisnis yang movenya cepet alias perputaran uangnya cepete gituh apa yah hahah, gak harus nunggu setahun atau dua tahun biar dapet untung,,, coba jualan pulsa dan produk digital sejenisnya saya pikir bakal cepet perputaran uangnya tapi ah lambat, mungkin kurang promosi, kalah saing sama Al***art jhahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. jual makanan itu menjanjikan, cepat berputar dananya

      Delete
  7. keren detail banget, kalau saya lebih cenderung investasi tanah. hehe

    ReplyDelete
  8. saya baru belajar investasi di saham sambil saya tuliskan juga apa yang saya lakukan. ternyata yang paling sulit ya saham.
    menarik juga investasi emangnya bisa di cek ricek dulu kayanya nih.

    ReplyDelete
  9. aku udah pernah emas dan tanah sih. lumayan 2 tahun dah balik 2x lipat :)

    ReplyDelete
  10. Suka banget berkunjung ke blog ini, jadi nambah ilmu tentang finansial yang terus terang saya puyeng kalau pelajarinya hahaha.

    Kalau menurut saya, investasi yang paling aman untuk pemula adalah tanah, kalau properti kudu belajar marketing juga, karena misal punya rumah gitu, gak semudah jualan kacang buat di sewakan.
    Pun saat sudah disewakan, gak semudah menemukan jodoh buat properti tsb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul sekali, beli tanah usahakan lokasi yang strategis agar ketika dijual kembali mudah, begitu juga dengan properti

      Delete
  11. Dulu aku nyoba investasi, joinan sama teman kuliah yang punyapunya rental motor. Nitip 3 motor.
    Jalan setaun...trnyt aku salah pilih partner. Motor ilang. Ada hitam diatas putih sih. Cuma lha wong tmnku aja trnyata kena kasus korupsi duit negara...dan sekarang di LP

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduhhh apess ya mbak, tapi jadi pelajaran juga agar lebih hati-hati dalam memilih partner

      Delete
  12. Paling low risk emank tanah , nah klo untuk saham ngerti secara teori to belum pernah di praktekan.

    Tapi kayaknya seru juga yaa

    ReplyDelete
  13. Jadi pingin punya tanah ni, biar next level ke emas.

    ReplyDelete
  14. Saya lebih tertarik pada investasi tanah. Ya pastinya tanah yang dibeli dengan cara khas atau tunai. Jika kridit yang penting ansuran tiap bulannya tidak memberangkatkan.

    ReplyDelete
  15. Mencerahkan, ternyata KPR itu beban ya😁

    ReplyDelete
  16. Enam dasar investasi tersebut memang pas untuk pemula. Apalagi investasi tanah dan rumah yang biasanya jadi incaran untuk memulai bisnis.

    ReplyDelete
  17. Berkunjung ke blog mas Sabda ini kita-kita jadi nambah ilmu dan pinter tentang keuangan dan mengarur masa depan.
    Good job, mas 👍

    Dari kesemua diatas, menurutku paling cepat banget naik harga investasinya : tanah.
    Berselang setahun saja, udah naik cukup banyak harganya.

    ReplyDelete
  18. Saat ini invstasi sudah hrs menjadi pertimbangan agar keadaan financial lbh terarah

    ReplyDelete
  19. saya tertarik investasi emas, karena investasi emas sekarang juga mudah, di pegadaian juga menyediakan investasi emas :)

    ReplyDelete
  20. Jadi tahu lebih banyak ilmu soal investasi...sangat bermanfaat..

    ReplyDelete
  21. mau belajar investasi tanah dan bangunan :D

    ReplyDelete
  22. Nah, ini nih... Sy sangat setuju & sependapat. Next sy masih mau coba investasi saham. Sekarang masih mempelajari.

    ReplyDelete
  23. kalau daftar E-mas via aplikasi dan web ada bedanya gak mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. tidak ada bedanya. namun untuk bertransaksi hanya tersedia melalui aplikasi

      Delete
  24. wal, untuk asuransi unitlink yakin menguntungkan?
    kebetulan aku juga ambil di astralife, jiwa+investasi=50+50, pertahunnya 6juta/500sebulan. selama 5 tahun.
    ini tahun ketiga. setelah aku hitung2 aku malah rugi, karna untuk biaya admin bulanan diambil dari link itu sendiri, padahal kenaikan harga link itu dari tahun ke1 sampai tahun ke3 cuma beda 100rupiah. Aku merasa rugi, mau udahan tapi udah terlanjur uangnya tertanam didalam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nanti akan saya bahas di artikel khusus tentang asuransi unitlink ya, segera, mungkin minggu depan sudah di publish. saya akan buat perhitungannya

      Delete
  25. Mau tanya mas, kalo kita ikut asuransi ke perusahaan x, lalu perusahaan itu bangkrut, tapi uang kita belum sempat cair itu gimana? bisa dituntut ke pihak kepolisian atau gimana? ganti ruginya gimana gitu mas

    *kalau tau sih*

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduhh itu saya tidak tahu. jangan asal pilih asuransi agar terhidar hal-hal seperti itu

      Delete
  26. Untuk investasi, saya tetap pilih tanah.
    Mantab secara syar'i. Dan tak ada kata: harga tanah turun

    Salam
    @nuzululpunya

    ReplyDelete
  27. Kalau saya reksadana, saham dan asuransi belum, mas.. Memang tidak tertarik untuk ke situ. Tapi sukuk malah iya..

    ReplyDelete
  28. Wah, pembahasannya serius (bagi saya yang tidak paham urusan investasi atau finansial), namun bisa disampaikan dengan ringan. Lengkap dengan contoh pengalaman pribadi juga. Jujur, saya sangat terbantu, Mas. Terima kasih banyak..

    ReplyDelete
  29. investasi tergantung sih tujuannya apa..kalau saya udah punya investasi emas, saham, reksadana, dan properti

    ReplyDelete

Komentar spam tidak akan di-approve.

Copyright © 2017 Catatan Finansial PNS Muda by Sabda Awal