Pilih Earn More atau Spend Less? Mana yang Harus Dilakukan?

Artikel terkait : Pilih Earn More atau Spend Less? Mana yang Harus Dilakukan?

Pernahkah anda melihat kondisi seseorang atau mengalami sendiri kekurangan finansial untuk memenuhi kebutuhan hidup?

Saya rasa hampir semua orang pernah mengalaminya. Apalagi anak kuliahan, whehe

Pernahkah berpikir bagaimana cara menambah penghasilan agar semua biaya hidup ini terpenuhi? Memutar otak mencari solusi. Yang terpikir saat itu adalah cari kerja tambahan ataupun penghasilan sampingan.

Dulu sewaktu SMA hingga kuliah saya sempat cari penghasilan tambahan.  Mulai dari jual pulsa, menulis di blog, doorsmeer sepeda motor, hingga jadi pelayanan di rumah makan Padang.

Yang terpikir saat itu untuk memenuhi kebutuhan hidup cara satu-satunya adalah cari tambahan, itu pun terfokus bekerja paruh waktu yang menyita energi dan waktu.

Namun sekarang, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari ada tersedia banyak opsi. Ada 2 pilihan besar yang dapat dilakukan yaitu earn more (menghasilkan lebih), spend less (mengurangi pengeluaran) atau bahkan keduanya sekaligus.

Ditambah lagi, masing-masing pilihan ada sub-opsi yang dapat dilakukan.

Pilih Earn More atau Spend Less? Mana yang Harus Dilakukan?

Mengapa Harus Melakukan Earn More atau Spend Less ?

Sebenarnya kalau saya mikir lebih jauh,- tidak ada paksaan earn more atau spend less selamaaa finansial cukup memenuhi kebutuhan hidup.

Tapi, ada 3 alasan/kondisi yang mendasari mengapa earn more atau spend less  tetap harus dilakukan bahkan melakukan keduanya secara bersamaan.

1. Finansial Tidak Cukup
2. Mencapai Target
3. Pensiun Lebih Dini

Finansial Tidak Cukup

Alasan ini cukup jelas. Saat finansial tidak mampu menyokong biaya hidup maka apa lagi yang akan kita lakukan selain earn more dan spend less? Pilihannya adalah mencari uang tambahan dan mengatur pengeluaran agar seluruh biaya terpenuhi.

Mencapai Target

Apakah anda memiliki target dalam beberapa tahun ke depan? Misal menikah dalam 2 tahun yang akan datang. Artinya anda memiliki target yang harus dipenuhi.

Mau tidak mau anda akan melakukan earn more atau spend less agar dana pernikahaan ready pada saat dibutuhkan. Jika memiliki target, pasti pilihan ini akan dilakukan agar tercapai tepat waktu.

Hasil dari earn more dan spend less akan dialihkan ke kas dana yang mengacu mencapai target tersebut.

Pensiun Lebih Dini

Bagi saya ini salah satu tujuan utama dari earn more dan spend less,- agar dapat pensiun lebih dini. Dengan melakukan ini, artinya akan lebih banyak uang yang dapat saya sisihkan untuk diinvestasikan.

Tujuan investasi untuk mempersiapkan pensiun dini. Lebih banyak uang yang disisihkan artinya lebih cepat pensiun.

pensiun dini masa tua bahagia


Misal, investasi pada reksadana dengan menyisihkan Rp 500.000/bulan dengan harapan return 15%, maka dalam 15 tahun hasilnya mencapai Rp 340 juta.

Jika, jumlahnya saya naikkan menjadi Rp 1.000.000 maka nilai akhirnya akan mencapai Rp 680 juta.

Bayangkan jika nilai investasi terus saya naikkan, maka hasilnya akan semakin besar yang dapat menyokong kebutuhan hidup saat saya memutuskan tidak bekerja lagi.

Simulasi ini dapat anda coba melalui link berikut ini https://www.bareksa.com/id/financial/investment_calc.

Apa Saja Pilihan Earn More dan Spend Less?

Pada dua pilihan ini ada opsi yang dapat anda lakukan. Tinggal disesuaikan dengan kemampuan dan waktu anda. Saya menyediakan 5 opsi dalam earn more dan 2 opsi dalam spend less.

Earn More

Earn more adalah mencari uang tambahan. Ada 5 hal yang dapat anda lakukan dalam pilihan earn more ini, yaitu :
  1. Fokus karir
  2. Pindah kerja
  3. Cari sampingan/tambahan
  4. Berbsinis
  5. Passive income
Mari kita bahas satu per satu.

Fokus Karir

Fokus dengan karir berarti anda berusaha untuk mendapatkan jabatan yang lebih tinggi. Promosi pada kedudukan baru akan membuat penghasilan semakin besar.

Untuk mencapai sebuah jabatan, tentu anda harus diatas rata-rata dari karyawan lain. Ujung-ujungnya anda harus upgrade diri dan tak jarang untuk skill tambahan ini butuh waktu, tenaga dan uang untuk memperolehnya.

Bagaimana dengan saya?
Dibilang fokus karir, saya tidak melakukannya sih. Sistem promosi/kenaikan pangkat di PNS ini lebih sulit dibandingkan dengan swasta. Ngomong-ngomong, saya bekerja di Bea Cukai. Apalagi bagi saya yang hanya pegawai biasa-biasa saja. Dikenal kepala kantor saja saya sudah senangnya minta ampun.

Untuk dapat jabatan harus ada syarat golongan atau punya prestasi luar biasa (langka banget kalau ini). Peluang saya dipromosikan itu sekitar 15 tahun lagi *peluang bukanlah sebuah kepastian.

Itu artinya diusia saya 40 tahun (kemungkinan promosi),- usia dimana saya menjadwalkan pensiun dini.

Intinya saya jalani pekerjaan ini dengan flat. Tanpa mengejar karir.

Pindah kerja

Mencari kerjaan lain adalah solusi saat proyeksi masa depan anda tidak cerah di pekerjaan saat ini. Gaji yang segitu-gitu saja, perusahaan yang mulai collaps atau resiko naik jabatan amat kecil.

Maka, bersiap-siap untuk berkemas untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.

Bagaimana dengan saya?
 Kalau saya hampir tidak mungkin cari kerjaan lain. Alasannya :
  1. Status PNS,- terjamin
  2. Gaji sudah cukup besar
  3. Pekerjaan saat ini sudah saya kuasai dengan baik
  4. Pendidikan saya cuma D1 yang mana susah nyari kerjaan baru dengan gaji sebesar pekerjaan saya sekarang.
Tapi kalau ada tawaran jadi finansial planner dengan gaji setara dengan status saya saat ini, mungkin akan saya pertimbangkan. Meskipun saya bukan pro pro amat dan akan memperdalam ilmu finansial.

Cari Sampingan/Tambahan

Di zaman canggih sekarang mencari kerjaan tambahan cukup mudah. Ada banyak hal yang dapat anda lakukan, bahkan menjadikan hobi sebagai ladang uang pun mungkin untuk dilakukan. Misal, menulis, fotografi, mengajar private, videografi, driver online atau menjadi content creator.

Bagaimana dengan saya?
Kerja Senin s.d Jumat, berangkat jam 07.00 dan sampai rumah 17.30. Jam kerja yang begini saja sudah lelah. Jika saya harus nyari sampingan untuk uang tambahan, I dont think so.

Saya tidak mau lebih capek dari ini.

Cukup menulis saja di blog sembari menyalurkan hobi, fokus membesarkannya dan mencari recehan dari blog ini. Kenyaataannya saya dapat penghasilan dari blog ini, meskipun belum pay out, hihi.

Berbisnis

Berbisnis akan memberikan uang tambahan bahkan lebih besar dari gaji pekerjaan anda. Namun perlu diingat, bahwa bisnis butuh perjuangan. Resiko gagal kerap membayangi bagi para pemula.

Namun, jika berhasil anda akan menghasilkan jauh lebih banyak dari sebelumnya yang pernah anda peroleh.

Bagaimana dengan saya?
Sebenarnya saya ingin berbisnis, namun tanpa meninggalkan PNS sama sekali dan ...

Alhamdulillah sudah terwujud...

Jadi saya punya 2 bisnis saat ini, yaitu warnet yang dikelola oleh kakak saya dan furnitur yang dikelola teman saya dimana saya hanya sebatas pemodal saja.

Kedua usaha ini masih belum break event point alias belum balik modal. InsyaAllah tahun depan mulai mendapatkan keuntungan dari usaha ini. Doa kan yak.

Passive Income

Bayangkan jika anda bisa memperoleh uang tambahan tanpa harus bekerja, pasti sangat mengasyikan. Hanya saja, paling tidak harus memiliki modal. Misal, memiliki properti lalu menyewakannya, mendapatkan deviden dari saham, margin keuntungan dari p2p lending, atau deposito.

Semakin banyak uang yang anda simpan dalam investasi tersebut, maka semakin banyak passive income yang akan diperoleh.

investasi agar cepat kaya


Bagaimana dengan saya?
Sampai artikel ini terbit, sumber passive income saya ada dua.

Pertama, saham yang sudah kebagian deviden beberapa bulan yang lalu. Targetnya sih akan selalu beli saham-saham blue chip dimasa mendatang biar makin banyak kebagian deviden dan deviden ini saya belikan saham lagi.

Kedua, P2P Lending Syariah yang profitnya saya dapatkan setiap minggu dan bulan. Hasil dari p2p lending ini saya investasikan kembali untuk membiayai pelaku usaha lainnya.

Spend Less

Spend less adalah sebuah metode yang digunakan untuk mengatur atau mengurangi/mengeliminasi pos pengeluaran. Cara ini lebih mudah dilakukan ketimbang earn more karena dapat dilakukan pada saat itu juga terhadap finansial kita, melalui :
  1. Evaluasi kebutuhan
  2. Budgeting

Evaluasi Kebutuhan

Senang rasanya melakukan evaluasi finansial. Mencari celah pada pos mana yang membuat keuangan bocor.

Sebelum melakukan evaluasi tentu anda harus melakukan pencatatan terlebih dahulu agar tahu pada kebutuhan apa yang menguras uang anda.

Saya berikan contoh nyata pada kondisi saya.

Setelah melakukan evaluasi ada 4 yang membuat pengeluaran saya cukup berlebih. Padahal semua hal itu remeh-temeh, namun kenyataannya berdampak besar terhadap pengeluaran saya.

1. Delivery Food
Sewaktu saya tinggal di Jakarta, saya sering kali order makanan secara online. Habis di makanan dan biaya delivery-nya yang cukup besar. Besarnya sekitar 7% dari penghasilan yang saya habiskan untuk delivery food saja.

Kini saya sudah pulang kampung. Tinggal dengan keluarga sehingga 7% itu kini terselamatkan. Jika pun ingin makan sesuatu, beli sendiri karena kota saat ini cukup mudah dijangkau.

2. Pulsa Provider
Berapa banyak pulsa yang anda habiskan selama sebulan? Baik itu pasca atau pra bayar. Sebelumnya saya menghabiskan Rp 400.000/bulan. Mungkin ada yang lebih besar dari saya? Pasti.

Rp 100.000 untuk biaya telpon dan sms, sementara Rp 300.000 nya untuk pembelian kuota internet. Saya menggunakan 2 SIM card.

Saya review ulang penggunaan ini. Saya cari paket yang lebih murah dan berhemat kuota. Akhirnya saya mengubah paket provider saya, sehingga hanya menghabiskan Rp 250.000 saja setiap bulan.

3. Kartu Kredit
Saya tipikal orang yang susah tergiur dengan diskonan sebenarnya. Tapi, punya kartu kredit memberi peluang berbelanja lebih mudah -_-. Akhirnya terjadilah belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan...sekali...

Selain itu ada iuran tagihan yang harus dibayar setiap tahun.

Tho, setelah 2 bulan tanpa kartu kredit saya baik-baik saja. Lebih baik malah.

4. Cashback
Saya punya toko online favorite. Semua pembayaran tagihan dan pembelian voucher saya lakukan disini. Kenapa? Karena selalu memperoleh cashback. Bayar tagihan listrik, pulsa, bahkan kartu kredit juga dapat cashback.

Cashback yang diperoleh pun bukan kecil, saya pernah tuh beli tiket pesawat cashbacknya up to Rp 250.000 tanpa pembelian minimal.

Akumulasi dari setiap cashback dapat saya gunakan kembali untuk membayar tagihan lainnya.

***
Ke-4 evaluasi ini mampu menyelamatkan kebocoran hingga Rp 1.000.000/bulannya. Kan kereen.

Budgeting 

Budgeting adalah membuat perencanaan yang matang terhadap pengeluaran melalui pemberian kuota atau pembatasan.

Contoh budgeting yang saya lakukan pada artikel saya sebelumnya 4 Kesalahan Finansial :
  • Biaya hidup : 43,9%
  • Dana darurat : 6%
  • Tabungan : 6%
  • Investasi : 36%
  • Gadget : 1,2%
  • Lain-lain (sedekah, buku, travelling): 6,9%
Budgeting ini membantu saya untuk kontrol diri terhadap pos-pos pengeluaran. Jatah masing-masing pos sudah jelas, jadi saya tidak boleh lebih dari budget yang sudah ditentukan.

budgeting agar hemat dan terkontrol


Sebelum melakukan budgeting, pastikan anda sudah melakukan perhitungan sedetail mungkin sehingga bisa membagi jatah tiap pos. Jangan sampai, pembatasan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan real yang anda keluarkan.

Contoh, sudah jelas bahwa biaya hidup anda 60% dari gaji. Jangan dibuat lebih kecil dari 60%! Yang ada nanti anda tidak nyaman sendiri.

Kelebihan dan Kekurangan Earn More dan Spend Less

Earn More
Kelebihan : Mendapatkan uang lebih banyak artinya tidak perlu mengorbankan pos/gaya hidup yang memang sudah dijalani.

Kekurangan : Anda harus siap capek untuk kerja ekstra mendapat uang tambahan, memiliki modal besar untuk mendapatkan passive income, upgrade diri untuk mencapai karir, atau gagal saat mencoba berbisnis.

Spend Less
Kelebihan : Tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra / capek, stay calm saja.

Kekurangan : Akan ada gaya hidup / pos yang harus dikurangi atau bahkan dihapus. Saya harap anda dapat membiasakannya.

Pilih Yang Mana?

Saya sempat melakukan survei di instagram dan twitter mengenai pilihan earn more dan spend less.

Pertama, saya membuat survei di twitter dengan 3 pilihan yaitu earn more, spend less, atau keduanya sekaligus.
survei sabda awal

Hasilnya :
  1. earn more : 4 orang (20%)
  2. spend less : 3 orang (15%)
  3. keduanya : 13 orang (65%)
Kedua, saya membuat survei di instagram, dengan 2 pilihan earn more dan spend less. Sayangnya instagram tidak bisa membuat 3 opsi.

survei sabda awal
Hasilnya :
  1. earn more : 17 orang (33%)
  2. spend less : 35 orang (67%)
Kemudian, ada 2 orang yang nge DM saya. Mereka bilang bahwa mereka biasanya melakukan keduanya sekaligus.

Kesimpulannya
Masing-masing orang memiliki kapastias yang berbeda, itu yang membuat seseorang cenderung memilih earn more atau spend less saja.

Misalkan, si A lebih rela earn more dengan konskuensi lebih capek karena nyari tambahan daripada harus mengurangi gaya hidupnya.

Yang lainnya mungkin akan lebih memilih spend less karena lebih simple dan tidak ingin lebih capek dari sebelumnya.

Jadi anda bertanya sebaiknya pilih yang mana? Kembalikan kepada kelebihan dan kekurangan dari setiap opsi. Pilihan mana yang paling sesuai dengan kondisi anda. Meskipun pada akhirnya anda melakukan keduanya sekaligus, itu bukan masalah.

***
Demikian sharing saya tentang earn more dan spend less. Lalu, yang mana yang anda lakukan ? Earn more, spend less atau malah keduanya? Atau anda punya opsi lainnya? Tujuan apa yang ingin anda capai? 

Yuk, berbagi di kolom komentar, karena sharing is caring 💕💕

source image : pexels.com

Artikel Catatan Finansial PNS Muda Lainnya :

53 comments:

  1. saya Eriga S Al-Mansur blogger dari blog https://www.mainkit.id/ , mas bahas tentang Dinar Dirham dong sepertinya menarik

    ReplyDelete
  2. untuk sementara ini, yang paling memungkinkan kayaknya penghematan deh. ;)

    ReplyDelete
  3. mantap banget isi artikelnya. iya sih, jika masih ada sumber daya ya sebaiknya earn more. tapi kalau tidak ya spend less.
    btw, jangan menyerah untuk mencari peluang baru earn more. kalau kita profesional, punya skill dan pengalaman, bisa jadi kesempatan besar itu datang

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar sekali, jika ada sumber daya sebagiknya earn more. jika tidak ya spend less

      Delete
  4. Klo aku milih opsi ke dua mas...opsi pertama capek, ntar malah keluar biaya tambAhan...dokter, dsb.

    Kedua, sekaligus belajar empati..

    ReplyDelete
  5. lengkap banget penjelasan dan gambarannya jadi kebayang.
    itulah yang dihadapi

    ReplyDelete
  6. Kalau saya pilih keduanya mas earn more dan spend less hihihi. Apalagi dulu ngekos dan harus biaya kuliah sendiri n tetep bisa ngasih ke keluarga. Dua hal di atas itu yang saya lakukan. Cari kerja tanbahannya dengan menambah jam ngajar. Enaknya jadi guru itu gitu, ya. Bisa ngajar privat. Apalagi kalau orangtua udah pada tahu kita. Mudah banget direkomendasikan ke para orantua yang lain

    ReplyDelete
  7. Kalau sekarang, cari sampingan lebih mudah, bisa lewat blog, kuis, dan lain sebagainya, semenjak marknya penggunaan internet sampai ke pelosok desa

    ReplyDelete
  8. Waaa gila sih senangnya ketemu blog ini. Sama sih saya juga PNS yang nggak memungkinkan cari kerjaan di tempat lain. Masih single kan mas? bagus deh sudah pandai mengatur keuangan. Karena kalau sudah menikah bakalan keteteran karena seringkali ada kebutuhan yang meleset dari RAPRT (Rencana Anggaran Pembelanjaan Rumah Tangga) wkwkwk jadi curcol. Sekarang untuk mensiasatinya saya dan suami earn more dan (berusaha) spend less.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga udah kebayang kayaknya kalau udah menikah bakalan lebih tertantang, hihi....

      Delete
  9. Lengkap sekali ulasannya, terimakasih sudah share :)

    ReplyDelete
  10. Waaah, masnya suda PNS mah ya sudah makmur dan bahagia :D

    ReplyDelete
  11. Ngikik dulu baca komennya Febri ... kocak emang anak ini :p hahaha. Btw mantab jiwa posnya! Komplit kedua-duanya: nambah pemasukan, minim pengeluaran. Evaluasi adalah hal yang memang harus dilakukan setiap bulan agar tahu sampai di mana duit mengalir ... sampai jauh pastinya :D sukses selalu.

    ReplyDelete
  12. Kalau sebagai blogger diberi pertanyaan pilih earn more atau spend less, cukup bervariasi karena fokus blog-nya berbeda seperti blog saya yang berfokus review dan kuliner dan blog bang sabda yang fokus keuangan.

    Untuk saya sih milih keduanya tergantung timing-nya seperti lagi spend less cari kuliner yang lagi diskon atau pergi ramai-ramai sama teman biar hemat.

    BTW, pilihan earn more dan spend less cukup banyak. Jadi bisa dicoba ni

    ReplyDelete
  13. Duh jadi malu deh.
    Keuangan saya carut marut, wkkwkw :))
    Cuma mulai diperbaiki pelan2 :D
    Kadang suka mikir sendiri, nanti saya hidup tuanya kayak gimana ya kalo sekarang aja gak mikir ke arah sana.
    Kebanyakan foya2nya dibanding berinvestasi.

    ReplyDelete
  14. earn more ini berusaha dilakukan, tapi rasanya kok belum maksimal terus

    ReplyDelete
  15. Manajemen keuangan saya nggak bagus mas, masih susah mengendalikan diri buat beli yang aneh2 dan sebenarnya nggak terlalu dibutuhin... Bikin artikel tentang pengendalian diri dong hehehe... Jadi pengen investasi juga, coba bahas investasi saham untuk pemula mas? thank you

    ReplyDelete
    Replies
    1. okee mas, makasih request nya. nanti bisa deh saya jadikan bahan tulisan pengendalian diri

      Delete
  16. Pokoknya kalau masalah ekonomi, mas Sabdalah jagonya mengelola keuangan.
    Semuanya dibahas detil.

    Mengenai income dan pengaturan pengeluarannya ..., duh sekarang ini aku malah perlu memperketat ikat pinggang bangetbkarena kepulanganku ke kota kelahiran dan bekerja disana jauh banget dengan income yang dulu kuperoleh sewaktu kerja di Jakarta.

    By the way, semoga makin sukses ya 2 usaha yang mas Sabda jalankan.
    Ikut mendoakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau jauh dari kampung memang berat di ongkos mas, saya udah pernah ngerasain hal itu

      Delete
  17. Kayaknya lebih enak spend less ya. Soalnya kalau earn more tapi pengeluarannya enggak dikontrol sih ya tetep aja wkwk

    ReplyDelete
  18. terimakasih sudah sharing mas gan teng... bisa tambah wawasan..

    ReplyDelete
  19. Kalau saya, hihi... gak terlalu ketat dalam mengelola keuangan sih.

    Btw semoga sukses karirnya, naik pangkat hingga promosi jabatan.

    ReplyDelete
  20. Wah artikelnya ajib nih!...

    Emang bener banget sih... sekarng gue perlu ambil sikap untuk bisa earn more and spend less... karena gue sadar betapa sulitnya kehidupan ini tanpa mengatur keuangan dengan baik.

    Nice!

    ReplyDelete
  21. lagi berpikir keras buat earn more nih! semoga lancar2 rejeki kita yaa

    ReplyDelete
  22. Buat saya ini pilihan yang susah, paling tidak untuk saat ini. Gimana ya menjelaskannya? Tapi yang pasti pengin earn more tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama (coz i need the money right now). kedua, pengin belajar spend less tapi ga tahu susyahnya minta ampun!

    Tapi saya seneng sekaligus iri sama orang2 yang pintar sekali dalam berinvestasi di berbagai instrumen. iri karena ngelihat sepertinya orang2 seperi dirimu dan lainnya itu benar2 memikirkan masa depan dengan cermat.

    Saya baru punya 1 reksadana. Itu saja hasil dapat hadiah dari kumpul blogger dengan salah satu perusahaan keuangan. Baru2 ini kepikiran buat diurusin. Mungkin agak telat, tapi daripada tidak sama sekali kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. spend less belajar di budgeting dan pengendalian diri aja mbak. 2 hal ini udah bisa bikin kita hemat...

      Delete
  23. Lanjutin Mas Sabda ke S1, kan bisa sambil kerja kuliah, lewat kelas karyawan atau biasanya kan kantor ada kelas karyawannya.

    Bukan maksudnya biar pindah kerja, haha, tapi selagi masih ada banyak dana, eeaaa, kan melanjutkan hingga sarjana boleh juga kan..kan.. #SemangatCiee

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya lagi kuliah mbak, tapi minat ga minat sih. soalnya udah malas kuliah, keenakan kerja

      Delete
  24. Spend less sebenernya yg paling mudah, tapi namanya manusia ada aja kebutuhan mendesak atau bahkan cuma sekedar pengen beli sesuatu yg sbenernya ga ada prioritas sama sekali :D

    ReplyDelete
  25. Baca judulnya, udah bikin melempem, pilihannya sulit amat hahaha.
    Tapi pas baca isinya, dapat banyak pencerahan banget.

    Iya sih, kalau saya juga lebih memilih lakukan keduanya sebatas yang kita mampu, asal jangan berlebihan, gak baik juga hasilnya.

    Kalau spend less itu penting, menurut saya, bahkan pendapatan kita bejibun, tapi sebijaknya hidup secukupnya dijadikan gaya hidup.
    Agar hidupnya selalu lebih mudah dan berkah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. walau pendapatan banyak, kalau ga bijak bisa habis gitu aja mbak, habis

      Delete
  26. Dua2nya coba saya lakukan, disamping mencari tambahan rejeki, nabung juga dilakukan. Yang penting berkah. betul...

    ReplyDelete
  27. Setelah dipikir - pikir sih yang cocok dengan saya mungkin spend less,, suka ngerasa juga buang - bung duit gak perlu tanpa termanage dengan baik, padahal tuh duit mau tak pake modal nikah sama neng lala ... hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga cepaat sampe ke pelaminan sama neng lala, haha

      Delete
  28. Sebaiknya memang dilakukan keduanya nih mas 🤣 Kalo salah satu aja jaman now sih kayaknya ya akan pas-pasan terus 😅 Nice sharing mas

    ReplyDelete
  29. mencerahkan sekali tulisannya.. awal bulan nih.
    Saya nggak punya gaya hidup yg berarti, ngepas-ngepas aja, dikurangi dikit gak ada masalah.. jadi bisa melaju di opsi earn more

    ReplyDelete
  30. Gw banget. Hidup hemat karena pengen nabung dan investasi banyak biar bisa pensiun dini. Untung gw kerja swasta. Kalo ngerasa stuck dengan kerjaan, ya pindah cari yang lebih gede gajinya dan lebih menantang kerjaannya. Jadi bisa berkembang dan nabung lebih banyak, wkwkwkwk

    ReplyDelete
  31. Mencerahkan saya untuk memperbaiki manajemen keuangan yang lebih baik. Bermanfaat banget postingannya mas. Salam kenal

    ReplyDelete
  32. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya, mas. Ini akun untuk blog baru karena saya akan serius garap blog maka harus benahi isi dari awal. Melelahkan namun lebih baik karena saya bisa belajar langkah demi langkah dalam dunia blog. Dulu mah asal bikin dan isi.
    Baca ulasan di atas yang detail membuat saya mikir, posisi saya di mana?
    Berupaya earn more dengan menulis, harus lebih produktif karena saya belum bisa investasi.Spend less, sebagai istri yang mengandalkan penghasilan suaminya, saya tak macam-macam, paling ngurangin jajan saja, he he.
    Langkah Mas patut dicontoh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. patut dicoba investasi mbak. coba deh dialokasikan untuk evaluasi. meskipun cuma berbekal uang dari suami

      Delete
  33. Klo sdh jadi PNS udah diem2 aja di kantor, kerja yg bener, PNS itu duitnya dr mana aja klo jujur mah, satu lg, masnya ngerokok ga? Salah satu sumber pengeluaran terbesar dan terboros adalah ngerokok, klo nggak ya.. bagus ✌😂

    ReplyDelete
  34. Akhirnya aku tercerahkan juga :) Artikelnya bagus banget mas. Kalo saya sih bukan PNS. Selama ini kerja juga suka pindah-pindah karena backgroundku arsitektur dan selalu dapet kerjaan per proyek gitu. Ngga ada jaminan hidup di masa tua jadi tenang. Tapi setelah lihat artikel jadi akhirnya jadi nyadar. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayoo mbak, bukan cuma PNS yang bisa dapat pensiun. Swasta juga bisa. Asal diatur sedemikian rupa untuk tujuan pensiun

      Delete
  35. saya simak berulang dulu mas, yang pasti masih ngatur penghasilan supaya nggak minus.
    sangat menguntungkan jika dapet Passive Income

    ReplyDelete
  36. Saya sedikit menyesal kenapa baru menemukan blog ini sekarang. Berkali-kali saya mencari informasi terkait tips mengatur keuangan yg baik (khususnya mahasiswa yg sudah bekerja), tapi kebanyakan caranya kurang cocok dgn saya dan pembahasannya tdk sedetail ini. Membaca artikel ini membuka mata saya lebih lebar terkait pentingnya perencanaan financial dlm jangka panjang, khususnya bagi yg pny goal dlm usia tertentu. Meskipun saya pny cita2 ketika menginjak usia sekian tahun (seperti pny properti sendiri, pny investasi), bs dibilang cara yg saya lakukan selama ini asal2an dan terlalu santai, istilahnya ngalir tanpa target yg jelas.. Membaca tulisan ini bnr2 seperti sebuah pencerahan agar saya segera membuat planning yg jelas, rinci dan teratur, agar goal saya tsb bs segera tercapai. At least, dgn menerapkan metode di atas (seperti tips2 dan teknik budgeting yg sudah kak Sabda tulis), saya bs pny gambaran kira2 pencapaian seperti apa yg akan sy dpt dlm kurun waktu tertentu. Dan jika disuruh memilih antara earn more atau spend less, saya memilih untuk menerapkan keduanya. Tidak ada salahnya untuk mencari pendapatan tambahan dibarengi dgn menyiasati untuk mengurangi pengeluaran..

    Terima kasih bnyk, kak. Saya tunggu artikel2 selanjutnya 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayoo jangan santai. Bikin terget itu penting, tapi harus jelas. Semoga segera bisa menerapkan tujuan finansial ya

      Delete
  37. Kalau saya sih lebih milih pengeluaran tetap, terus cari tambahan untuk nabung. Kalau ada keinginan (bukan kebutuhan) paling diatur jadwalnya, biar jumlah pengeluaran tetap.

    ReplyDelete
  38. Saya pilih earn more sekaligus spend less, tapi rada cerdasan dikit..

    Saya melakukan earn more dengan mencari passive income melalui investasi saham dan reksadana. Saya juga mengembangkan blog saya untuk jadi sumber passive income melalui Adsense dan Affiliates.

    Saya melakukan Spend Less juga, dengan cara mengurangi post belanja lifestyle tapi mengalihkannya untuk kegiatan belajar. Setahun ini saya banyak mengeluarkan uang untuk mengikuti macam-macam workshop yang bermanfaat untuk mengembangkan skill blog saya. Hasilnya lumayan; blog saya jadi semakin bagus performanya dan itu menunjang prinsip Earn More saya.

    Persoalan dari belajar ini cuma satu: harus meluangkam waktu.
    Tapi tak apa-apa meluangkan waktu untuk belajar selagi otak saya masih muda. Karena kalau otak saya sudah tua nanti, saya akan jadi lebih lamban kalau mau belajar mengembangkan diri.

    ReplyDelete

Komentar spam tidak akan di-approve.

Copyright © 2017 Catatan Finansial PNS Muda by Sabda Awal