Apakah Asuransi Unitlink Menguntungkan? Begini Plus Minusnya

Artikel terkait : Apakah Asuransi Unitlink Menguntungkan? Begini Plus Minusnya

Tulisan ini merupakan pengalaman saya pribadi yang mengambil asuransi unitlink sejak tahun 2016.

Ada hal-hal penting yang akan saya bahas disini. Anda wajib baca ini saat akan mengambil asuransi unitlink atau sekedar menjadi pembanding asuransi murni.

Apakah asuransi unitlink sebuah terobosan produk yang menjanjikan atau justru produk "aneh" yang menyamarkan kekurangan kepada nasabah dengan iming-iming ada investasi di dalamnya?

Pertanyaan diatas menjadi sangat menarik bukan,,,

Saya juga akan menunjukkan secara real hitung-hitungan nilai investasi yang terbentuk dalam asuransi untilink saya yang sudah berjalan menuju tahun ke 3.

Nah, tentunya hitungan ini akan memberi informasi gambaran sekaligus proyeksi resiko dan profit penting bagi anda.


Apakah Asuransi Unitlink Menguntungkan? Begini Plus Minusnya

Manfaat Asuransi

Saya tidak akan mulai dari pengertian asuransi dan istilah-istilah dasar seperti polis, premi, kontribusi, manfaat, masa leluasa, fee dan lain sebagainya.

Saya anggap anda sudah memiliki pengetahuan dasar tentang asuransi...

Manfaat asuransi adalah mengganti secara finansial terhadap kejadian yang tidak terduga, seperti kematian, sakit, kecelakaan, kebakaran, kerusakan atau kehilangan dengan membayar sejumlah premi.

Jenis asuransi pun beragam :
  • Jiwa
  • Kesehatan
  • Kecelakaan
  • Properti
  • Mobil
  • Gadget
  • Travel
  • Dan lain sebagainya.

Dulu saya tidak ambil asuransi karena rasanya rugi sudah bayar premi tahu-tahu tidak sakit (jika ambil asuransi kesehatan). Eh, bukan berarti saya mengharapkan sakit.

Premi yang sudah dibayarkan akan hilang begitu saja tanpa merasakan manfaatnya sama sekali. Premi itu mengalir ke rekening perusahaan asuransi.

Kan....kesel, hahaha.

Saya tidak rela perusahaan hanya bermodalkan menerbitkan dokumen/buku polis dan administrasi lalu saya bayar sekian lama tanpa mendapatkan feedback.


Malah diawal mengambil produk asuransi (asuransi kesehatan) agen harus memastikan peserta tidak memiliki riwayat atau sedang sakit, bahkan tidak merokok.

Kecuali jika kita mengambil produk asuransi jiwa, karena tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Nah, kalau yang ini tidak terlalu zonk dibandingkan asuransi kesehatan diatas.

Itu dulu, pola pikir saya soal asuransi begitu. *jelek banget dah...

Namun, kini saya sadar asuransi itu penting sebagai perlindungan. Saya tidak tahu kapan mengalami kendala finansial, bagaimana jika pada kondisi tersebut saya jatuh sakit? Pasti keuangan saya akan sangat terguncang.

Apakah Asuransi Unitlink Menguntungkan? Begini Plus Minusnya


Maka tidak heran jika penduduk Indonesia yang memiliki asuransi masih sedikit. Karena kurang pemahaman dan pentingnya, memiliki pola pikir seperti saya dan penetrasi terhadap masyarakat.

Berdasarkan data yang saya kumpulkan, persentase pemilik asuransi masyarakat Indonesia.

OJK : hanya 10% yang memiliki asuransi. Berita tanggal 27/09/2017 (sumber : sindonews.com / https://bit.ly/2H5GJvk)

Direktur Utama PT Jiwasraya (Persero) : hanya 7,5 % yang memiliki asuransi. Berita tanggal 11 januari 2018 (sumber : markeeters.com / https://bit.ly/2H9cpMg)

Alasan saya mengambil asuransi unitlink

Saat ini saya punya 3 asuransi. Ada BPJS dan 2 asuransi unitlink 'si merah' dan 'si hijau'. Saya tidak akan menyebutkan brand, nanti dikira endorse lagi.

Tapi, yang penasaran bisa dm saya lewat email kok untuk tahu merknya.

Hah! Asuransi sampai 3! Serius? Buat apa?

Saya sendiri juga kaget mengapa saya punya 3 asuransi. Padahal dulunya ketika saya masih punya pengetahuan minim tentang asuransi, saya berpikir "buat apa punya asuransi, rasanya ngga akan berguna juga".

2 asuransi unitlink ini bisa double klaim kok.


Yang pertama saya punya BPJS karena saya PNS di Bea Cukai. Sangat jelaskan pemerintah memang mewajibkan setiap PNS harus ikut BPJS.

Selanjutnya saya mulai ambil asuransi unitlink si merah Februari 2016, sementara si hijau mulai Oktober 2016. Kedua produk ini bertipe syariah.

Jika asuransi unitlink tidak ada mungkin saya tidak akan pernah mengambil asuransi selain BPJS.

Ya, itu kutipan diatas jujur dari hati saya yang paling dalam... *masa lalu

Saya memiliki pola pikir untuk apa membayar sekian banyak tanpa mendapatkan manfaat sama sekali?

Sekali lagi...

Namun, kini saya sadar bahwa asuransi itu amat penting sebagai perlindungan. Jika saya jatuh sakit, maka dapat memanfaatkan asuransi tanpa harus "mengganggu" uang simpanan saya.

Sampai pada februari 2016, saya ketahui ternyata teman kantor saya seorang agen asuransi yang kemudian menawarkan produknya ke saya. Karena ada 'embel-embel' investasi di dalamnya saya pun mulai tertarik.

Saya memang kemaruk soal investasi...saat itu

Saya tidak serta-merta menerima, tapi cari informasi dulu di internet. Akhirnya saya tahu bahwa asuransi unitlink itu dikaitkan dengan reksadana.

Saya yang sebelumnya sudah trading saham, menjadi sedikit banyak tahu soal reksadana.

Saya pelajari prospektus terlebih dahulu sebelum mengambil asuransi unitlink. Sayangnya saya hanya paham sedikit saja πŸ˜‚

(Sekarang) Ternyata setelah saya kaji ulang dan lebih banyak menggali informasi tentang asuransi yang saya ambil, saya salah jalan permisahh...ckckck...

Bukan salah produk asuransi unitlinknya, tapi saya yang salah strategi dan pemahaman. Misal, ternyata ada potongan 5% untuk setiap alokasi premi investasi yang dibayarkan atau anda dapat memilih jenis investasi yang diinginkan.

atau besaran premi kesehatan semakin besar dari tahun ke tahun...

Nah, dari cerita diatas πŸ‘† dan diatasnya lagi πŸ‘† alasan mengambil asuransi unitlink karena terdapat fungsi proteksi sekaligus investasi didalamnya.

Namun, jika saya boleh memutar kembali waktu *ce ileee. Saya akan lebih memilih asuransi murni saja.

Apakah Asuransi Unitlink Menguntungkan?

Sebagian besar dari kita jika berbicara soal menguntungkan atau tidaknya asuransi unitlink pasti mengarah ke nilai investasi yang terbentuk.

Sangat banyak orang menganggap bahwa selama nilai investasi lebih kecil dari jumlah premi yang dibayarkan maka artinya rugi.

Mereka tidak memperhitungkan (contoh : jika mengambil asuransi unitlink yang di dalamnya terdapat asuransi jiwa dan kesehatan serta investasi), jika meninggal atau sakit maka asuransi dapat diklaim. Mereka hanya memandang dari nilai investasi saja.

Padahal jika kita bersikap lebih "adil" terhadap arti "untung" dalam asuransi unitlink, maka komponen jiwa dan kesehatan tidak dapat diabaikan begitu saja.

Poin 1...
Jika anda jatuh sakit, maka seluruh biaya perawatan dan pengobatan anda yang sesuai syarat dan ketentuan dapat diklaim. Bukankah ini juga merupakan keuntungan?

Poin 2...
Jika anda dan saya meninggal, maka asuransi jiwa dapat diklaim. Keluarga akan mendapatkan sejumlah uang santunan, biaya ambulan hingga pemakaman akan dicover oleh pihak asuransi. Bukanah ini juga merupakan keuntungan?
Apakah Asuransi Unitlink Menguntungkan?

Investasi dalam asuransi unitlink

Well, meskipun begitu masih banyak orang yang tetap penasaran dengan investasi yang terbentuk. Apakah investasi dalam asuransi unitlink benar-benar memberikan keuntungan?

Perlu saya tegaskan bahwa yang namanya investasi itu bersifat fluktuatif. Kadang naik, kadang dapat juga turun. Sangat jelas, bahwa investasi dalam asuransi unitlink akan disimpan dalam bentuk reksadana (mungkin juga ada dalam bentuk saham, obligasi, pasar uang atau sektor non riil lainnya *saya tidak tahu pasti).

Sementara itu, reksadana itu dapat bergerak negatif maupun positif, tergantung dana pengelolaan, kinerja emiten dan manajer investasinya.

Menghitung nilai investasi dalam asuransi unitlink

Cara kerja investasi dalam asuransi unitlink berikut ini merupakan gambaran umum. Untuk spesifiknya akan saya buatkan perhitungan asuransi unitlink si hijau milik saya.

Perlu dicatat bahwa proses perhitungan berikut ini merupakan sistem syariah. Kalau yang konvensional saya tidak tahu sama sekali, karena memang harus membaca polis yang bersangkutan.

Jika dalam perhitungan ini terdapat kekeliruan, mohon bantuan koreksinya.

Sebelum kita melakukan perhitungan asuransi unitlink syariah yang akan saya bandingkan langsung dengan asuransi unitlink si hijau milik saya, ada beberapa istilah dan ketentuan yang harus dipahami.

Jika anda tidak paham dalam sekali baca, itu wajar. Saya saja perlu membaca hingga 4 kali.

Jika anda tidak paham juga, silahkan minta diajarkan oleh yang paham.

Jika tidak paham juga, jangan pernah ambil asuransi unitlink, yang ada nanti anda kecewa dan kesal, "ternyata rugi ambil asuransi unitlink", gumam anda dalam hati saat ekpektasi tak sesuai dengan realita.

Kontribusi
Premi

Ujrah/Fee/Akuisisi
Imbalan dari peserta ke pengelola/pihak asuransi.

Dana Tabarru'
Dana yang berasal dari kontribusi peserta dan hasil pengembangannya.

Qardh'
Pinjaman dana dari pengelola/pihak asuransi ke dana tabarru' yang mengalami defisit.

Asuransi unitlink syariah menggunakan asas tolong-menolong antar peserta untuk pencairan asuransi. 
Misalkan ada peserta yang meninggal dunia, pasti dong asuransinya cair. Katakanlah UPnya Rp 100.000.000. Nah, uang asuransi ini bukan dari pengelola/pihak asuransi, tetapi dari dana kelola seluruh peserta yang ikut asuransi tersebut (dana tabarru').

Sampai disini saya harap paham istilah penting dalam asuransi unitlink syariah.

πŸ‘‰Baiklah...ayo mulai berhitung...

1. Peserta membayar kontribusi.
Pembayaran premi saya sebesar Rp 5.000.000/tahun dengan pembagian sebagai berikut :
  • Rp 4.000.000 kontribusi
  • Rp 1.000.000 saving up
cara kerja investasi dalam asuransi unitlink


Kontribusi (premi) diatas dialokasikan lagi menjadi ujrah/fee/akuisisi dan kontribusi dasar dengan porsi sebagai berikut :
  • tahun 1 : fee 70% dan kontribusi dasar 30%
  • tahun 2 : fee 65% dan kontribusi dasar 35%
  • tahun 3 : fee 55% dan kontribusi dasar 45%
  • tahun 4 : fee 45% dan kontribusi dasar 55%
  • tahun ke 5-77 : fee 0% dan kontribusi dasar 100%
Jika kita ubah dalam bentuk nilai uang, maka menjadi...

Tahun 1
Fee (untuk pengelola) : 70% x Rp 4.000.000 = Rp 2.800.000
Kontribusi dasar : 30% x Rp 4.000.000 = Rp 1.200.000

Begitu juga dengan perhitungan tahun ke 2, 3 dst.

Kontribusi dasar dan saving up akan diinvestasikan ke intrumen investasi yang telah disepakati.

Hanya saja perbedaannya, kontribusi dasar ditujukan sebagai dana tabarru, dibagikan ke peserta dan pengelola,- sementara itu saving up untuk pesertanya langsung.

cara kerja investasi dalam asuransi unitlink


Dalam asuransi unitlink saya, kontribusi dasar diinvestasikan pada reksadana. Kontribusi dasar dan hasil pengembanganya dialokasikan menjadi 3 bagian, yaitu :
  1. 60% dana tabarru'
  2. 30% dibagikan ke peserta
  3. 10% untuk pengelola
***Sampai disini saya kira yang sedang belajar asuransi pasti bingung. Perlu dibaca berkali-kali untuk dibaca. Saya juga begitu dalam memahami polis asuransi unitlink ini, hehehe *semangat ya.***

2. Hasil investasi
Dari penjabaran poin pertama, saya harap sudah paham dan kelihatan hasil investasi untuk peserta...


cara kerja investasi dalam asuransi unitlink

Hasil investasi = saving up + 30% dibagikan ke peserta.

Poin ke dua inilah yang dicari-cari oleh peserta asuransi unitlink. Berapa nilai investasi yang terbentuk? Apakah premi yang dibayarkan impas dengan hasil investasi yang terbentuk?

Jawabnya tentu saja tidak impas. Ingat, 5 tahun pertama ada alokasi fee untuk pengelola. Dari sini saja uang premi sudah "hilang".

Hasil investasi yang terbentuk hanya X persen dari pengelolaan kontribusi dasar.

3. Dana tabarru' surplus dan defisit
Semua uang klaim asuransi diambil dari dana tabarru'.

Di awal sudah saya sebutkan bahwa sebenarnya asuransi unitlink syariah menggunakan asas tolong-menolong. Uang asuransi yang cair bukan dari pengelola, namun dari kontribusi dasar dan hasil pengembangannya.

cara kerja investasi dalam asuransi unitlink


Dalam hal dana tabarru' masih surplus. Lha kok bisa surplus?

Misal dana tabarru ada Rp 10 pada tahun X. *ini contoh dengan nilai kecil agar mudah memahami.

Ternyata pada tahun X tersebut, ada banyak peserta klaim asuransi sejumlah Rp 9.

Jadi, dana tabarru' masih bisa mengcover klaim tersebut. Malah, dana tabarru' surplus Rp 1.

Dana tabarru' defisit...
Bagaimana jika ternyata jumlah klaim asuransi mencapai Rp 11? Tentu dana tabarru' tidak cukup bukan? Dana tabarru minus Rp 1. Inilah yang dikatakan defisit.

Jadi, minus Rp 1 nya gimana dong? Masak iya ada yang mau klaim tapi tidak kebagian?

Nah, pada saat momen inilah menggunakan Qardh', yaitu pinjaman diberikan dari pengelola ke dana tabarru'. Pengelola meminjamkan Rp 1 yang kurang.

Yang namanya pinjaman harus dibayar dong. Pembayaran dilakukan melalui pemotongan kontribusi dasar pada tahun berikutnya.

Menghitung nilai investasi si hijau milik saya.

Saya akan tunjukkan nilai investasi yang terbentuk pada asuransi unitlink milik saya.

Ketentuan :
  • Saya bayar premi per semester, bulan April dan Oktober @ Rp 2.500.000
  • Mulai bergabung asuransi sejak Oktober 2016 

Yang akan saya tunjukkan :
  • Laporan polis Oktober 2016 karena adalah pengurangan yang disebabkan oleh Qardh'
  • Laporan polis Maret 2018 karena adalah pengurangan yang disebabkan oleh Qardh' 
  • Nilai polis per April 2018
 Ini dia...

Menghitung nilai investasi dalam asuransi unitlink
Qardh'
Pengurangan sebesar Rp 77. 600 akibat Qardh' pada tahun tersebut.
Nilai Rp 77.600 hasil dari perkalian Harga per unit dan Pengurangan (unit)




Menghitung nilai investasi dalam asuransi unitlink
Qardh'
Pengurangan sebesar Rp 458.617 akibat Qardh' pada tahun tersebut.
Nilai Rp 458.617 hasil dari perkalian Harga per unit dan Pengurangan (unit)




Menghitung nilai investasi dalam asuransi unitlink
Nilai investasi akhir
 Nilai investasi yang terbentuk sebesar Rp 3.207.981,74. Apakah saya untung?

Masih sanggup baca tenang hitung-menghitung tidak? Karena kita memang harus menghitung.
cara kerja investasi dalam asuransi unitlink

cara kerja investasi dalam asuransi unitlink

Total uang yang diinvestasikan = saving up + kontribusi dasar - qardh'...

Rp 1.000.000 + Rp 1.200.000 + Rp 500.000 + Rp 700.000 = Rp 3.400.000.

Jangan lupa dikurangi dengan Pengurangan (karena Qardh) sebesar Rp 77. 600 + Rp 458.167.

Total uang yang diinvestasikan = Rp 3.400.000 - Rp 77. 600 - Rp 458.167 = Rp 2.864.233.

Pertumbuhan investasi = nilai investasi akhir - total uang yang diinvestasikan
Rp 3.207.981,74 - Rp 2.864.233 = Rp343.748,74 ≈ 10% *dalam 1,5 tahun

Dalam 1,5 tahun nilai investasi tumbuh sekitar 10%. *jika ada kekeliruan mohon dikoreksi ya...

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Unitlink

Kelebihan asuransi unitlink :
  1. Periode proteksi lebih lama*
  2. Hasil investasi bisa diambil
  3. Ada masa leluasa tidak bayar premi yang dipotong melalui nilai investasi yang terbentuk.
Kekurangan asuransi unitlink:
  1. Uang Pertanggungan (UP) kecil*
  2. Premi yang dibayarkan lebih mahal*
  3. Profit investasi kecil, bahkan memungkinkan bergerak negatif (rugi) 
*dibandingkan dengan asuransi murni

Apakah Harus Membeli Asuransi Unitlink?

Jika saya memberikan pendapat, apakah yang harus anda pilih antara asuransi murni atau asuransi unitlink.

Maka saya menyarankan untuk memilih asuransi murni saja. Karena pada dasarnya asuransi itu berfungsi sebagai Perlindungan, bukan investasi.

Jika anda ingin investasi, dapat anda lakukan sendiri dibanyak pilihan instrumen investasi. Seperti saham, reksadana, atau sekedar menjaga nilai uang dari gerusan inflasi anda dapat membeli emas, atau lebih dari itu untuk menghasilkan passive income melalui P2P Lending.

Selain itu, UP asuransi murni jauh lebih besar dibandingkan dengan asuransi unitlink.

Contoh untuk asuransi jiwa. Asuransi murni mampu menjanjikan UP sebesar Miliyar rupiah, sementara itu asuransi unitlink hanya ratusan juta rupiah dengan kisaran premi yang hampir sama.

Apakah Asuransi Unitlink Menguntungkan? Begini Plus Minusnya


Kesimpulan

Asuransi unitlink merupakan jenis asuransi yang dikaitkan dengan produk investasi.

Dengan adanya nilai tunai investasi didalamnya memungkin anda dapat memperoleh hasilnya dimasa depan. Namun perlu diingat, bahwa yang namanya investasi dapat bergerak negatif dan positif.

Jika kembali ke fungsi utama asuransi adalah perlindungan, maka akan sedikit aneh jika anda  memilih asuransi unitlink sebagai pilihan karena alasan investasi.

Anda lebih baik memilih asuransi murni dan melakukan investasi sendiri yang tentunya tidak banyak potongan 😬.

***

Jika ada pertanyaan, pendapat, saran dan kekeliruan dalam tulisan ini atau anda ingin berbagi pengalaman, silahkan tinggalkan dikolom komentar. Karena sharing is caring πŸ’•πŸ’•πŸ’•


sumber gambar : pixabay.com

Artikel Catatan Finansial PNS Muda Lainnya :

25 comments:

  1. Aku juga butuuh lamAa supaya bisa ngerti asuransi :p. Sbnrnya sampe skrpun, aku jg ga terlalu paham 100%. Yg pasti aku taunya asuransi ttp butuh banget, dan ini utk proteksi jangka panjang buat keluarga. Aku ga bakal berharap keuntungan dr asuransi. Kalo nyari untung, aku udh punya reksadana, obligasi dan saham. Di situ baru aku fokus ama keuntungannya :D. Tp asuransi, yo wis lah yaa.. Tujuanya utk anak2 kok. Jd kalo aku dan suami kenapa2, anak2 sudah terjamin dari UP yg tinggi. :)

    ReplyDelete
  2. Asuransi unitlink ini asuransi yang berbasis syariah itu ya? Hmmm... Lagi tenar sih, tapi aku belum pernah nyoba2 juga. Baca penjelasan gini jadi pgn bikin

    ReplyDelete
  3. Kayaknya agen asuransi lebih semangat melayani produk unit link ya bang.

    Dibandingkan dengan produk murni hehe..

    Dulu pernah belajar akuntansi asuransi syariah, dan alhamdulillah belajar model bisnis hingga pencatatannya di perusahaan asuransinya.

    tapi penjelasa bang sabda lebih mudah saya cerna dibandingkan yang saya dapat ketika kuliah.

    terima kasih bang atas sharingnya.

    btw asuransinya itu bisa di stop dong kalau mau pindah ke murni?

    ReplyDelete
  4. aah keren sekali kakak menjelaskan asuransi Unitlink ini, aku sampe sekarang mumet kalo diterangin mbak SPG hehe. Alhamdulillah asuransi masih kami gunakan khusus buat dana kesehatan dan kecelakaan

    ReplyDelete
  5. Salah satu manfaatnya blog walking yang bikin hidup saya jauh lebih faedah adalah bertemu blog ini, banyaaakkk banget ilmu ekonomi yang terus terang bikin pusing kepala saya dalam memahaminya, kayaknya cucok banget nih jadi dosen hahaha.
    Penjelasannya lebih mudah di mengerti, apalagi kalau dibaca berkali-kali :D

    ReplyDelete
  6. Terus terang saja, kalau bahas hitung-hitungan soal asuransi pening kepala. Saya dulu juga orangnya meremehkan soal asuransi, dan akhirnya saya sadar, dan ikut perserta BPJS Kesehatan yang bayar, dan keuntungannya ya itu, saat sakit baru terasa. Dan pastinya saya tidak mengharapkan sakit.

    ReplyDelete
  7. pengalaman saya sih ga ada untung-untungnya ngegunain asuransi yang ada selalu ditagih tiap bulan :))

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Lengkap banget artikelnya mas. Aku jadi lumayan melek asuransi setelah mbaca postingan ini... Klo aku, sekarang yang ikut baru pendidikan sama kesehatan. Sori...yang atas komentku banyak typo...malam2 nulisnya, dah ngantuk...trus ke sent nggak sengaja :-D

    ReplyDelete
  10. Ternyata begitu ya tentang tata cara belajar akuntansi, hahahah, saya ini memang pengen ikut asuransi, tapi enggak tahu hitung-hitungannya, jadi bingung. Tapi setelah membaca artikelnya Mas Sabda saya ada pencerahan, ternyata begitu detail.

    ReplyDelete
  11. puyeng mang :D, dah kayak lagi kuliah aja,
    masalahnya sih sayamah bukan mau ikut asuransi dan enggaknya, sekarang boro2 buat bayar preminya, buat makan sehari - hari saja susahnya minta ampun... :(

    ReplyDelete
  12. Baru aja semalam saya dan suami ngomongin asuransi hihihi. Kami berencana bikin asuransi buat anak. Doakan ya Mas semoga segera terlaksaba niatnya. Maklum harus beresin satu2 nih prioritasnya

    ReplyDelete
  13. wow panjang sekali penjelasannya. semua jenis asuransi ada plus dan minusnya sih ya. sejauh pengalaman saya, terlalu banyak asuransi juga menurut saya sayang. lebih baik memilih ansuransi yang sesuai dengan kebutuhan. tidak ada ruginya pula kalau memilih asuransi kesehatan, jiwa, dan investasi. harus bener2 paham ketika memilih asuransi yang cocok buat kebutuhan kita.

    ReplyDelete
  14. Sangat bermanfaat sekali isi dalam blognya, selain itu di jelaskan secara rinci.
    Terimakasih sudah berbagi informasi tentang ansuransi kepada kami, semoga bermanfaat juga untuk yang lainnya ya :)

    ReplyDelete
  15. Wah, ternyata jenis asuransi itu banyak sekali ya hehe :D
    Maklum saya awam sekali dalah hal seperti ini.

    ReplyDelete
  16. Asuransi itu memang penting sekali, apalagi kalau masalah pendidikan dan kesehatan.

    ReplyDelete
  17. Sangat menginspirasi sekali isi di dalam blognya :)

    ReplyDelete
  18. Jadi tertarik untuk membuat Asuransi unitlink, banyak sekali keunggulannya.

    ReplyDelete
  19. Wah setelah baca blog ini, saya jadi faham apa sih asuransi itu. Sebelum ini saya belum paham betul asuransi itu manfaatnya untuk apa. Terimakasih sudah membuat blognya :)

    ReplyDelete
  20. wah bermanfaat banget ini ulasannya ttg unit link.. :) produk unit link sekarang makin diminati masyarakat..

    ReplyDelete
  21. Sangat menguntungkan karena asuransi bisa menjamin kita di hari tua

    ReplyDelete
  22. Puyeng hehe.

    Pokoknya mah, bisa untung bisa rugi ya kalau ada investasinya. Sering kali kan orang kalo investasi maunya untung saja.

    ReplyDelete
  23. Hmmm...
    Gak perlu lah rasanya saya ungkapkan di sini pendapat saya ya Mas. Hehehe.
    Dari komen-komennya rata-rata pada mengaminkan keuntungan unit link dan memang tidak sepenuhnya salah :D
    Semoga setiap orang mau membaca sungguh-sungguh dengan teliti sebelum memutuskan untuk membeli segala sesuatunya :)

    ReplyDelete
  24. sudah saya baca pelan - pelan mas.
    yang baru saya tahuitu masalah asuransi plus investasinya itu. karena saya hanya berfikir dan diberikan informasi untung terus mas ga ada kata ruginya. hehehe
    Ternyata namanya investasi ya mas.

    ReplyDelete

Komentar spam tidak akan di-approve.

Copyright © 2017 Catatan Finansial PNS Muda by Sabda Awal