Pengalaman Pertama Melakukan Evaluasi Keuangan Pribadi Di Akhir Tahun

Artikel terkait : Pengalaman Pertama Melakukan Evaluasi Keuangan Pribadi Di Akhir Tahun

Pengalaman Pertama Melakukan Evaluasi Keuangan Pribadi Di Akhir Tahun

Ini pertama kalinya saya melakukan evaluasi terhadap keuangan pribadi saya. Padahal  2 minggu yang lalu saya masih belum tahu betul apa saja yang harus di evaluasi di akhir tahun.

Membaca beberapa refrensi dari situs Indonesia dan luar negeri, ada 5 hal yang wajib dievaluasi, yaitu :
  1. Aset
  2. Investasi
  3. Tujuan Finansial
  4. Utang
  5. Dana Pensiun
Karena kegiatan ini merupakan pertama kalinya saya lakukan sejak 5 tahun bekerja, hehehe.... masih "gagok". Disetiap poin diatas, apa-apa saja yang sebenarnya perlu di evaluasi, entahlah...

Meskipun masih belum terlalu jelas, namun inilah yang saya lakukan... evaluasi keuangan pribadi di akhir tahun.

Aset

Apakah aset bertambah atau berkurang? Diantaranya properti, tanah, emas dan tabungan.

Dalam semua artikel yang saya baca ada kata "dan aset lainnya" ...

Apa saja yang termasuk "aset lainnya" ini? Apakah asuransi termasuk aset?  Apakah hak cipta termasuk aset? Apakah kepemilikan saham termasuk aset? Apakah blog termasuk aset?

Well, ada beberapa jenis aset menurut financial planner, Prita Ghozie yang saya kutip dari liputan6.com :
  1. Aset kas seperti tabungan, deposito, reksadana pasar uang
  2. Aset defensive seperti obligasi, sukuk, reksadana pendapatan tetap
  3. Aset moderat seperti properti, logam mulia, reksadana campuran
  4. Aset agresif seperti saham dan reksadana saham
Saya menebak jenis aset diatas dikelompokkan berdasarkan profil resikonya.

Dari beberapa sumber lain yang saya baca, kendaraan juga termasuk aset.

Kondisi Aset Saya

Bulan Juli saya membeli sepeda motor bekas pasca pindah tugas ke Sumatera Utara. Sebelumnya saya kerja dan hidup di Jakarta, memilih tanpa kendaraan karena jarak kos dan kantor hanya 2 menit jalan kaki. 

Saya berhasil mengumpulkan tabungan emas sebanyak 6 gram tahun ini. Karena investasi emas zaman sekarang sangat mudah dan murah. Dapat dibeli berbentuk saldo/tabungan dan bisa dibeli mulai dari 0,01 gram atau senilai Rp 6.000-an saja (harga tertanggal saat tulisan ini terbit).

Saya berhasil menabung sejumlah Rp 10.000.000 tahun ini dan dana tersebut akan digunakan untuk mencapai target finansial 2019 yaitu membangun rumah sederhana untuk orangtua di kampung.

Saya juga memiliki 160 lot saham KLBF yang saya beli diawal tahun 2018, Alhamdulillah.

Jumlah aset saya bertambah, jadi saya tidak akan melakukan evaluasi apapun.

Investasi

Pada investasi, bukan hanya sekedar bertambah atau berkurangnya investasi, namun pergerakannya, yaitu postif atau negatif.

Dengan kata lain, positif artinya memberikan profit, sebaliknya negatif berarti mengalami kerugian (loss).

Jika loss berarti harus dipindahkan ke instrumen lainnya atau tetap disana dengan meminimalisir loss dengan metode average down.

Perkembangan investasi saya

Tahun ini saya melakukan investasi di reksadana, saham dan P2P Lending Syariah. 

Awalnya mengapa saya investasi di reksadana karena ingin disverifikasi portofolio. Namun, karena saya masih kurang pengetahuan di reksadana, akhirnya saya tidak melanjutkannya lagi. Sudah ada investasi Rp 2.500.000 di reksadana. Nilainya minus 2%.

Jika nanti nilainya sudah tidak minus lagi, saya akan menjualnya lalu mengalihkan ke investasi lain saja sampai saya belajar dan paham reksadana.

Oh, namun untuk pos gadget akan saya lanjutkan di reksadana. Saya rutin membeli rdn Rp 100.000/bulan.

Sementara saham, saya membeli KLBF  (Kalbe Farma) Saya kebagian deviden Rp 443.574 tahun ini.

Meskipun nilai saham saya minus, tapi saya tidak ambil pusing karena  KLBF adalah perusahaan besar yang mapan. Tidak ada kekhawatiran sama sekali. Malah KLBF (Kalbe Farma) baru membuka pabrik baru di Myanmar dan siap ekspansi di ASEAN. Saya harap kinerja emiten ini semakin membaik tahun depan.

P2P Lending Syariah saya mulai sejak bulan Mei. Hasilnya sangat positif, memberikan profit tertinggi diantara investasi non-real saya lainnya. Saya memperoleh Rp 586.708 dalam 7 bulan. Saya akan fokus di investasi P2P Lending Syariah hingga akhir tahun 2019 nanti.

Saya memiliki dua asuransi unitlink dimana didalamnya terdapat porsi investasi. Pada bulan Maret 2018 saya mereview salah satu asuransi UL tersebut dan menghitung bahwa nilai investasi naik 10%. Saya akan menghitung kembali saat usia asuransi sudah 5 tahun.

Target Finansial 

Poin ini cukup jelas, mereview kembali target finansial yang dibuat pada awal tahun. Memperoleh passive income sekian Rupiah, mempersiapkan DP rumah, modal nikah, biaya pendidikan anak, beli gadget, bahkan liburan juga termasuk target finansial karena mustahil tanpa perencanaan budget tamasya dapat dilakukan.

Apakah target finansial tersebut tercapai? Jika iya, berarti anda sudah melakukan langkah yang tepat untuk memenuhinya, namun jika tidak berarti ada rencana yang berjalan tidak semestinya. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Silahkan lakukan evaluasi.

Target Finansial Saya

Di awal tahun 2018 saya tidak membuat target finansial apapun.

Namun, seiring berjalannya waktu di tahun ini saya berhasil merealisasikan target finansial yang tidak direncanakan sama sekali.

Contoh, membeli sepeda motor bekas di bulan Juli. Jalan-jalan ke Singapura pada bulan September. Melakukan budgeting, terutama membuat pos tabungan dan pos dana darurat sejak bulan Oktober.

Saya berfoto di depan Merlion,-Singapura

Tahun depan saya sudah menyiapkan resolusi 2019, terdiri dari resolusi finansial, personal, blog dan fun 

Utang

Rasio utang maksimal 1/3 dari total penghasilan. Jika penghasilan Rp 6.000.000 maka nilai maksimal utang di Rp 2.000.000.

Bagaimana dengan utang anda? Jika utang anda lebih dari 1/3 penghasilan, segera lakukan evaluasi agar keuangan anda terselamatkan.

Status Utang saya

Bulan September lalu saya menutup kartu kredit saya. Akhirnya saya lepas dari tagihan kartu kredit. Dibalik plus minus memiliki kartu kredit, saya memutuskan menutupnya karena tidak terlalu butuh. Malah saya lebih sering tergoda karena belanja menjadi lebih mudah. 😂

Dana Pensiun

Bagaimana perkembangan dana pensiun anda? Yaa, mustahilkan kerja terus menerus hingga masa senja atau mengharapkan pemberian anak untuk membiayai hidup kita.

Persiapan pensiun dapat dilakukan melalui program tabungan pensiun, investasi non real, atau penyewaan properti dan lainnya.

Bagi yang bekerja sebagai karyawan swasta harus kreatif mengatur gaji untuk menyiapkan dana pensiun.



Persiapan Dana Pensiun Saya

Saya belum belajar bagaimana cara menyiapkan dana pensiun. Meskipun saya PNS saya tetap memikirkan untuk mempersiapkan dana pensiun. Terlebih lagi saya berencana pensiun di usia 40 tahun (20 tahun masa kerja).

Di instansi saya, pegawai akan menerima pesangon pensiun minimal masa kerja 20 tahun.

Artinya, tinggal 15 tahun lagi waktu yang tersisa  untuk menyiapkan dana pensiun.

Yang saya lakukan hanya sebatas investasi sebanyak mungkin. Banyak investasi artinya banyak dana pensiun.

Dana pensiun itu sendiri ada perhitungannya. Dimulai dari estimasi masa hidup setelah tidak bekerja, pengeluaran per bulan, dan nilai inflasi. Nah, ini dihitung sedemikian rupa agar jumlah uang yang disiapkan cukup memenuhi masa pensiun.

Tapi saya belum melakukan perhitungan sama sekali. Masih belum ngeh, hahaha...

Penutup

Tahun ini berjalan dengan amat baik, Alhamdulillah Allah masih memberi saya nikmat kesehatan dan rezeki hingga masih bisa menjalani hidup sampai kini.

Penutup akhir tahun saya mengevaluasi :
  1. Reksadana yang pengetahuan saya masih minim, jadi akan menjualnya setelah nilainya positif.
  2. Target finansial, saya harus menuangkan dalam catatan sehingga dapat mereviewnya pada akhir tahun.
  3. Nilai investasi dalam asuransi unitlink sebaiknya saya hitung agar tahu seberapa tinggi kenaikannya atau malah negatif...
  4. Saya harus belajar membuat perhitungan dana pensiun agar lebih terencana dan terarah.

Tahun depan evaluasi akhir tahun akan lebih terarah karena saya sudah membuat resolusi 2019. Jadi, tahu apa-apa saja yang di evaluasi dan melakukan tindakan jika sebuah target tidak tercapai.

Apakah anda melakukan evaluasi keuangan pribadi di akhir tahun? Apa yang anda evaluasi? Yuk berbagi di kolom komentar, karena sharing is caring 💕💕


Artikel Catatan Finansial PNS Muda Lainnya :

50 comments:

Komentar spam tidak akan di-approve.

  1. Kalau saya sih memang dari dulu gak suka invest ke reksadana setelah pernah mencoba satu kali. Rugi kalau reksadana. Mendingan saham. Trus untuk investasi emas, ini juga gak terlalu ngefek imbal hasilnya. Lebih baik saya invest di sektor real saja langsung, terutama di sektor pertanian. Karena demandnya ini semakin tinggi tiap tahun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung mas se-expert apa kita di bidang itu. Banyak juga yang berhasil investasi di sektor non real.

      tapi mau invest dimanapun itu, kalau suka dan paham, lakukan saja.

      Sukses untuk pertaniannya ya

      Delete
  2. uang itu kalo lagi kekurangan pusing, kelebihan juga pusing, apalagi kalo disuruh evaluasi audit beuhh pusing tujuh keliling wkwkwk

    ReplyDelete
  3. wah menarik nih bang, aku baru punya aset emas itu pun blm banyak hehhe

    ReplyDelete
  4. Emang semua, perlu dicatat biar kelihatan apa" yang keluar dan masuk

    ReplyDelete
  5. Masha Allah, salut.. kasih 4 jempol deh ama anak muda ini.
    Semoga generasi muda lebih banyak yang sadar finansial seperti ini.
    Senang banget, meskipun gaya hidup hedon makin menanjak, tapi masih ada bahkan mulai menggeliat anak2 muda, generasi zaman now yang sadar finansial sejak dini.

    Saya suka banget ngikutin Stories Jouska di IG dan baca blog ini, semacam realita dari ilmu-ilmu yang dibicarakan oleh Jouska.

    Dan thanks banget udah share mengenai CC, saya berkali-kali tertarik apply CC, tapi berkali juga ga jadi.
    Dan setelah baca ini bener juga ya.

    CC itu emang bukan buat kartu hutang, tapi buat memudahkan pembayaran.
    Nah kata memudahkannya itu yang beneran menjebak.

    Kalau dipikir2, sejak ga pegang CC, semua keinginan saya beli ini itu pakai cicilan CC jadi gak bisa direalisasikan.
    Daann gak terealisasi juga gak bikin saya mati hahaha.

    Mending usaha nabung buat beli cash ya, khususnya buat barang2 yang diinginkan bukan dibutuhkan.

    Saluuttt banget ama evaluasinya, asetnya beneran bikin iri.
    Karena disiplinnya berinvestasi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semakin banyak perusahaan advicer planner sekarang mbak, yang millenial banyak yang melek finansial tapi ada juga yang ngga.

      saya juga follow jouska dan finansialku, dapat ilmu dari mereka.

      CC kadang bisa menjebak tergantung yang menggunakan, kalau saya terjebak. haha

      Delete
  6. mantap deh sampe ke dana pensiun juga :)

    ReplyDelete
  7. wahh.dikupas tuntas nih tentang evaluasi keuangan di akhir tahun

    ReplyDelete
  8. Investasi mas, aku pengen belajar tentang itu, udah mau 2019 nih masa aku jadi kuli terus hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi kuli pun ga masalah, asal melek finansial mas

      Delete
  9. Keren bang. Dari lima evaluasi keuangan, secara keseluruhan bisa dikatakan baik dari pada aku yang belum memikirkan itu semua. Cuma pengen jalan jalan terus.

    Di Sumatera Utara kan bang? Yuk atur waktu. Pengen ketemuan dan belajar banyak nih. Soalnya banyak hal yang menarik yang aku baca dari blog ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh atur keuangan, tapi bikin pos untuk travelling.

      iya nih di sumut kalo di medan bolehlah sambil ngopi2 kita obrolin finansial

      Delete
  10. Soal cara mengatur simpan menyimpan uang, mas Sabda ini patut diacungi jempol.
    Aku kudu belajar dari mas Sabda nih gimana memanej uang sebaik mungkin.

    ReplyDelete
  11. wah keren dan menginspirasi banget emang mas sabda ini. jadi tertarik sama P2P Lending Syariah juga karena baca blog nya mas sabda. semoga banyak hal positif yang bisa saya ambil dan terapkan nantinya masalah finansial ini. thx mas

    ReplyDelete
  12. saya nambah ditabungan emas tapi tekor di tabungan biasa. Kepake lahiran :D

    ReplyDelete
  13. Waduh, saya belum bikin evaluasai keuangan pribadi. Tahun ini pemasukan dari menulis beroleh nominal dfi atas 1 juta rupiah. Sudah lumayan bagi yang jarang nulis untuk media. Biasanya kala tak terhubung dengan internet di rumah, pemasukan selalu tak pasti dan di bawah i juta rupiah.
    Sepertinya saya harus bikin taget banyak nulis dan kirim ke media dengan beragam jenis tulisan, tak cuma esai bahasa dan resensi buku doang. Dengan demikian pemasukan bisa berjalan lebih baik sesuai kinerja.
    Investasi lain belum. Tabungan dipakai untuk modal naman jagung di kebun, semoga investasi dalam bentuk pertanian itu bisa menguntungkan meski musiman.
    Saya tertarik untuk beli saham juga. Semoga tahun mendatang ada rezeki untuk itu.
    Semoga azam Bang Sabda terwujud.

    ReplyDelete
    Replies
    1. pertanian juga termasuk inevstasi mbak, inves di sektor real...

      semoga sukses terus penghasilan dari nulis nya ya mbak

      Delete
  14. Mas sabda, bagus artikelnya. Kasih bocoran dong mas untuk pembanding, berapa penghasilan per bulan, dan berapa investasi yang bisa disisihkan per bulan. Supaya bisa dicontoh hehehe. Oh iya, sama penasaran p2p lendingnya pake yg mana ya? Heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke makasih sarannya, karena saya PNS belum bisa kasih bocoran soal gaji,,,

      pakai amartha untuk p2p lending

      Delete
  15. Waduh saya sih belum bisa evaluasi keuangan.. Ni baca tulisan bang sabda baru ngerti..

    ReplyDelete
  16. Keren mas ulasannya, penting banget memang buat evaluasi finansial kita.. jd semua terarah dan ada batas2annya..
    Btw td cerita pindah tugas ke sumatera utara ya? dimananya? mana tau bisa ketemu sharing soal blog :)

    ReplyDelete
  17. Aku sih alhamdulillaah soal keuangan sdh stabil malah meminimalisasi utang. Ga pake kartu kredit lagi udh 2 tahunan. Happy aja serba cash hehehe 😀

    ReplyDelete
  18. JOSS BANGET RESOLUSINYA MAS, tetap konskisten semoga segera mapan finansial, bisa traveliing ke luar negeri bareng:))

    ReplyDelete
  19. Makasih penjelasannya. Jadi tercerahkan. Mungkin yang harus sangat diwaspadai soal investasi & pensiun karena saya belum sedetil itu.

    ReplyDelete
  20. Wah ini keren banget artikelnya! Baru kepikiran juga kudu buat evaluasi begini. Tahun ini aku hampir gak nambah investasi sm sekali, karna fokus di nutupin utang kartu kredit. Semangat femu #2019bebaskartukredit

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangat mbak.. wah saya ga kebayang sampe ga bisa investasi gegara hutang CC

      Delete
  21. Wah... Aku belum kepikiran bikin seperti ini. Sering merasa, halah... Masih dikit.
    Hmm... Harus latihan bikin nih, bhat evaluasi dan pijakan tahun depan. Maturnuwun tipsnya

    ReplyDelete
  22. Kenapa pengen pensiun di usia 40, mas? biasanya di kalangan PNS umur segitu (tentu dengan pertimbangan pendidikan dan kinerja) baru mulai dapat jabatan atau posisi wuenak, hehehe. Btw evaluasinya bagus banget, kalau melihat daftar di atas walau belum besar nilainya setidaknya saya nggak jalan di tempat dari tahun lalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul 40 tahunan biasanya dapat jabatan. tapi saya punya target lain yang mau dicapai

      Delete
  23. udah lama ngga mampir blog mas sabda dan jadi tertarik sama p2p lending syariah. (terus pindah artikel) (tapi ninggalin jejak dulu) (kemudian kabur)

    ReplyDelete
  24. Sekarang saya masih dalam tahap survive, nyaur utang sekalian mikir dana pendidikan buat anak-anak,,, agak susah klo mau investasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, fokus survive dulu aja, jangan dipaksain nabung kalau kesulitan

      Delete
  25. Saya malah belum pernah lakukan analisa ini. Yang ada bahas Asset versi lain di blog.

    ReplyDelete
  26. saya masih aktif memakai kartu kredit, tapi bukan buat belanja cuman buat beli kepeluan yang bisa dibuat cicilan 0%

    ReplyDelete
  27. Memanajemen keuangan penting banget tuh, apalagi untuk memenuhi kehidupan nantinya..

    ReplyDelete
  28. Masya Allah ... keren banget Bang Sabda. Saya belum pernah melakukan seperti ini seumur hidup saya. Ini jadi pelajaran berharga buat saya.

    Semoga tercapai target2nya yah, terutama membelikan orang tua rumah.

    ReplyDelete
  29. Inspiratif sekali tulisannya mas. Semoga di 2019 ini resolusi finansialnya bisa lebih baik dari yang di 2018. Aamiin.

    ReplyDelete
  30. wow, detail sekali. jujur, gue nggak paham soal finance sama sekali. diajarin dikit2 sama suami learning by doing. tapi yaaa gitu deh. masih suka sembrono soal pengeluaran.

    ReplyDelete
  31. Wah lengkap banget penjabarannya mas, khusus investasi ini yang belum terpikirkan sebelumnya, yang ada hanya menabung buat masa tua.. Keren artikelnya

    ReplyDelete
  32. Bermanfaat sekali artikelnya.
    Hmm, mungkin nanti bisa bikin artikel tentang bagaimana investasi untuk kalangan mahasiswa :D

    ReplyDelete
  33. luar biasa kak detail banget evaluasi keuangannya. Saya sebentar lagi akan meghadapi dunia kerja dan mulai merencanakan dengan matang keuangan. Blog kakak cukup menginspirasi tentang finansial. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga bisa tetap menginspirasi buat dek Alfha ya

      Delete
  34. Jarang kali ada pemuda yang sadar akan finansial pribadi yang kerap dipandang sebelah mata. Meski ada sebagian istilah keuangan yang tak kumengerti (Tidak ada background okonomi :D ) saya yakin ini bisa menjadi inspirasi bagi pemuda lainnya. Topik seperti ini juga menari dibahas bersama kolega di kantor menggunakan meja meeting.

    ReplyDelete
  35. wah, jadi tertarik sama P2P Lending Syariah juga karena baca blog nya mas sabda. semoga banyak hal positif yang bisa saya ambil dan terapkan nantinya masalah finansial ini. thx mas

    ReplyDelete
  36. Sebenarnya pengen coba main Reksa Dana, cuma belum begitu paham tatacara dll makanya masih cari tau

    ReplyDelete
  37. Nikah sama musdalipah mas, asetnya langsung naik dratis

    Hahahaha

    ReplyDelete
  38. Dimana saya memperoleh informasi Saham apa saja yang membagikan emiten kepada investornya?

    ReplyDelete
Copyright © 2018 Catatan Finansial PNS Muda | Written by Sabda Awal